Kumpulan Hadits Tentang Keutamaan Dzikir

Kumpulan Hadits Tentang Keutamaan Dzikir



Sebagai Umat Muslim hendaknya kita senantiasa selalu mengingat kepada Allah SWT yakni dengan memperbanyak dzikir dan bertasbih mensucikan Allah SWT. Perintah untuk berdzikir dan bertasbih amat banyak disebutkan dalam al Qur’an dan Hadist  Rasulullah. Namun kebanyakan diantara kita umat muslim banyak yang malas melakukanya,  padahal al Qur’an menyatakan orang yang enggan  berdzikir dan bertasbih termasuk kelompok orang yang lalai.

Sebagai semangat gairah kita untuk berdzikir dan bertasbih mengingat Allah SWT, berikut ini kami sampaikan beberapa  Hadist anjuran dan keutamaan Fadhilah untuk berdzikir dan bertasbih. Mudah mudahan hati kita tersentuh dan selalu ingin mendekatkan hati kepada Allah SWT, Amin.



Dari Abu Ad Darda` radliallahu ‘anhu ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah aku beritahukan kepada kalian mengenai amalan kalian yang terbaik, dan yang paling suci di sisi Raja (Allah) kalian, paling tinggi derajatnya, serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kemudian kalian memenggel leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?” Mereka berkata; ya. Beliau berkata: “Berdzikir kepada Allah ta’ala.” Mu’adz bin Jabal radliallahu ‘anhu berkata2; tidak ada sesuatu yang lebih dapat menyelamatkan dari adzab Allah daripada dzikir kepada Allah. (HR Tarmidzi 3299, shahih)

Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu dia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Permisalan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati.” (HR Bukhari 5928).

Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, "Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis taklim)." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan menyebut-nyebut tentang manusia adalah penyakit (artinya penyakit akhlak). (HR. Al-Baihaqi)

Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, kalau kamu selamanya bersikap seperti saat kamu ada bersamaku dan mendengarkan zikir, pasti para malaikat akan bersalaman dengan kamu di tempat tidurmu dan di jalan-jalan yang kamu lalui. Tetapi, wahai Handhalah (nama seorang sahabat) kadangkala begini dan kadangkala begitu. (Beliau mengucapkan perkataan itu kepada Handhalah hingga diulang-ulang tiga kali). (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Rasulullah Saw menyebut-nyebut Allah setiap waktu (saat). (HR. Muslim)

Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati. (HR. Bukhari dan Muslim)

Nyanyian dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati, bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya Al Qur'an dan zikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan. (HR. Ad-Dailami)

Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan disukai oleh (Allah) Arrohman, yaitu kalimat: "Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil 'Adzhim" (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung). (HR. Bukhari)

Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya "Laailaha illallah". Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan "Alhamdulillah", jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan "Astaghfirullah" dan jika ditimpa musibah dia berkata "Inna lillahi wainna ilaihi roji'uun." (HR. Ad-Dailami)

Maukah aku beritahu amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling bersih di sisi Robbmu serta lebih baik dari menerima emas dan perak dan lebih baik bagimu daripada berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya atau mereka memotong lehermu? Para sahabat lalu menjawab, "Ya." Nabi Saw berkata,"Zikrullah." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Menang pacuan "Almufarridun". Para sahabat bertanya, "Apa Almufarridun itu?" Nabi Saw menjawab, "Laki-laki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah." (HR. Muslim)

Penjelasan:
Almufarid ialah orang yang gemar zikrullah dan selalu mengamalkannya dan tidak peduli apa yang dikatakan atau diperbuat orang terhadapnya.



Seorang sahabat berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak bagiku. Beritahu aku sesuatu yang dapat aku menjadikannya pegangan." Nabi Saw berkata, "Biasakanlah lidahmu selalu bergerak menyebut-nyebut Allah (zikrullah)." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)


Sebaik-baik zikir dengan suara rendah dan sebaik-baik rezeki yang secukupnya. (HR. Abu Ya'la)

Penjelasan:
Rezeki yang secukupnya artinya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan dan tidak berlebih-lebihan.


Di antara ucapan tasbih Rasulullah Saw ialah :
"Maha suci yang memiliki kerajaan dan kekuasaan seluruh alam semesta, Maha suci yang memiliki kemuliaan dan kemahakuasaan, Maha suci yang hidup kekal dan tidak mati." (HR. Ad-Dailami)

Aku bertanya, "Ya Rasulullah, apa keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim)?" Nabi Saw menjawab, "Keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim) ialah surga." (HR. Ahmad)

Tiada amal perbuatan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada zikrullah. (HR. Ahmad)

Wahai Aba Musa, maukah aku tunjukkan ucapan dari perbendaharaan surga? Aku menjawab, "Ya." Nabi berkata, "La haula wala Quwwata illa billah." (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)." (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)

Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Amal terbaik adalah yang paling tersembunyi, paling mampu mencegah dari setan, dan paling jauh dari riya`.” Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman 6495.

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah suatu kaum bangkit dari tempat duduknya, dan mereka tidak menyebut nama Allah dalam majlis tersebut, melainkan mereka seperti bangun dari tempat yang semisal dengan bangkai himar, dan kelak menjadi penyesalan baginya (di akhirat).” HR Abu Dawud 4214, shahih.

Dari Ziyad bin Abu Ziyad budak ‘Abdullah bin ‘Ayyasy bin Abu Robi’ah, bahwasanya ada yang menyampaikan padanya dari Mu’adz bin Jabal berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Tidak ada suatu amalan yang dilakukan oleh seorang manusia yang lebih bisa menyelematannya dari adzab Allah melebihi dzikir.” HR Ahmad 21064, dinilai shahih oleh Syaikh Albani (Shahihul Jami’ 5644)

 “Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan dzikir kepada Alloh. Ingatlah, hanya dengan dzikrullah hati-hati menjadi tenang.”

Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: ” Ketahuilah sesungguhnya dunia itu terlaknat dan segala isinya pun juga terlaknat, kecuali dzikir kepada Allah dan apa yang berkaitan dengannya, dan orang yang alim atau orang yang belajar.” (HR Tarmidzi 2244, hadits shahih)

Dari ‘Atha` bin Abi Rabah berkata, “Aku melihat Jabir bin ‘Abdillah dan Jabir bin ‘Umair yang keduanya Anshari, sedang memanah. Lalu salah satu dari keduanya duduk, maka ditegur oleh yang lain: Kau telah malas? Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Segala sesuatu yang tidak termasuk dzikir kepada Alloh, maka itu sia-sia dan permainan belaka, selain 4 hal yaitu: berjalan antara dua sasaran panah (tempat berlatih memanah), melatih kudanya, mula’abah (sendau gurau) dengan istrinya, dan mengajari berenang.” (HR Nasa`i dalam al-Kubra 8891, shahih.)

Dari ‘Abdullah bin Busr radliallahu ‘anhu bahwa seorang laki-laki berkata; wahai rasulullah, sesungguhnya syari’at-syari’at Islam telah banyak yang menjadi kewajibanku, maka beritahukan kepadaku sesuatu yang dapat aku jadikan sebagai pegangan! Beliau bersabda: “Hendaknya senantiasa lidahmu basah karena berdzikir kepada Allah.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari sisi ini. (HR Tarmidzi 3297, shahih.)

Hadits ini diriwayatkan juga dengan redaksi lain yaitu bahwa seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah saw: Amal apa yang paling utama? Maka beliau menjawab:  “Anda meninggalkan dunia dalam keadaan lidahmu basah dengan dzikir kepada Alloh.” (HR Baghawi dalam Syarhus Sunnah 1245, Ibnul Ja’d dalam Musnad–nya 3431, dan Abu Nu’aim 6/1113.)

Rasulullah saw bersabda:
“Para wali Alloh adalah orang-orang yang jika dilihat, (menyebabkan orang yang melihatnya) ingat kepada Alloh Ta’ala.” HR Hakim Tarmidzi dari hadits Ibnu ‘Abbas ra; hadits hasan (Shahihul Jami’ 2557)

Dari Anas Bin Malik berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sedang duduk di masjid dengan para sahabatnya. Tiba-tiba datang orang badui dan kencing di masjid. Para sahabat nabi berujar, “Tahan, tahan!”. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian hentikan, biarkan saja”. Merekapun membiarkannya, lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam hanya mengatakan kepadanya, “Masjid ini, tidak seyogianya dikotori dengan kotoran, kencing dan air besar” -atau sepertinya nabi bersabda- “Hanyasanya masjid diperuntukkan unutk membaca al-qur’an, dzikir kepada Allah dan shalat”. (HR Ahmad 12515, shahih.)

Dari Karimah binti Al Hashas Al Muzaniyah bahwasanya ia menceritakan kepadanya; Abu Hurairah menceritakan kepada kami ketika kami berada di rumah ini -yaitu rumah Ummu Darda`-, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meriwayatkan dari Rabbnya ‘azza wajalla, Dia berfirman: “Aku akan bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku, dan kedua bibirnya bergerak untuk berdzikir kepada-Ku.” (HR Ahmad 10553, dengan isnad shahih)

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’, dan seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis.” (HR Bukhari 620.)

Dari Anas bin Malik ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, aku duduk bersama kaum yang berdzikir kepada Allah Ta’ala dari shalat Subuh hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat anak Isma’il. Dan sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah dari Shalat ‘Ashar hingga matahari tenggelam adalah lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat orang budak.” (HR Abu Dawud 3182, shahih.)

Ka’b berkata, “Sungguh termasuk amal terbaik adalah subhatul hadits (shalat sunnah saat perbincangan), dan sungguh termasuk amal terburuk adalah tahdzif (menghapus).” Ditanyakan: Wahai Abu ‘Abdir Rahman, apa itu subhatul hadits? Dia menjawab, “Seorang lelaki shalat sunnah sementara orang-orang berbincang-bincang.” Ditanyakan: “Apa itu tahdzif?” Dia menjawab, “Seseorang dalam kondisi sehat/baik, namun saat orang-orang ditanya (tentangnya) mereka jawab: kondisinya tidak baik.” (Riwayat Abu Nu’aim 6/21.)

Dari Mu’adz bin Jabal, dia bertanya kepada Nabi saw: Amal apa yang paling dicintai oleh Alloh ‘Azza wa Jalla? Beliau menjawab, “Anda mati dalam keadaan lisanmu basah dengan dzikir kepada Alloh ‘Azza wa Jalla.” (HR Baihaqi dalam Syu’abul Iman 513, hadits hasan.)

Read More
Kumpulan Hadist Tentang Pentingnya Memelihara Akhlak Baik

Kumpulan Hadist Tentang Pentingnya Memelihara Akhlak Baik


Dengan begitu indahnya akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, seluruh tingkah laku beliau selalu mencerminkan akhlak yang mulia dan pemaaf. Dengan dengan demikian semua orang yang mengenalnya terasa nyaman didekat beliau khususnya para sahabat-sahabat beliau.

Oleh karena itulah kita sebagai Umat Baginda Nabi Muhammad seharusnya berusaha untuk meniru dan mengikuti akhlak mulia beliau dalam perilakunya sehari-hari, dengan memelihara akhlak yang baik itu juga maka Allah menjanjikan pahala yang besar. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
”Dan balasan kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi siapa saja yang memaafkan dan membalas dengan kebaikan, pahalanya [yang besar] berada di sisi Allah, Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang zhalim” (Qur’an Surah Asy Syuura:40)

 Berikut beberapa Hadits Rasulullah SAW tentang Menyempurnakan akhlak yang baik.


“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik. (HR. Ahmad)

Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya. (HR. Ahmad)

“Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik. Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada pasangannya.” (Hadits riwayat Tirmidzi

‘Aisyah – semoga Allah meridhainya – berkata, “Aku mendengar Nabi – shallallaahu ‘alaihi wassalaam – berkata, sungguh orang-orang yang beriman dengan akhlak baik mereka bisa mencapai (menyamai) derajat mereka yang menghabiskan seluruh malamnya dalam sholat dan seluruh siangnya dengan berpuasa.” [Musnad Imam Ahmad]

Abu Darda’ meriwayatkan: Aku mendengar Nabi Muhammad saw berkata, “Tak ada yang lebih berat pada timbangan (Mizan, di hari Pembalasan) dari pada akhlak yang baik. Sungguh, orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan sholat.” (Hadits riwayat al-Tirmidzi)

Dari Anas -semoga Allah meridhoinya- dia berkata : Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda : "Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islami adalah rasa malu." (HR. Ibnu Majah)

 “Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah/hina. (HR. Bukhori, HR Muslim)

Orang muslim yang baik adalah yang muslim lainnya aman dari ganguan ucapan dan tangannya, dan orang yang Hijrah (tergolong kelompok Muhajirin) adalah yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah.” (Hadits riwayat Bukhari)

“Sesungguhnya kelembutan itu tidak berada pada sesuatu kecuali menghiasinya dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali memperburuknya.” (HR. Muslim).

Abu Darda’ meriwayatkan: Aku mendengar Nabi Muhammad saw berkata, “Tak ada yang lebih berat pada timbangan (Mizan, di hari Pembalasan) dari pada akhlak yang baik. Sungguh, orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan sholat.” (Hadits riwayat al-Tirmidzi)

“Aku adalah penjamin sebuah rumah di sekitar taman (surga) bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan walaupun ia benar, penjamin rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda, juga menjadi penjamin sebuah rumah di surga paling atas bagi orang yang memiliki husnul khuluq.” (HR. Abu Dawud).

 “Maukah kalian aku beritahu tentang orang yang diharamkan masuk neraka atau neraka diharamkan terhadap setiap orang yang gampang dekat, lembut perangai, dan mudah.” (HR. Tirmidzi)

“Akhlak Rasulullah adalah al-Qur’an.” (HR. Muslim)

 “Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah/hina.” [HR. Al-Hakim].

“Iman itu lebih dari 70 atau 60 cabang, cabang iman tertinggi adalah mengucapkan ‘La ilaha illallah’, dan yang terendah adalah membuang gangguan dari jalan, dan rasa malu merupakan sebagian dari iman.” (Hadits riwayat Muslim)

“Sesungguhnya seorang mukmin akan mendapatkan kedudukan ahli puasa dan shalat dengan ahlak baiknya.” (HR. Abu Daud)

“Tidaklah seorang diantara kalian dikatakan beriman hingga ia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang ia sukai untuk dirinya sendiri.” (Hadits riwayat Bukhari)

“Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (Hadist riwayat Muslim)

“Seseorang berkata kepada Rasulullah saw, ‘Nasihati aku!’ Beliau bersabda, ‘Jangan marah!’ beliau mengulang beberapa kali, ‘Jangan marah!” (Bukhari).

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan: "ALAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN MUNKARAATIL AKHLAAQ WAL A'MAALI WAL AHWAAAI" (Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari berbagai kemungkaran akhlak, amal maupun hawa nafsu)." (Hr Turmidzi)

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, maka beliau pun menjawab: "Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia." Dan beliau juga ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka, maka beliau menjawab: "Mulut dan kemaluan." (Tirmidzi)

Dari Abu Dzar ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda kepadaku: "Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik." (Sunan Tirmidzi

Dari Jabir bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai dan yang tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada hari kiamat ialah orang yang akhlaknya paling bagus. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak bicara (kata-kata tidak bermanfaat dan memperolok manusia)." Para shahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling banyak bicara itu?" Nabi menjawab: "Yaitu orang-orang yang sombong." (Hr Tirmidzi)

 “Seseorang berkata kepada Rasulullah saw, ‘Nasihati aku!’ Beliau bersabda, ‘Jangan marah!’ beliau mengulang beberapa kali, ‘Jangan marah!” (Bukhari).

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan: "ALAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN MUNKARAATIL AKHLAAQ WAL A'MAALI WAL AHWAAAI" (Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari berbagai kemungkaran akhlak, amal maupun hawa nafsu)." (Hr Turmidzi)

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, maka beliau pun menjawab: "Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia." Dan beliau juga ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka, maka beliau menjawab: "Mulut dan kemaluan." (Tirmidzi)

Dari Abu Darda` bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin kelak pada hari kiamat daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah amatlah murka terhadap seorang yang keji lagi jahat."(Sunan Tirmidzi)

 “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya.”(Bukhori wa Muslim)

Read More
Kisah Tagihan Biaya Perawatan Sang Ibu

Kisah Tagihan Biaya Perawatan Sang Ibu

Seorang anak yang kaya  lagi sukses menjenguk ibunya yang terbaring di rumah sakit bergelut dengan penyakit yang nyaris merenggut nyawanya.


Alhamdulillah, kemudian sang ibu telah diijinkan pulang oleh dokter.

Dengan segera, si anak menjemput dan mengantar ibunya kembali ke rumah. Ketika di rumah, si anak mengeluarkan lembaran lembaran kertas untuk diberikan kepada ibunya. Isinya adalah tagihan selama perawatan di rumah sakit.

1. Obat: Rp. 12.500.000

2. Kamar rumah sakit:       Rp. 8.000.000

3. Uang Lelah menjenguk: Rp. 4.000.000

4. Uang Jaga malam di rumah sakit: Rp. 3.000.000

5. Uang untuk Merawat ibu selama sebulan :Rp. 5.000.000

6. Kerugian karena harus meninggalkan meeting: Rp 4.500.000

4. Bensin untuk perjalanan: Rp1.000.000

5. Lain lain: Rp10.000.000

tak lupa, dipojok kiri bawah tertulis "Bisa dilunasi kontan atau dicicil" 

Sang ibu tersenyum kepada anak kesayangannya tersebut. Beliau masuk ke kamar menulis di secarik kertas sambil meneteskan air mata..bbrp saat selesai..lalu mengambil sebuah map dan memasukkan tulisannya tadi, kmd menyerahkan kepada anaknya.
Si anak menerima dan meninggalkan rumah ibunya tanpa melihat isi map. 
Beberapa jam setelah itu, seorang kerabatnya mengabarkan kalau
penyakit ibunya kambuh. Si anak terdiam tidak perduli dan mengutamakan jadwal kerjanya dikantor. 
Kemudian, dia teringat untuk membuka dan mengetahui isi dari sebuah map yang diberikan oleh ibunya. Ternyata berisi sertifikat rumah, tanah, dan lain lain milik ibunya.
Belum sempat selesai dia membaca, kerabatnya memberitahukan bahwa sang ibu telah meninggal dunia.
Si anak masih terdiam dan dia melihat  secarik kertas kecil yang jatuh diantara beberapa surat yang digenggamnya...

Sebuah surat terakhir dari ibunya yang berisi...
" Terimakasih atas semua yang telah kamu berikan pada ibu, anakku sayang. Kamu punya rincian, ibupun akan demikian. Namun ibu merasa kurang bisa mengisi berapa harga yang pas untuk rincian ini.

Untuk pembelian nutrisi selama kamu di dalam kandungan: "gratis"

Untuk sembilan bulan ibu mengandungmu: "gratis"

Untuk biaya bersalin ditambah biaya kesakitan melahirkanmu : "gratis"

Untuk setiap malam ibu menemani kamu: "gratis"

Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu : "Gratis"

Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendo'akanmu: "gratis"

Untuk setiap tetes Air susu ibu: "gratis"

Untuk biaya sekolah, makan, tempat tinggal untukmu: "gratis"

Untuk biaya mendidikmu hingga kamu dewasa dan sukses : "gratis"

Untuk Mengasihimu selama 30 tahun: "gratis"

Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya
Akan kamu dapati bahwa harga Kasih sayang ibu adalah "GRATIS...!!"

Ibu cuma bercanda anakku...Ibu serahkan semua ini sebagai warisan untukmu, sebagai pengganti biaya pengobatan ibu.

Maaf ibu tidak bisa memberimu lebih banyak. Maafkan ibu."

Tangis penyesalanpun akhirnya memenuhi ruangan itu...

Cintai orang tua kita yang masih ada........  semoga Artikel ini berguna untuk anak anak kita..

(Postingan Dari Sebuah Medsos)


Read More
Keindahan Sungai Di Taman Surga

Keindahan Sungai Di Taman Surga


Ilustrasi gambar : Google.com

Gambaran Keindahan Aliran Sungai Di Taman Surga Menurut Al Quran Dan hadist - Allah SWT menjanjikan di dalam Alquran untuk orang-orang yang beriman dengan surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya  dan segala kenikmatan didalamnya,  mengenai sungai di surga ini telah disebutkan dibanyak ayat dan hadits Rasulullah SAW, Tentu saja sungai itu masih murni dan dipelihara oleh Allah ditaman-taman surga yang memberikan kenikmatan bagi penghuni surga kelak. Berikut adalah beberapa Ayat dan Hadits yang menyebutkan Jenis-jenis sungai surga dan gambaran tentang keindahan dan kenikmatannya.


“[yaitu] surga-surga ‘Adn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (an-Nahl: 31)

“….kelak Kami memasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai….” (an-Nisaa’: 122)

 “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Ali ‘Imraan: 133)

“… barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (an-Nisaa’: 13)

 “….sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi [di dalam surga], yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (al-Ankabuut: 58)

Allah swt. menyebutkan sungai-sungai yang berada di dalam surga itu dengan jelas dan terang agar kita mengetahuinya.

“Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamr [anggur yang tidak memabukkan] yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni….” (Muhammad: 15)

Telah diriwayatkan bahwa sungai-sungai itu mengalir tanpa anak sungai [tempat mengalirnya air], tetapi sesuai dengan kehendak Ilahi dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Aku diangkat ke Sidratul Muntaha, tiba-tiba ada empat sungai, yaitu dua sungai yang nyata dan dua sungai yang tidak nyata. Adapun dua sungai yang nyata adalah Nil dan Eufrat. Sedangkan dua sungai yang tidak tampak berada di dalam surga.” (HR Bukhari)

Sungai lain yang berada di surga adalah al-Kautsar. Sungai ini juga pernah dilihat Rasulullah saw. dan diceritakan kepada kita.

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ketika aku sedang berjalan-jalan di dalam surga, tiba-tiba aku berada di surga yang kedua tepinya terdapat kubah dari emas yang terbentang. Lalu, aku bertanya kepada Jibril, ‘Apa ini, wahai Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah al-Kautsar yang diberikan Tuhanmu kepadamu. Tanahnya terbuat dari kasturi yang harum baunya.” (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Saihan, Jaihan, Eufrat dan Nil, semuanya termasuk sungai-sungai di surga.” (HR Muslim)

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tahukah kalian, apakah al-Kautsar itu?” Kami [para shahabat] menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau berkata, “Itulah sungai yang dijanjikan Tuhanku ‘Azza wa Jalla kepadaku, sedang di dalamnya terdapat kebaikan.” (HR Muslim)

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Itulah sungai yang dijanjikan Allah kepadaku di surga. Airnya putih dari susu, lebih manis dari madu. Sungai itu menarik perhatian burung-burung yang lehernya laksana unta.” (HR Ahmad dalam Musnad)

Sungai-sungai di surga itu tidak diketahui besarnya, ukurannya, luasnya, kecepatan alirannya, panjangnya dan lebarnya kecuali oleh Allah swt.

Dari Hakim bin Mu’awiyah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh di dalam surga itu terdapat sungai dari madu, sungai dari khamr, sungai dari susu, dan sungai dari air. Sungai-sungai itu nantinya akan terpecah.” (HR Turmudzi dalam Sunan)

Rasulullah saw. juga memberitahukan kepada kita tentang sungai Bariqa yang berada di pintu surga. Dari Ibnu ‘Abbas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Para syuhada berada di Bariqa, yaitu sungai yang terletak di depan pintu surga, dalam kubah hijau, yang mengeluarkan rizky kepada mereka, setiap pagi dan sore.” (HR Ahmad dalam shahih, Thabrani dan Hakim)

Read More
Kisah Nabi Muhammad Saw Dan Abu Bakar Bersembunyi Di Gua Tsur

Kisah Nabi Muhammad Saw Dan Abu Bakar Bersembunyi Di Gua Tsur



Kisah Perjalanan Nabi - Malam yang gelap gulita dan dingin yang menusuk sampai ke sumsum terdalam, di luar rumah sekelompok orang-orang Quraisy dengan pedang dan tombak tampak seperti tentara yang sedang patroli mengitari rumah yang di tempati Rasulullah SAW bersama Abu Bakr r.a dan Ali bin Abu Thalib r.a. Orang-orang quraisy itu memang sedang patroli mengepung rumah Rasulullah SAW, mereka telah berencana akan menangkap bahkan akan membunuh Rasulullah SAW tetapi mereka masih menunggu komando dari pimpinan mereka Abu Jahal.


Sementara di dalam rumah, Ali bin Abi Thalib r.a berbaring di atas tempat tidur Rasulullah sesuai perintah Rasul Ali menggantikan Rasulullah malam itu di tempat tidur dan memakai selimut yang biasa digunakan Rasulullah. Rasulullah bersama Abu Bakr bersiap ke luar rumah yang dijaga ketat oleh tentara Quraisy. Saat Rasulullah dan Abu Bakr keluar dari rumah Allah Azza wa Jalla membuat para tentara Quraisy tertidur pulas dan Rasulpun bisa pergi dengan selamat.

Malam semakin larut dan dingin semakin bertambah, Rasulullah dan Abu Bakr berjalan menapaki padang pasir kota Makkah menuju arah selatan untuk hijrah ke Madinah. Sementara di rumah Rasul para tentara Quraisy terbangun dan telah mendapat komando untuk mengeksekusi Rasulullah, ketika masuk ke kamar Rasulullah mereka girang melihat masih ada orang yang berbaring di tempat tidur, namun ketika selimut diangkat ternyata mereka hanya mendapati Ali yang sedang tidur. Tentara Quraisy bingung dan pimpinan mereka marah, lalu tentara Quraisy melakukan pengejaran.

Malam memang sangat gelap gulitanya, namun Rasulullah adalah cahaya yang berjalan dimalam gelap itu. Bersama Abu Bakr Rasulullah berjalan menuju Gua Tsur, Rasulullah dan Abu Bakr bersembunyi selama tiga hari di Gua Tsur, hanya ada empat orang yang mengetahui keberadaan mereka di gua itu yaitu Abdullah bin Abu Bakr, Aisyah dan Asma (puteri-puteri Abu Bakr), serta pembantu mereka ‘Amir bin Fuhaira. Bila hari sudah sore Asma, datang membawakan makanan buat mereka. Abdullah bin Abu Bakr setiap hari berada di tengah-tengah Quraisy untuk memantau perkembangan yang terjadi untuk disampaikan pada beliau pada malam harinya. ‘Amir tugasnya menggembalakan kambing Abu Bakr’, memerah susu dan menyiapkan daging. Apabila Abdullah bin Abi Bakr kembali dari tempat mereka bersembunyi di gua itu, datang ‘Amir mengikutinya dengan kambingnya guna menghapus jejaknya. Setiap Sore Asma binti Abu Bakr datang membawakan makanan untuk Rasulullah dan Ayahnya, Asma membelah kain ikat pinggangnya menjadi dua lalu yang sebelahnya digunakan untuk menggantungkan makanan sehingga Asma dijuluki “dhat’n-nitaqain” (yang bersabuk dua).

Di dalam gua Rasulullah tertidur di pangkuan Abu Bakr, seekor ular tanah yang sangat berbisa menjalar di kaki Abu Bakr, namun karena kecintaannya kapada Rasulullah Abu Bakr tidak bergerak sedikitpun agar Rasulullah tidak terbangun dari istirahatnya. Hingga akhirnya ular tersebut mematuk kai Abu Bakr, Abu Bakr menangis menahan perihnya bisa ular. Tak lama kemudian Rasulullah terbangun, setelah mengetahui Abu Bakr digigit ular, Rasulullah mengusap bekas gigitan ular itu dengan ibu jarinya dan dengan izin Allah SWT bisa ular itu jadi tawar seketika.

Tentara Quraisy terus melakukan pengejaran dan pencarian terhadapa Rasulullah, para pemuda Quraisy dengan pedang dan tombak itupun sampai di mulut gua Tsur tempat Rasullah dan Abu Bakr bersembunyi. Tetapi mereka tidak melihat ke dalam gua karena di mulut gua itu ada sarang laba-laba dan burung merpati hutan yang sedang bertelur, mereka berfikir kalo ada orang yang masuk ke dalam gua pasti sarang laba-laba yang sudah ada sejak lama itu jadi rusak dan tentu tidak akan ada burung merpati yang bertelur disana. Begitulah, Allah SWT melindungi Rasulullah dan Abu Bakr dengan memerintahkan laba-laba dan merpati untuk mengelabui tentara Quraisy.

“Ingatlah tatkala orang-orang kafir (Quraisy) itu berkomplot membuat rencana terhadap kamu, hendak menangkap kamu, atau membunuh kamu, atau mengusir kamu. Mereka membuat rencana dan Allah membuat rencana pula. Allah adalah Perencana terbaik.” (Al-Quran surat Al-Anfal:30)“Kalau kamu tak dapat menolongnya, maka Allah juga Yang telah menolongnya tatkala dia diusir oleh orang-orang kafir (Quraisy). Dia salah seorang dari dua orang itu, ketika keduanya berada dalam gua. Waktu itu ia berkata kepada temannya itu: ‘Jangan bersedih hati, Tuhan bersama kita!’ Maka Tuhan lalu memberikan ketenangan kepadanya dan dikuatkanNya dengan pasukan yang tidak kamu lihat. Dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itu juga yang rendah dan kalam Allah itulah yang tinggi. Dan Allah Maha Perkasa dan Bijaksana.” (Al-Quran surat At-Taubah:40)

Setelah tiga hari berada di Gua Tsur keadaan sudah mulai tenang. Rasulullah dan Abu Bakr keluar dari gua untuk melanjutkan perjalanan hijrah menuju Yastrib (Madinah). Orang-orang Quarisy masih terus memburu mereka, untuk menghindari sergapan tentara Quraisy Rasulullah dan Abu Bakr mengambil jalan lain yang tidak biasa dilalui orang, ditemani oleh seorang penunjuk jalan bernama Abdullah bin Uraiqit dari Banu Du’il, Rasulullah berjalan ke arah selatan menuju Tihama dekat pesisir Laut Merah.

Rasulullah bersama Abu Bakr dan Abdullah bin Uraiqit terus berjalan pagi, sore, siang dan malam. perjalan siang dilewati di bawah teriknya matahari padang pasir yang membakar, mereka terus berjalan bersama dalam dinginnya udara gurun di malam hari.

Di Kota Makkah para pembesar Quraisy telah mendapatkan informasi tentang adanya tiga orang di tengah padang pasir yang berjalan menuju selatan, para pembesar Quraisy mengadakan Sayembara bagi siapa yang dapat menangkap Muhammad akan diberikan hadiah seratus ekor unta betina. Tersebutlah seorang bernama Suraqah bin Malik yang sangat berhasrat menangkap Rasulullah seorang diri. Suraqah mengatakan bahwa tiga orang di tengah gurun itu bukanlah Muhammad untuk mengelabui orang lain agar dia bisa mendapatkan hadiah seratus ekor unta seorang diri.

Suraqah kemudian memacu kudanya menuju selatan untuk mengejar Rasulullah, tepat sekali, Suraqah menemukan Rasul di tengah padang pasir, di benaknya telah ia bayangkan akan mendapat hadiah yang dijanjikan oleh Abu Jahal pimpinan kafir Quraisy. Suraqah memacu kudanya semakin cepat, tapi apa yang terjadi, beberapa kali kudanya tersungkur dan kakinya kaku. Suraqah terus memacu kudanya yang terus tersungkur sampai dekat dengan rombongan Rasulullah. Ketika sudah sangat dekat dengan Rasulullah kudanya kembali tersungkur, Surakah mengambil panah, akan tetapi Suraqah tidak bisa membidik Rasulullah karena tangannya tiba-tiba kaku.Suraqah menyerah dan berteriak "Kalian boleh mengambil hartaku, akan tetapi tolong bebaskan kekakuan tubuhku ini, dan aku akan menghalangi setiap orang yang mengejar kalian"Rasulullah menjawab "Aku tidak butuh hartamu, tapi tolong kau halangi orang yang mengejar kami""baiklah" jawab Suraqah. Rasulullah kemudian berdo'a ke hadirat Allah dan tubuh Suraqah serta kudanya kembali sehat dan bebas dari kaku.Setelah bebas Suraqah menyatakan keimanannya dan berjanji akan menyuruh semua orang yang mengejar rasulullah untuk menghentikan pengejaran. Atas perintah Rasulullah waktu itu Abu Bakr menuliskan sebuah perjanjian diatas tulang dan memberikannya pada Suraqah.

Rasulullah berjalan selama tujuh hari berturut-turut,Selama tujuh hari terus-menerus rombongan Rasulullah Saw berjalan, di bawah panas membara musim kemarau dan berjalan lagi sepanjang malam mengarungi dinginnya badai padang pasir dengan perasaan kuatir. Hanya karena adanya iman kepada Allah Swt membuat hati dan perasaan mereka terasa lebih aman.

Ketika sudah memasuki daerah kabilah Banu Sahm dan datang pula Buraida kepala kabilah itu menyambut mereka, barulah perasaan kuatir dalam hatinya mulai hilang. Jarak mereka dengan Yastrib kini sudah dekat.

Selama mereka dalam perjalanan yang sungguh meletihkan itu, berita-berita tentang hijrah Rasulullah dan sahabatnya yang akan menyusul kawan-kawan yang lain, sudah tersiar di Yastrib. Penduduk kota ini sudah mengetahui, betapa kedua orang ini mengalami kekerasan dari Quraisy yang terus-menerus memburu mereka. Oleh karena itu semua kaum Muslimin tetap tinggal di tempat itu menantikan kedatangan Rasulullah dengan hati penuh rindu ingin melihatnya, ingin mendengarkan tutur katanya. Banyak di antara mereka itu yang belum pernah melihatnya, meskipun sudah mendengar tentang keadaannya dan mengetahui pesona bahasanya serta keteguhan pendiriannya. Semua itu membuat mereka rindu sekali ingin bertemu, ingin melihatnya.

Rombongan Rasulullah sampai di sebuah desa bernama Quba, disana Rasulullah dan rombongan beristirahat, Rasulullah kemudian mendirikan Masjid Quba, di Quba inilah Ali bin Abi Thalib datang menyusul perjalan hijrah ke Madinah (Yastrib).

Setelah tinggal di Quba selama empat hari, Rasulullah melanjutkan perjalan dan akhirnya sampailah rasulullah di Yastrib (Madinah). Hari itu adalah hari jum'at.

Rasulullah berada di Madinah selama lebih kurang Sepuluh tahun, dan kembali ke Makkah setelah penaklukkan Makkah oleh kaum Muslimin (Fathu Makkah), rasulullah tidak dendam kepada oramng-orang yang dulu mengusir dan membencinya bahkan akan membunuhnya. Rasulullah membebaskan mereka tanpa adanya kekerasan sedikitpun yang diterima oleh warga Makkah, kelembutan rasulullah ini membuat penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam dan mengimani ajaran islam yang dibawa Rasulullah.

Rasulullah mengatakan "La hijrata ba'da Fathu- tidak ada lagi Hijrah setelah Fathu Makkah".

Wallahu A'laam

Kisah nabi

Read More
Kita Tidak Akan Mengalami Kefakiran Selamanya Kalau Membaca Surah Ini

Kita Tidak Akan Mengalami Kefakiran Selamanya Kalau Membaca Surah Ini


Dikisahkan bahwa pada era pemerintahannya, Sayyidina Umar Bin Khottob menunjuk Sayyidina Abdullah Bin Mas’ud untuk menjadi hakim di Kufah sekaligus penganggung jawab baitul mal (zaman sekarang mungkin semacam menteri keuangan).

Beliau adalah salah satu sahabat agung yang meriwayatkan sekitar delapan ribu hadits Nabi Muhammad Shollohu alaihi wa sallam. Kealiman dan kedekatannya dengan Nabi menjadikan Beliau sebagai sosok yang sangat dihormati, apalagi Beliau juga merupakan hakim dan menteri yang menjabat selama bertahun-tahun hingga zaman Sayyidina Utsman bin Affan. Dengan segala kelebihan yang Beliau miliki, Ia tetap menjadi sosok yang low profile, hidup dengan penuh kesederhanaan karena pendapatan yang Beliau dapatkan habis untuk membantu masyarakat di sekitarnya.

Pada suatu hari Beliau berkunjung ke Madinah untuk menziarahi Makam Rasulullah Shollallohu alaihi wa sallam dan mengunjungi keluarganya. Setibanya di sana Beliau jatuh sakit dan karena keterbatasan ekonomi akhirnya Beliau hanya dirawat seadanya oleh putra dan keluarganya.

Kabar tentang sakitnya ini tersebar begitu cepat di Madinah hingga berita pun sampai kepada Sayyidina Utsman bin Affan yang saat itu tengah menjabat sebagai khalifah. Mendengar kabar ini Sayyidina Utsman bergegas menjenguk lantas bertanya kepada nya, “Wahai Abdullah, katakan kepadaku apa yang engkau butuhkan untuk mengobati sakitmu”. Beliau menjawab, “ Tidak wahai Kholifah, aku tidak membutuhkan apapun, Aku hanya butuh kepastian bahwa ALLAH mengampuniku”.

Mendengar jawaban itu dan melihat kondisinya yang semakin melemah Sayyidina Utsman pun melanjutkan pertanyaannya, “Apakah Engkau membutuhkan hadiah atau harta untuk engkau jadikan sebagai peninggalan untuk anak-anakmu?”. “Tidak Wahai Menantu Rasulullah, aku sama sekali tidak mengkhawatirkan kebutuhan mereka, karena aku telah mengajari mereka untuk membaca Surat Al-Waqi'ah setiap malam. Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah Shollallohu alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa rutin membaca Surat Al-Waqiah di setiap malam maka tidak akan mengalami kefakiran untuk selamanya”. (Lihat Kitab Al-Jauharul lu’luiyyah Syarh Arbain Nawawiyyah halaman 61).

Dalam Riwayat yang lain Nabi juga berpesan,

“Ajarkanlah anak-anak dan keluargamu untuk membaca Surat Al-Waqiah, karena sungguh surat itu adalah surat untuk mendapatkan kekayaan”. (Lihat Kitab Al-Jauharul lu’luiyyah Syarh Arbain Nawawiyyah halaman 61)

Wahai Sobat.. Kenapa Kita Harus Gelisah? KAN ADA WAQIAH
Kita sering gelisah dengan nasib kita atau anak-anak kita sehingga tidak jarang kegelisahan ini membuat kita mengahalalkan segala cara atau meninggalkan perintah ALLAH subhaanahu wa ta’ala. Padahal Nabi telah memberikan jurus pamungkas untuk mendapatkan segala macam kebaikan dan kecukupan dalam hidup.

Yuk, amalkan bareng-bareng! Semoga ALLAH senantiasa melapangkan segala urusan kita, memberi keberkahan dalam hidup kita dan mengihami hati agar selalu bisa bersyukur sehingga selalu merasakan dengan segala yang kita miliki. Ingatlah Saudara-saudariku,

“Kekayaan dan kebahagiaan itu bukan hanya tentang banyaknya harta saja, akan tetapi kekayaan yang sejati itu adalah memiliki jiwa yang selalu merasa cukup” (Hadits Riwayat Imam Muslim).

Wallahul Musta'an

Read More
Kisah MengharukanTentang Ketulusan Seorang Ibu

Kisah MengharukanTentang Ketulusan Seorang Ibu


 
Semoga kita bisa mengambil manfaat dan Itibar dari kisah dibawah ini...

Ibu : Nak, kamu yakin mau pergi?
Dewi : Yakin banget. Udah males dirumah! banyak aturan !
Ibu : Maafin ibu kalo gitu,
Dewi : Udah terlanjur. Aku udah bilang ke teman² dan mereka udah dapet tempat buat aku.
Ibu : Ibu ngelakuin ini untuk kamu, Agar kelak kamu bisa sukses.
Dewi : Aku udah pintar, Aku udah sarjana jadi ibu gak usah ngajarin-ngajarin aku.
Ibu : Yaudah kalo gitu. Jaga diri kamu baik² ya. Maafin ibu.

Menetes air matanya mendengar anak yang dilahirkan sudah pandai bicara, Karna ibunya ingat ia yang mengajari berbicara saat kecil dulu.

Akhirnya dewi pergi dari rumah cuma karna kekesalan terhadap ibunya yang selalu marah² dan mengatur hidupnya.
Dewi : Pak, aku pergi dulu ya. Aku akan baik² aja kok. bapak gak perlu khawatir.
Bapak : Berat rasanya melepasmu nak, kamu baru saja wisuda. langsung meninggalkan rumah seperti ini.
Dewi : Bapak tenang aja dewi akan balik lagi kok setelah sukses nanti. Dewi mau ngejar impian dewi tapi gak disini.

Keputusan yang sudah bulat itu membuat dewi tetap pergi dan bekerja di luar kota. Memang ibunya sangat ketat mengawasi pergaulan dewi, banyak larangan yang ibunya tidak perbolehkan tapi itu semua demi kebaikan anaknya.

Dan dewi merasa nyaman dengan tempat barunya. Diapun berhasil masuk disalah satu perusahaan besar dan menemukan sosok Pria yang ia idamkan.

Beberapa tahun kemudian dewi mengajak pacarnya untuk kerumah orangtuanya.

Sesampai disana ia bertemu dengan bapaknya
Dewi : Pak, aku pulang " bapaknya yang sudah tua dan berkeriput tersenyum bahagia"
Bapak : Anak bapak sudah sukses "sambil membelai rambutnya"
Dewi : Ibu kemana pak? tanya dewi karna tak terlihat didalam rumah yang sederhana itu.
Bapak : Ada. kamu mau ketemu sekarang?
Dewi : Iyaa pak. Memang dimana?
Bapak : Ayo Ikut bapak..
(Dengan wajah bingung dewi mengikuti langkah demi langkah yang tak jauh dari Rumahnya. Dan ternyata tiba di pintu Pemakaman).
Dewi : STOP PAK ! MAKSUDNYA APA?JANGAN BILANG IBU......
Bapak : sang bpk "tersenyum diwajahnya walau nampak berkaca-kaca dimatanya".

Melihat batu nisan yang tertulis nama ibunya, Dewi pun menangis tak terbendung layaknya anak kecil.
Bapak : Nak, selama ini ibu mu mengalami penyakit jantung. tapi ibumu gak mau kalau kamu tau. Makanya ibu mu sedikit keras mendidik kamu karna ibu mu tidak tau sampai kapan bisa menasehatimu.

Ibu mu pengen kamu sukses dan tidak jatuh kepergaulan bebas, tapi kamu malah meninggalkannya.tapi bapak yakin pasti sekarang ibu mu tersenyum disana melihat kamu seperti sekarang.

Dewi tidak bisa berkata-kata, ia hanya menangis dengan penuh penyesalan.
Bapak : Ini ada surat dari ibu yang dititip sebelum meninggal. Dibacalah surat tersebut disamping tanah yang sudah menutupi orang yang telah melahirkannya ke bumi ini.

Ibunya menulis:" Nak, maafkan ibu, yang selalu membuat telingamu berisik karna ibu selalu menasehatimu, maafkan ibu yang selalu melarang kamu pakai pakaian yang seksi, maafkan ibu yang selalu menelfonmu saat kamu dengan teman-temanmu, maafkan ibu yang selalu menyuruhmu makan walau kamu sudah besar, maaf kalau masakan ibu tidak seenak restoran yang suka kamu hampiri. Maaf akhir-akhir ini membuat kamu membenci ibu, ibu tidak ingin kamu merasakan kehilangan arah agar tetap melanjutkan masa depan kamu.

Ibu tau kamu sekarang sudah bahagia, sudah mencapai impian kamu. Semoga kamu mendapatkan suami yang mampu menjaga kamu melebihi ibu menjaga kamu ya nak, ibu bahagia telah melahirkan kamu...

Ya Allah... Ampunilah dosaku, dosa ibu bapakku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi hamba swaktu kecil."Aamiin"

Read More