Syafa'at Qubra Nabi Muhammad Saw Di Hari Kiamat


Ilustrasi gambar : Google Image

Syafaat Qubra Nabi Muhammad SAW - Pada hari kiamat nanti Allah Swt telah mengumpulkan seluruh makhluknya di Padang mahsyar yang pertama diciptakan sampai yang terakhir, yang berada di tujuh lapis langit dan bumi termasuk malaikat, jin, manusia, binatang akan berkumpul dan berdesak-desakan di dataran raksasa yang tidak bertepi, tidak ada lembah, sungai maupun laut.

Kemudian matahari diterbitkan dan didekatkan oleh Allah  tepat di atas kepala , sehingga manusia terpanggang oleh teriknya matahari yang intensitas panasnya telah dinaikkan dan keringat pun mengalir deras, menggenangi padang mahsyar seiring dengan rasa takut yang luar biasa karena mereka akan dihadirkan dihadapan Allah. tapi bagi orang yang beriman, beramal shaleh serta banyak mengerjakan kebaikan akan terlindungi dan diberi naungan dari terik sengatan sinar matahari itu.

Demikian dahsyatnya keadaan dipadang mahsyar dan begitu lamanya menunggu penantian keputusan Tuhan semesta alam Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga manusia mengalami kesusahan dan mencapai kekritisan, yang mereka rasa tidak mampu lagi dan tidak bisa menanggungnya, Penderitaan itu semakin memuncak sehingga ada diantara orang kafir berkata" Ya Tuhanku! bebaskanlah aku dari keadaan ini meski aku dilempar kedalam api neraka sekalipun".

Baca juga : Keadaan Manusia Di Padang Mahsyar

Maka sebagian manusia berkata kepada yang lainnya: "Tidakkah kalian melihat keadaan kalian sekarang? Tidakkah kalian melihat yang telah menimpa kalian? Tidakkah kalian mencari orang yang dapat memintakaan syafa'at untuk kalian kepada Allah?" agar segera diputuskan apakah kita pergi ke Neraka atau ke Syurga".

Sebagian lainnya berkata : "Mari (kita) datangi Adam!" Lalu mereka berbondong-bondong menemui Nabi Adam dimana Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan, dan setelah menemui Adam mereka berkata: "Wahai Adam! Engkau adalah bapak (seluruh) manusia. Allah menciptakanmu dengan tanganNya dan meniupkan kepadamu dari ruh-ruhNya, serta memerintah para malaikat untuk sujud, dan malaikat pun sujud kepadamu. Mintalah kepada Rabb-mu syafaat untuk kami! Tidakkah engkau melihat keadaan kami? Tidakkah engkau lihat sampai sedemikian beratnya (yang menimpa kami)?" mintalah agar segera diputuskan apakah kami pergi ke Neraka atau ke Syurga".

Adam pun menjawab : "Sungguh, Rabb-ku telah murka pada hari ini, dengan kemurkaan yang belum pernah ada yang seperti ini sebelumnya, dan tidak juga setelahnya. Sesungguhnya aku sibuk dengan dosa-dosaku Dia telah melarangku dari sebuah pohon, lalu aku langgar. Pergilah kepada Nuh,"

Maka mereka pun berbondong-bondong menemui Nuh dan berkata : "Wahai Nuh! Engkau adalah rasul pertama (yang Allah utus) di bumi dan Allah menamakanmu hamba yang bersyukur. Maka mintakanlah untuk kami syafa'at kepada Rabb-mu, Tidakkah engkau melihat keadaan kami? Tidakkah engkau lihat sampai sedemikian beratnya (yang menimpa kami)?" mintalah agar segera diputuskan apakah kami pergi ke Neraka atau ke Syurga".

Nuh pun berkata kepada mereka: "Sungguh, Rabb-ku telah murka pada hari ini dengan kemurkaan yang belum pernah ada yang seperti ini sebelumnya, dan tidak juga setelahnya. Sesungguhnya, aku sibuk dengan kesalahanku. Aku pernah mendoakan agar kaumku dimusnahkan. Aku malu dengan Tuhanku. Pergilah kalian kepada Ibrahim!"

Kemudian, mereka pun berbondong-bondong mendatanginya dan berkata : "Engkau adalah nabi dan kekasih Allah dari penduduk bumi. Maka mintakanlah syafa'at kepada Rabb-mu untuk kami! Tidakkah engkau melihat keadaan kami? Tidakkah engkau lihat sampai sedemikian beratnya (yang menimpa kami)?" mintalah agar segera diputuskan apakah kami pergi ke Neraka atau ke Syurga".

Ibrahim pun berkata kepada mereka : "Sungguh, Rabb-ku telah murka pada hari ini dengan kemurkaan yang belum pernah ada yang seperti ini sebelumnya, dan tidak juga setelahnya," Sesungguhnya aku pernah berbohong di dalam usiaku sebanyak tiga pembohongan di dalam Islam. Aku takut dengan Tuhanku "Pergilah menemui selain aku. Pergilah kepada Musa!"

Mereka kemudian berbondong-bondong mendatangi Musa dan berkata : "Wahai Musa! Engkau adalah rasulullah. Allah memuliakan engkau atas sekalian manusia dengan kerasulan dan pembicaraanNya. dan engkau pernah diijinkan berbicara langsung dengan Allah Swt, Maka mintakanlah syafa'at untuk kami kepada Rabb-mu. Tidakkah engkau melihat keadaan kami? Tidakkah engkau lihat sampai sedemikian beratnya (yang menimpa kami)?" mintalah agar segera diputuskan apakah kami pergi ke Neraka atau ke Syurga".

Musa pun berkata kepada mereka: "Sungguh, Rabb-ku telah murka pada hari ini dengan kemurkaan yang belum pernah ada yang seperti ini sebelumnya, dan tidak juga setelahnya. Aku sibuk dengan kesalahanku. Aku pernah membunuh seorang jiwa tanpa hak. Aku membunuhnya bukan dari kemahuanku sendiri. Aku dapati dia melampaui batas terhadap seorang lelaki Islam. Aku ingin memukulnya. Aku terperanjat kerana menyakitinya lalu menumbuk lelaki tersebut. Ia jatuh lalu mati. Aku takut terhadap tuntutan dosaku ! Pergilah kalian kepada selain aku. Pergilah kepada Isa!"

Mereka pun kemudian berbondong-bondong  menemui Isa dan berkata : Wahai Isa! Engkau adalah rasulullah dan engkau berbicara kepada manusia ketika bayi, dan (engkau adalah) kalimat Allah yang diberikan kepada Maryam, serta ruh dariNya. Maka mintakanlah syafa'at untuk kami kepada Rabb-mu! Tidakkah engkau melihat keadaan kami? Tidakkah engkau lihat sampai sedemikian beratnya (yang menimpa kami)?" mintalah agar segera diputuskan apakah kami pergi ke Neraka atau ke Syurga".

'Isa pun berkata kepada mereka : Sungguh, Rabb-ku telah murka pada hari ini dengan kemurkaan yang belum pernah ada yang seperti ini sebelumnya, dan tidak juga setelahnya". Beliau  menyebut dosanya. (Lalu berkata),"Pergilah kepada selain aku. Pergilah kepada Muhammad!"

Lalu mereka berbondong-bondong menemui Nabi Muhammad Saw dan berkata : "Wahai Muhammad! Engkau adalah rasulullah dan penutup para nabi, serta orang yang telah diampuni dosanya yang lalu dan akan datang. Maka mintakanlah syafa'at kepada Rabb-mu untuk kami. Tidakkah engkau melihat keadaan kami? Tidakkah engkau lihat sampai sedemikian beratnya (yang menimpa kami)?" mintalah agar segera diputuskan apakah kami pergi ke Neraka atau ke Syurga".

Maka Rasulullah Saw segera pergi menemui Tuhan sang pencipta alam semesta Allah Swt. Sebagaimana Sabda beliau :

Lalu mereka mendatangiku. Kemudian mereka mengatakan, “Engkau adalah utusan Allah, penutup para Nabi, Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan akan datang. Berilah syafa’at untuk kami kepada Rabbmu. Tidakkah engkau melihat keadaan kami? Tidakkah engkau melihat yang telah tertimpa pada kami?” Kemudian aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) pergi menuju bawah ‘Arsy. Lalu aku bersujud kepada Rabbku. Kemudian Allah memberi ilham padaku berbagai pujian dan sanjungan untuk-Nya yang belum pernah Allah beritahukan kepada seorang pun sebelumku. Kemudian ada yang mengatakan, ‘Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah pasti engkau akan diberi, berilah syafa’at pasti akan dikabulkan’. Lalu aku mengangkat kepalaku. Kemudian aku berkata, ‘Wahai Rabbku, umatku, umatku.’ Maka dikatakan, ‘Wahai Muhammad, suruhlah umatmu yang tidak dihisab untuk masuk ke surga melalui salah satu pintu surga di sisi kanan sedangkan pintu-pintu yang lain adalah pintu surga bagi semua orang. Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya. Sesungguhnya di antara dua daun pintu di surga, bagaikan jarak Makkah dengan Hajar atau bagaikan jarak Makkah dengan Bashroh. (HR. Muslim no. 501)

Setelah itu maka dimulailah hisab atau hari pengadilan, manusia menghadapi peristiwa lainnya, yaitu berupa pemaparan lembaran amalan, timbangan (mizan) dan lainnya.


Perhatikanlah makhluk yang paling utama dan penutup para Nabi -yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam-, jika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin memberi syafa’at kepada orang-orang yang mengalami kesulitan di padang mahsyar pada hari kiamat, beliau tersungkur dan bersujud di hadapan Allah, beliau memohon kepada-Nya dan menyanjung-Nya. Beliau tidaklah berhenti bersujud sampai dikatakan padanya,

“Angkatlah kepalamu. Mintalah pasti engkau akan didengar. Berilah syafa’at pasti akan dikabulkan“.

Subhanallah,, Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita dan menjadi bagian dari golongan yang mulia dan mendapat syafa'at dari junjungan besar Nabi Muhammad Saw kelak. Amin ya Rabbal Alamin,,

Wallahu a’lam bish-shawab  (Hanya Allah yang Maha tahu kebenarannya/ kesesuaiannya).


Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Syafa'at Qubra Nabi Muhammad Saw Di Hari Kiamat"