Kepanikan Manusia Diatas Titian Shirath

Ilustrasi gambar : google com

Jembatan Shirotol Mustaqim Di Akirat- Suatu peristiwa yang dahsyat diakhirat adalah Melewati jembatan As Shirath , Setelah melewati masa yang begitu lama  di padang Mahsyar dan habis masa penghakiman, kemudian makhluk yang telah dihisab digiring untuk melalui titian Shirath yang terbentang menuju ke surga yang berada diatas Neraka Jahannam.


Ash-Shirath ( الصراط) secara bahasa ( etimologi ) berarti jalan . Sedangkan menurut istilah syar'i (terminologi) adalah jembatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam yang akan dilewati ummat manusia menuju surga sesuai dengan amal perbuatan mereka didunia, Ash-Shirāth adalah jembatan (titian) yang terbentang di atas permukaan neraka Jahannam yang sangat licin, memiliki kait, cakar dan duri.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:

” Ash-shirat dibentangkan diatas punggung jahannam. Aku dan umatku yang pertama kali melewatinya. Hanya para rasul yang berhak berbicara pada hari itu. Do’a para rasul adalah :”Ya, Allah selamatkanlah mereka, selamatkanlah mereka”. Diatas Jahannam itu terdapat jangkar-jangkar yang bagaikan duri sa’dan. Tahukah kalian apa duri Sa’dan itu? [Sa'dan adalah sejenis tumbuhan yang dipenuhi dengan duri pada segala sisinya--penulis] Kami menjawab: Ya.Sungguh ia seperti duri Sa’dan. Hanya Allah sajalah yang mengetahui besarnya. Mereka semua akan diperlakukan sesuai dengan amal perbuatan mereka” (HR. Bukhari, kitabu riqaaq bab: Ash-Shirat adalah jembatan diatas Jahannam. Muslim no.182, kitabul Iman).

Orang yang pertama kali melewatinya adalah Nabi kita Muhammad saw, kemudian Muhammad berdiri di tepi shirath seraya berdoa, “Ya Rabbi, selamatkanlah, selamatkanlah!” [Diriwayatkan oleh Imam Muslim] Jika ada umat-Nya yang pernah menyekutukan Allah dengan kesyirikan besar dan belum bertaubat sebelum kematiannya, akan mengakibatkan kekekalan di dalam neraka.

Adapun orang-orang kafir dengan berbagai jenisnya, musyrikin, penyembah berhala, atheis dan yang lainnya, mereka itu akan langsung dimasukkan ke dalam neraka dan akan dibukakan ketujuh pintu Jahannam bagi mereka. Sesuai dengan surah Az Zumar: 71,

“Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya. (Az-Zumar [39]:71)”

dan Surah Al-Hijr [15]:44,:

“Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.(Al-Hijr [15]:44)

Baca juga : Sejuknya Telaga Nabi Muhammad SAW Untuk Orang Beriman Di Akhirat Kelak.

Wujud shirath

Dalam sebuah hadits panjang riwayat  Muslim dari Abu Hurairah radiyallahu anhu., Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam bersabda yang artinya :

“Dan diletakkan sebuah jembatan di atas neraka jahannam, lalu aku dan umatku menjadi orang pertama yang meniti di atasnya. Rasul-rasul berdoa pada hari itu : ‘Ya ALLAH, selamatkan, selamatkan.’ Di kanan kirinya ada pengait-pengait seperti duri pokok Sa’dan. Pernahkah kalian melihat duri pokok Sa’dan?” Para sahabat menjawab, “pernah, wahai Rasulullah.”

Baginda melanjutkan : “Sesungguhnya pengait itu seperti duri pohon Sa’dan, namun hanya ALLAH TA'ALA yang tahu besarnya. Maka ramai manusia yang disambar dengan pengait itu sesuai dengan amal perbuatannya di dunia.”

Suasana pada saat itu pastinya mengerikan. Suara teriakan, jeritan meminta tolong, tangisan, dan ketakutan terdengar dari pelbagai arah. Lebih mengerikan suara gemuruh api neraka dari bawah sirat yang siap menelan orang terjatuh ke dalamnya. Tidak henti-henti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam dan nabi-nabi yang lain termasuk juga malaikat berdoa untuk keselamatan manusia,

“Ya ALLAH, Selamatkan, Selamatkan.”

Setiap muslim wajib menjadikan kepercayaan kepada perkara ini sebagai aqidahnya. Berkenaan dengan sifat titian ini,

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam pernah bersabda mafhumnya : “Ia ialah sebuah jalan yang sangat licin, kaki sulit sekali berdiri di atasnya.” (Riwayat  Muslim dari Abu Said Al-Khudri)

Bagaimana jarak perjalalan diatas Shirath?

Muhammad pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah telah menciptakan shirath yang berada di atas neraka, yaitu jembatan yang terletak di tengah-tengah neraka Jahannam yang sangat licin dan dapat menggelincirkan. Jembatan ini mempunyai 7 gardu (pos), yang setiap gardu jaraknya sama dengan perjalanan 3000 tahun, seribu tahun berupa tanjakan yang tinggi, seribu tahun berupa dataran, dan seribu tahun berupa lereng yang curam. Dia lebih kecil dan lembut dari pada rambut, lebih tajam dari pada pedang, dan lebih gelap dibandingkan malam yang pekat. Setiap gardu mempunyai 7 cabang, setiap cabang bentuknya bagai panah yang ujungnya tajam. Duduklah setiap hamba di atas setiap gardu tersebut dan ditanyakan kepadanya tentang perintah-perintah Allah."

Beberapa pertanyaan diatas Shirath

Selama perjalanan di shirath, setiap seorang hamba akan ditanyakan tentang apa saja yang telah ia kerjakan selama hidupnya. Pertanyaan disetiap pos adalah sebagai berikut:

Pos pertama iman,

Pos kedua salat,

Pos ketiga zakat,

Pos keempat puasa,

Pos kelima haji dan umroh,

Pos keenam wudhu' dan mandi junub,

Pos ketujuh tentang sikap terhadap kedua orang tua, menyambung tali persaudaraan  dan penganiayaan terhadap sesama makhluk hidup.

Jika seorang hamba lolos dari semua pertanyaan-pertanyaan ini, maka mereka akan lewat dan jika tidak, maka ia akan dilemparkan ke dalam neraka dibawahnya. Dalam suatu riwayat diceritakan: Sesungguhnya ketika manusia melewati jembatan, maka api neraka berada di bawah telapak kaki mereka, ada yang berada di atas kepala mereka, ada yang berada di sebelah kanan dan kiri mereka, serta ada yang berada di belakang dan di depan mereka. Allah berfirman dalam Surah Maryam:

“...dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu, hal itu bagi Tuhanmu adalah kepastian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut." (Maryam [18]:71-72).”

Sedangkan api neraka itu selalu menjilat tubuhnya, mulai dari kulit sampai dagingnya, sehingga orang yang lewat di atas jembatan itu bagaikan arang yang hitam, kecuali orang-orang yang selamat dari api neraka. Sebagian mereka ada yang melewati neraka tanpa disertai rasa takut terhadap apapun dari kesulitan dan tidak pula merasakan panasnya, hingga ia berkata pada akhir perjalanannya: "Dimanakah jembatan itu ?" Lalu dikatakan kepadanya: "Telah engkau lalui jembatan itu tanpa kesusasahan berkat rahmat Allah."

Sepuluh golongan manusia di shirath

Dari Abi Said Al-Khudriy radiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam : “…Maka orang mukmin akan melaluinya seperti kerdipan mata; (ada yang) seperti kilat dan taufan, seperti burung, seperti kuda dan tunggangan yang terbaik; maka yang berjaya selamat sampai, yang tersiat dihantar, yang terkait berada dalam neraka…” Sebahagian dari hadith riwayat Muslim

Rasulullah SAW bersabda dalam (Shahih, HR. Muslim) artinya:

“Lalu diutuslah amanah dan rahim (tali persaudaraan) keduanya berdiri di samping kiri-kanan shirath tersebut. Orang yang pertama lewat seperti kilat”. Aku bertanya: “Dengan bapak dan ibuku (aku korbankan) demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat?” Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Tidakkah kalian pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata? Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung dan seperti kuda yang berlari kencang. ”

Kaum Muslim akan dibentangkan shirath bagi mereka di atas Jahannam sehingga mereka melintasi di atasnya dengan kecepatan sesuai dengan kadar keimanan mereka waktu didunia. Manusia yang pertama kali menginjakkan kakinya di shirath adalah Muhammad, dia akan memimpin kumpulan-kumpulan umatnya. Kumpulannya terbagi menjadi 10 bagian, yaitu:
   
Kumpulan kesembilan dan kesepuluh tertinggal di atas shirath, mereka tidak diizinkan untuk menyeberang.

Dikatakan bahwa, di pintu surga, ada pokok yang mempunyai banyak dahan. Bilangan dahannya tidak terkira hanya Allah saja yang mengetahui. Di atasnya ada anak-anak yang telah mati semasa di dunia ketika umur mereka belum baligh (dewasa). Apabila mereka melihat orang tua mereka, mereka menyambutnya dan mengiringi mereka memasuki surga. Mereka memberikan gelas-gelas dan cerek serta tuala dari sutera.

Sungguh suasana peristiwa itu sangatlah mencekam. hingga Nabi Muhammad SAW menyampaikan bahwa jika saat menyeberangi jembatan di atas neraka Jahanam itu seseorang tidak akan ingat orang lainnya sebab setiap orang sibuk memikirkan dirinya masing-masing.

Subhanallah,, sungguhlah dahsyat perkara itu, moga kita termasuk golongan yang mampu menyeberangi Jembatan Jembatan Sirotol Mustaqim dan dimasukkan kedalam surganya, amin ya Allah.

Baca juga : Delapan Pintu Surga Yang Dirindukan

Wallahu a’lam bish-shawab  (Hanya Allah yang Maha tahu kebenarannya/ kesesuaiannya).


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kepanikan Manusia Diatas Titian Shirath"

Post a Comment