Tips Dan Cara Menggapai Sifat Qana'ah



Qana’ah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari dari rasa tidak puas dan perasaan kurang. Orang yang memiliki sifat qana’ah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada didirinya adalah kehendak allah dan selalu mensyukuri pemberian Allah swt. Seorang muslim yang memiliki sifat qana’ah akan selalu berlapang dada, berhati tenteram, merasa kaya dan berkecukupan, dan bebas dari keserakahan.

Adapun cara kita untuk menggapai sifat Qana'ah agar terhindar dari sifat serakah adalah sebagai berikut :

1. Dengan Memperkuat Keimanan Kita Kepada Allah SWT.
Dengan memperkuat dan mempertebal keimanan kita pada Allah SWT, maka kita otomatis akan mampu mengurangi rasa tamak pada dunia dan seisinya ini. Tingkat keimanan seseorang pada Allah SWT akan berbanding lurus dengan sikap Qanaahnya (semakin tinggi tingkat keimanan seseorang tersebut, maka semakin memuncak pula tangga Qanaahnya tersebut).

2. Dengan Merenungi Ayat-Ayat Al-Qur’an
Hal ini sangat penting untuk menambah tingkat Qanaah, terutama mengkaji dan merenungi ayat-ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan masalah rezeki dan usaha, sebagaimana Firman Allah SWT:

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Apa saja yang Allah SWT anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada (seorang pun) yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada (seorang pun) yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah (Allah SWT) Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana” (QS. Fatir: 2).

3. Meyakini Bahwa Setiap Rezeki Sudah Ada Alamatnya
Sebagai seorang Muslim, kita seharusnya yakin bahwa rezeki kita sudah tertulis sejak diri kita berada dalam kandungan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda:

”Kemudian Allah SWT mengutus kepadanya (janin) seorang malaikat, lalu ia diperintahkan menulis empat kalimat (ketetapan). Maka, ditulislah : “Rezekinya”, “Ajalnya”, “Amalnya”, “Celaka dan Bahagianya”.“ (HR. Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)

4. Sering Memohon Untuk Diberikan Sifat Qanaah kepada Allah SWT
Baginda Rasulullah SAW adalah manusia paling Qanaah, Beliau adalah manusia yang paling Ridha dengan apa yang ada, dan Beliau yang paling banyak Zuhudnya. Beliau juga seorang yang paling kuat iman dan keyakinannya. Akan tetapi demikian, Beliau masih meminta kepada Allah SWT supaya Beliau diberikan sifat Qanaah, sebagaimana beliau berdoa:

“Ya.. Allah.., berikanlah aku sikap Qanaah terhadap apa yang Engkau rezekikan kepadaku, berikanlah pemberian itu dan gantilah dari sehala yang luput (hilang) dariku dengan yang lebih baik” (HR. Al-Hakim, Beliau menshahihkannya dan disetujui oleh Adz-Dzahabi).

5. Mengetahui Hikmah Perbedaan Rezeki
Diantara hikmah perbedaan rezeki pada manusia adalah supaya terjadi dinamika kehidupan manusia di muka bumi. Antara si kaya dan si miskin akan terjadi saling tukar manfaat, tumbuh aktivitas perekonomian, dan berinteraksi saling membantu. Allah SWT berfirman:

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu…? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Q.S. Az-Zuhkruf : [32]).

6. Menyadari Bahwa Rezeki Tidak Diukur Dengan Kepandaian
Kita haruslah menyadari betul bahwasanya rezeki seseorang itu tidak hanya tergantung pada kecerdasan akal semata. Dan rezeki itu juga bukan hanya bergantung pada banyaknya aktivitas dan keleluasan ilmu saja, ya… meskipun hal itu merupakan salah satu penyebabnya. Akan tetapi, Kesadaran mengenai hal ini tentunya akan menjadikan seseorang tersebut bersikap Qanaah, terutama ketika melihat orang yang lebih bodoh, ketika melihat yang lebih rendah pendidikannya dan bahkan tidak mempunyai pengalaman sedikitpun, namun mampu mendapatkan rezeki lebih banyak darinya. Sikap ini tidak akan memunculkan kedengkian.

7. Melihat Ke Bawah Dalam Hal Dunia
Dalam urusan dunia, hendaknya kita melihat kepada yang lebih rendah, tidak melihat kepada yang lebih tinggi. Sebagaimana Baginda Rasulullah SAW bersabda:

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah (kamu) melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Hal yang demikian lebih layak agar kalian itu tidak meremehkan nikmat Allah SWT” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

8. Membaca Kehidupan Para Salaf
Maksudnya adalah kita melihat bagaimana keadaan mereka dalam menyikapi kehidupan dunia ini, bagaimana menyikapi kezuhudan dan sikap Qanaah mereka terhadap apa yang mereka peroleh meskipun hanya sedikit. Diantara mereka ada yang memperoleh harta melimpah, Namun mereka justru memberikannya kepada yang lain dan yang lebih membutuhkan.

9. Menyadari Beratnya Tanggung Jawab Harta
jika harta ini tidak diperoleh dan dibelanjakan dengan cara baik menurut syariat Islam, maka harta ini akan mengakibatkan keburukan dan mengakibatkan bencana bagi si pemiliknya. Ketika seorang hamba ditanya tentang umur, badan, dan ilmunya, maka ia hanya akan ditanya dengan satu pertanyaan, yakni : Untuk apa?. Adapun mengenai Harta, maka ia akan ditanya dua kali, yakni: Dari mana memperolehnya dan kemana membelanjakannya?.

Saudaraku, Hal ini telah menunjukkan betapa beratnya hisab orang yang diberi amanah harta yang banyak tersebut, sehingga dia harus dihisab lebih lama dibandingkan orang yang lebih sedikit hartanya.

10. Orang Fakir dan Kaya Sama Saja Di Sisi Allah SWT
Tak ada perbedaan antara orang yang kaya dan miskin. Sebab, orang kaya tidak mungkin memanfaatkan seluruh kekayaannya dalam satu waktu. Dia tidak makan kecuali sebanyak yang dimakan orang kafir.
Bahkan jika Allah berkehendak bisa jadi orang fakir makan lebih banyak. Andaikan orang kaya memiliki seratus potong baju, dia juga hanya akan memakai sepotong saja, sama dengan yang dipakai oleh orang Fakir.

Semoga kita menjadi orang yang diberikan oleh Allah sifat Qanaah tersebut. Aamiin,,


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips Dan Cara Menggapai Sifat Qana'ah"

Post a Comment