Kisah Hikmah - Tulisan Diatas Kertas Kosong.

Kisah Hikmah - Tulisan Diatas Kertas Kosong.


Sepasang suami istri sedang makan malam,  sang Suami membuka pembicaraan.

Suami : “Istriku sayang, bolehkah aku usul ???”

Istri : “Boleh suamiku sayang, silahkan !!! ”.

Suami : “Saya ingin kita menulis kekurangan pasangan kita masing2 di kertas kosong... agar kita bisa saling intropeksi diri. tapi janji, tidak ada yang boleh tersingung. Bagaimana sayang” ???

Istri : “Baik suamiku...”

Sambil tersenyum simpul Sang Suami kemudian pergi mengambil 2 lembar kertas kosong dan 2 pulpen.

Tiga Puluh menit kemudian...
Istri : “Sayang saya sudah selesai menulisnya... apakah engkau juga sudah??? ”

Suami : “Iya , saya juga sudah selesai !!!”.

Istri : “Baiklah, sekarang tukar kertas kita. Jangan dibuka dulu. Nanti kita baca secara terpisah.

Suami : “Iya sayang!!! ” Sambil kecup istri.

Istri : “Suamiku, Silahkan buka kertasnya dan baca di kamar. saya akan mbaca di dapur"

Istri langsung membuka kertas & membacanya.
Setiap membaca tulisan mengenai kekurangannya, air matanya tidak bisa dibendung, mengalir di setiap sudut matanya. Karena ternyata begitu banyak kekurangan pada dirinya.

Sementara itu, di kamar sang suami juga membuka kertas. Tak lama kemudian sang suami menghampiri istrinya di dapur dengan raut muka masam,

Suami : “Bagaimana istriku, engkau telah membacanya ???”

Istri : “Sudah suamiku, maafkan aku yang tidak bisa sempurna mendampingimu … maafkan aku,” air matanya semakin deras mengalir

Suami : “Iya istriku, tapi mengapa engkau tidak menulis apapun dikertas itu ??? Padahal aku telah menulis segala kekuranganmu...”

Istri : “Suamiku tercinta, tahukah engkau ... aku mencintaimu apa adanya… Shg aku melihat kekuranganmu adalah kelebihanmu dan aku tahu DIA menciptakan setiap manusia dengan berbagai kekurangannya, untuk itu aku sebagai istrimu akan menjadi pelengkap untuk menutupi kekurangan suamiku... aku mencintaimu karena DIA memilihmu sebagai pendampingku”.

Sambil menangis dan berbisik lirih di telinga sang Suami, Sang Suami pun tak sanggup menahan tangis mendengar ucapan dari sang istri yang begitu sangat mencintainya.

Banyaknya pertengkaran suami istri sebab utamanya adalah EGOIS saling menuntut cinta, saling meminta diperhatikan, saling minta disayang, gengsi meminta maaf duluan jika melakukan kesalahan, tidak mau berlomba memberi yang terbaik duluan, yang berakibat hilangnya rasa syukur dan rasa menerima apa adanya.

Mari kita cintai pasangan kita apa adanya Dan BUKAN ada apanya. Terimalah pasangan kita yang sudah Allah pilihkan untuk Jodoh kita,

Tidak ada manusia yang sempurna, Tiada juga Istri atau Suami yang serba sempurna tapi bila kau mendambakan kehidupan yang sempurna maka  Cintailah Suamimu/Istrimu dengan cara yang Sempurna...

JIKA ANDA MENCARI YANG SEMPURNA, MAKA ANDA AKAN KEHILANGAN YANG TERBAIK" !

Semoga bermanfaat..


(sumber dari sahabat medsos)



Read More
Zenazah Ini Telah Dibacakan Sholawat 70 Ribu Malaikat!

Zenazah Ini Telah Dibacakan Sholawat 70 Ribu Malaikat!


Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. : Pada suatu pagi Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik r.a. melihat suatu keanehan. Bagaimana tidak, matahari terlihat begitu redup dan kurang bercahaya seperti biasanya.
Read More
Jangan Biasakan Langsung Tidur Setelah Makan Sahur Jika Tidak Ingin Ini Yang Terjadi!

Jangan Biasakan Langsung Tidur Setelah Makan Sahur Jika Tidak Ingin Ini Yang Terjadi!


Di bulan puasa, habis sahur memang ngantuk karena perut terisi, tapi jangan langsung tidur, sebab:
Ketika tidur semua organ dalam tubuh akan melambat metabolisme nya, seperti usus dan lambung akan lambat dalam mencerna makanan, akibatnya makanan tidak tercerna dengan sempurna, makanan yg tidak tercerna dgn sempurna akan di "makan" oleh bakteri buruk.

Jumlah bakteri buruk di lambung & usus menjadi dominan, dimana sifat bakteri ini:
Read More
Kisah Hikmah - Lemparan Batu Kecil

Kisah Hikmah - Lemparan Batu Kecil


Seorang mandor bangunan yg berada di lt 5 ingin memanggil pekerjanya yg lagi bekerja di bawah
Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.
Read More
Luar Biasa!! Bahkan Malaikat Jibril Pun Menangis, Baca Selengkapnnya.

Luar Biasa!! Bahkan Malaikat Jibril Pun Menangis, Baca Selengkapnnya.



Malaikat Jibril bercerita tentang api neraka,bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala, telah menyalakan api neraka itu selama 1.000 tahun, sehingga apinya menjadi merah padam bernyala-nyala..

Lalu dipanaskan lagi 1.000 tahun,lantaran suhu panasnya,api itu berubah warna menjadi putih..
Read More
Inilah Amalan Yang Dapat Menunda Kematian

Inilah Amalan Yang Dapat Menunda Kematian


Kematian memang di tangan (kuasa) Allah. Tetapi mempercepat dan melewatkan kematian adalah hak Nya juga. Maka ada satu perkara yang boleh membuat kematian menjadi sesuatu yang boleh ditunda. Bagaimana caranya dan mengapa bisa terjadi?
Read More
Kisah Beberapa Orang Yang Telah Mendapat keajaiban Dari Sholat Hajat

Kisah Beberapa Orang Yang Telah Mendapat keajaiban Dari Sholat Hajat


Inilah beberapa kisah Mereka yang mendapatkan keajaiban Sholat Hajat

A. Menghidupkan Keledai yang Mati

Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)

B. Tercapainya Seluruh Hajat
Di dalam kitab Hasyiyatu Ibnu ‘Aabidiin, disebutkan bahwa di dalam shalat hajat, pada rakaat pertama dibaca surah Al-Fatihah dan ayat Kursi tiga kali kemudian pada tiga rakaat sisanya dibaca surah Al-Fatihan dan Al-Ikhlash, Al-Falak, dan An-Nas satu kali. Maka itu sebanding dengan Lailatul Qadr . Guru-gurunya melaksanakan shalat ini, dan tercapai seluruh hajatnya.

C. Dikabulkan Permintaannya Oleh Khalifah Utsman bin Afan
Dalam kitab Mu’jamu ash-Shoghir wal Kabiir, Imam Thabrani menceritakan:
Ada seorang laki-laki memiliki kebutuhan (hajat), kemudian ia memintanya kepada Amirulmukminin Utsman bin Afan, tetapi Utsam bin Afan tidak memberikan apa yang dimintanya. Kemudian ia bertemu seseorang, yaitu Utsman bin Hunaif. Lalu ia mengadukan permasalannya kepadanya. Akhirnya, Utsman bin Hunaif menyuruhnya untuk melaksanakan shalat hajat, sebagaimana yang telah diajarkan –tata caranya– dalam hadits. Kemudian, ia pun mengerjakannya. Setelah itu, ia pun datang kembali menemui Utsam bin Afan. Tidak disangka, Utsam bin Afan memuliakannya dan mengabulkan permintaan laki-laki tersebut. Dengan kejadian itu, ia pun menemui Utman bin Hunaif (yang telah mengajarkannya shalat hajat) dan mengucapkan terima kasih kepadanya.

D. Ditolong Oleh Gubernur Thulun –Mesir–
Abu Al-Hasan As-Shaffar Al-Faqih berkata dan menceritakan,
Suatu ketika, kami bersama Al-Hasan bin Sufyan An-Naswi. Banyak orang-orang terhormat yang mengunjunginya dari berbagai negeri yang jauh untuk mengikuti majelis taklimnya, guna menuntut ilmu dan mencatat riwayat hadits.

Suatu hari, ia pergi menuju majelisnya, tempat ia menyampaikan riwayat-riwayat hadis, lalu ia berkata, “Dengarkanlah apa yang akan aku sampaikan kepada kalian sebelum kita memulai pelajaran. Kami memaklumi bahwa kalian adalah sekelompok orang yang diberikan banyak kenikmatan dan termasuk orang-orang yang terpandang. Kalian tinggalkan negeri kalian, berpisah dari kampung halaman dan teman-teman, hanya demi menuntut ilmu dan mencatat riwayat hadits. Kalian tidak menyadari bahwa kalian telah menempuh semua kesulitan ini demi ilmu, atau telah menanggung apa yang telah kalian tanggung, yaitu berupa kesusahan dan kelelahan yang menjadi salah satu konsekuensinya. Sesungguhnya aku ingin menceritakan kepada kalian sebagian kesulitan yang aku alami di dalam menuntut ilmu, serta bagaimana Allah SWT memberikan jalan keluar untukku dan para sahabatku –dengan keberkahan ilmu dan kemurnian aqidah– dari segala kesempitan dan kesulitan. Ketahuilah, sejak muda aku telah meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu dan mencatat riwayat hadits.

Takdir membawaku sampai ke Maroko, kemudian menuju Mesir, bersama tujuh orang sahabatku sesama penuntut ilmu dan pendengar hadits. Kami lalu berguru kepada seorang guru, ulama yang paling menonjol pada waktu itu. Paling banyak meriwayatkan hadits, paling mengetahui sanad-sanadnya, dan paling otentik periwayatan hadisnya. Ia menjelaskan hadis setiap hari sedikit demi sedikit, sehingga memakan waktu yang cukup lama. Akibatnya, kami menjadi kehabisan bekal. Kondisinya sampai memaksa kami untuk menjual barang-barang yang kami bawa, berupa baju dan celana. Akhirnya, tidak ada lagi milik kami yang tersisa untuk memperoleh biaya makan satu hari pun.

Tiga hari tiga malam kami lalui tanpa dapat mencicipi sesuatu apa pun. Sampai pada suatu pagi di hari keempat, tak satu pun di antara kami yang dapat bergerak karena kelaparan. Kondisinya memaksa kami harus menahan rasa malu dan mengorbankan muka kami untuk meminta-minta, padahal diri kami menolak dan hati kami merasa keberatan.

Setiap orang dari kami menolak melakukan hal itu, namun situasi dan kondisinya benar-benar memaksa untuk meminta-minta. Akhirnya, semuanya sepakat untuk menuliskan nama-nama kami di atas sebuah kain dan meletakkannya di atas air, barangsiapa yang namanya muncul ke permukaan, maka ia yang harus pergi meminta dan mencari makanan untuk dirinya serta sahabat-sahabatnya.

Kain yang tertulis dengan namaku kemudian muncul ke permukaan. Aku bingung dan terkejut, dalam hatiku menolak untuk meminta-minta dan menanggung hina. Lalu, aku bergegas pergi ke satu sudut masjid untuk melakukan shalat dua rakaat dalam waktu cukup lama. Berdoa kepada Allah SWT dengan nama-nama-Nya yang Mahaagung dan kalimat-kalimat-Nya yang Mahamulia, agar menghilangkan kesusahan ini dan memberikan jalan keluarnya.

Belum selesai aku melakukan shalat, seorang pemuda tampan tiba-tiba masuk ke dalam masjid dengan pakaian bersih dan bau yang wangi, diikuti oleh seorang pengawal yang memegang sebuah sapu tangan.

Ia bertanya, “Siapa di antara kalian yang bernama Al-Hasan bin Sufyan?”

Aku mengangkat kepalaku dari sujudku, lalu menjawab, “Aku Al-Hasan bin Sufyan, apa yang Anda inginkan?”

Ia menjawab, “Sesungguhnya sahabatku, Gubernur Ibnu Thulun menyampaikan salam hormat dan permohonan maafnya atas kelalaiannya di dalam memberikan perhatian mengenai kondisi kalian, juga atas kelalaian yang terjadi di dalam memenuhi hak-hak kalian. Ia mengirimkan sejumlah bekal untuk hari ini. Sedangkan besok, ia sendiri yang akan mengunjungi kalian untuk meminta maaf secara langsung.”

Pemuda tersebut memberikan di tanganku masing-masing sebuah pundi berisi uang seratus dinar. Aku heran dan kebingungan.

Maka, aku berkata kepada pemuda tersebut, “Ada kisah apakah dibalik ini semua?”

Ia berkata, “Aku adalah salah seorang pelayan khusus Gubernur Ibnu Thulun.
Pagi tadi, aku menemuinya bersama sejumlah sahabat yang lain, lalu gubernur mengatakan kepadaku, “Hari ini aku ingin menyendiri, maka pulanglah kalian ke rumah masing-masing!”

Aku pun pulang bersama yang lainnya. Sesampainya di rumah, belum sempat aku duduk, seorang utusan gubernur mendatangiku dengan tergesa-gesa, memintaku untuk kembali. Aku segera memenuhi panggilannya dan mendapatkan gubernur sedang berada sendirian di rumahnya. Ia meletakkan tangan kanannya di atas pinggangnya, menahan rasa sakit yang teramat sangat di dalam perutnya.

Ia berkata kepadaku, “Apakah engkau mengenal Al-Hasan bin Sufyan dan sahabat-sahabatnya?”
Aku menjawab, “Tidak.”

Ia berkata lagi, “Pergilah ke sektor fulan dan masjid fulan, bawalah pundi-pundi ini dan serahkan kepadanya dan para sahabatnya. Sudah tiga hari mereka kelaparan dengan kondisi yang mengenaskan. Sampaikan permintaan maafku, dan katakan bahwa besok pagi aku akan mengunjungi mereka untuk meminta maaf secara langsung.”

Pemuda itu berkata, “Aku menanyakan tentang sebab yang membuatnya berbuat demikian, maka ia berkata, ‘Ketika aku masuk ke dalam rumah ini sendiri untuk beristirahat sesaat, aku tertidur dan bermimpi melihat seorang penunggang kuda sedang berlari di angkasa dengan begitu stabilnya –seperti layaknya berlari di atas hamparan bumi– sambil memegang sebilah tombak. Aku melihatnya sambil tercengang hingga ia turun di depan pintu rumah ini, lalu meletakkan tombaknya di atas pinggangku, dan berkata, ‘Bangun, dan temuilah Al-Hasan bin Sufyan dan para sahabatnya.’ Bangun, dan temuilah mereka, sesungguhnya mereka kelaparan sejak tiga hari yang lalu di masjid fulan!’

Aku bertanya, ‘Siapakah engkau?” Ia menjawab, ‘Aku Ridhwan, penjaga pintu surga.’ Semenjak ia meletakkan ujung tombaknya di pinggangku, aku merasakan sakit yang teramat sangat, membuatku tidak dapat bergerak. Maka, segeralah engkau sampaikan uang ini kepada mereka, agar rasa sakit ini menghilang dariku.”

Al-Hasan berkata, “Kami tercengang mendengar kisah tersebut, bersyukur kepada Allah SWT dan dapat memperbaiki kembali kondisi kami. Namun, diri kami merasa tidak nyaman lagi untuk menetap di tempat itu. Agar kami tidak dikunjungi oleh gubernur dan rahasia kami diketahui oleh orang lain, sehingga menyembabkan melambungnya reputasi dan kedudukan kami, dan semua itu akan menimbulkan sifat riya’. Maka, malam itu juga kami meninggalkan Mesir. Dan, ternyata setiap orang dari kami menjadi seorang tokoh ulama dan terpandang di zamannya.

Keesokan paginya, Gubernur Ibnu Thulun datang ke tempat itu untuk mengunjungi kami, lalu dikabarkan kepadanya mengenai kepergian kami. Kemudian, ia memerintahkan untuk membeli pertokoan/pasar seluruhya dan mewakafkannya untuk kepentingan masjid dan para perantau, orang-orang penting, dan para penuntut ilmu sebagai bekal mereka, agar kebutuhan mereka tidak lagi terabaikan dan tidak mengalami seperti yang kami alami. Semua itu disebabkan oleh kekuatan agama, kebersihan aqidah dan Allah SWT Maha Pemberi Taufiq.”

SUMBER :
https://ervakurniawan.wordpress.com


Read More
Berikut Adalah Tips Agar Selalu Bugar Dan Sehat Ketika Berpuasa.

Berikut Adalah Tips Agar Selalu Bugar Dan Sehat Ketika Berpuasa.


image from pixabay.com

Ketua RS Kerajaan Malaysia Dr. Adib Rizvi, pakar sakit pingang memohon agar semua Muslim menahan diri dari minum soft drink, terutama yg dingin dlm bulan Ramadan akan datang ini. Kata beliau setelah berpuasa sepanjang hari, ginjal akan kekeringan, dan akan berhenti dengan meminum air dingin ini. Semua minuman soft drink seperti 100plus, Coke (coca colla, Pepsi, Fanta, Miranda, 7up,  Sprite, dll hendaklah dielakkan sepenuhnya. Lebih baik minum jus buah-buahan segar.

PAPDI(Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam)

Dari dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer, FINASIM dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, memberikan tips lancar jalani puasa secara umum untuk seorang berusia lanjut dan juga semua kalangan.

● Saat sahur usahakan untuk membatasi asupan teh dan kopi. Pasalnya, dua asupan tsb membuat metabolisme berjalan cepat. Sehingga cepat mendatangkan rasa haus meski tak terdehidrasi.

● Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang lambat dicerna dan memiliki serat yang tinggi. Contohnya gandum, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian, nasi merah.

● Saat berbuka puasa dianjurkan untuk mengonsumsi kurma karena mengandung gula serat, karbohidrat, kalium dan magnesium. Dengan kurma, kebutuhan nutrisi tubuh yang hilang selama puasa perlahan dipenuhi.

● Mengonsumsi pisang saat berbuka sangat baik bagi tubuh Anda, sebab pisang merupakan sumber kalium, magnesium dan karbohidrat.

● Batasi makanan yang digoreng saat berbuka, karena dapat meningkatkan sel-sel lemak dalam tubuh. Hal ini karena seorang yang sudah di usia lanjut cenderung memiliki keluhan penyakit yang disebabkan lemak, seperti penyakit jantung, cc koroner dan hipertensi.

● Batasi makanan yang lebih cepat dicerna, seperti gula. Hal ini bisa cepat mendatangkan rasa haus ditengah Anda menjalani puasa nantinya.

● Konsumsi air atau jus buah antara berbuka puasa dan sebelum tidur. Hal ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan cairan dalam tubuh untuk Anda lancar beraktivitas esok harinya.

● Hindari terlalu banyak makanan es, karena memudahkan Anda kenyang. Dimana asupan makanan gizi yang lengkap akan menurun karena tak bisa masuk dalam tubuh.

Selamat menjalankan ibadah shaum dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan. Semoga diberi kelancaran, kesehatan dan khusyu' serta ikhlas menjalaninya...Mudah2an bisa bermanfaat.

(Sumber dari medsos)


Read More
Kumpulan pesan SMS untuk ucapan lebaran Hari Raya

Kumpulan pesan SMS untuk ucapan lebaran Hari Raya


image from google.com

Berikut adalah kumpulan pesan-pesan ucapan untuk menyambut Lebaran atau Hari raya Idul Fiti yang admin kumpulkan dari berbagai sumber, sangat cocok untuk disampaikan lewat SMS atau lewat media Sosial seperti BBM, Whatsapp, Facebook dan media sosial lainnya untuk mempererat tali silaturahmi, silahkan Copy dan bagikan kekeluarga atau rekan lainnya.
Read More
Kumpulan pesan SMS untuk ucapan Puasa ramadhan

Kumpulan pesan SMS untuk ucapan Puasa ramadhan


image from pixabay.com

Berikut adalah kumpulan pesan-pesan ucapan untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang admin kumpulkan dari berbagai sumber, sangat cocok untuk disampaikan lewat SMS atau lewat media Sosial seperti BBM, Whatsapp, Facebook dan media sosial lainnya, silahkan Copy dan bagikan kekeluarga atau rekan lainnya.
Read More
Inilah Nasehat Rasulullah SAW Untuk Para Suami

Inilah Nasehat Rasulullah SAW Untuk Para Suami

image from pixabay.com

1. Memberikan mahar kepada istri

 “Berikanlah mahar kepada wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan”.(An-Nisa`:4)

“…berikanlah kepada istri kalian maharnya dengan sempurna sebagai suatu kewajiban”.(An-Nisa`:24)

“Lihatlah apa yang bisa engkau jadikan mahar dalam pernikahanmu, walaupun hanya cincin dari besi”. (HR. Bukhari-Muslim)


2. Menjadi pelindung dan pemimpin bagi istri

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya”. (Q.S. An-Nisa:34)

3. Berlemah-lembut dalam memperlakukan, mendidik dan memimpin istri
“Bergaullah kalian dengan para istri secara patut. Bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (An-Nisa`: 19)

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah dia mengganggu tetangganya, dan perlakukanlah wanita dengan baik. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, dan sesungguhnya bagian tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika engkau bermaksud meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya dan jika engkau membiarkannya, maka ia akan tetap bengkok. Oleh karena itu, perlakukanlah wanita dengan baik”. (HR. Al-Bukhari Muslim)


4. Memberikan nafkah kepada istri

“Hendaklah orang yang diberi kelapangan memberikan nafkah sesuai dengan kelapangannya dan barangsiapa disempitkan rizkinya maka hendaklah ia memberi nafkah dari harta yang Allah berikan kepadanya”. (Ath-Thalaq: 7)

“Bertakwalah kepada Allah dalam perihal wanita. Karena sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanat Allah dan dihalalkan atas kalian kemaluan mereka dengan kalimat Alah. Maka hak mereka atas kalian adalah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan cara yang ma’ruf”. (HR. Muslim)
“Engkau beri makan istrimu apabila engkau makan, dan engkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukul wajahnya, jangan menjelekkannya, dan jangan memboikotnya (mendiamkannya) kecuali di dalam rumah”. (HR. Abu Dawud)

“Ketahuilah, kalian memiliki hak terhadap istri-istri kalian dan mereka pun memiliki hak terhadap kalian. Hak kalian terhadap mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seseorang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. Sedangkan hak mereka terhadap kalian adalah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka”. (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Seseorang sudah cukup berdosa bila menyia-nyiakan siapa yang wajib diberinya makan”. (HR. Muslim)


5. Tidak menyebarkan aib istrinya

“Manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah laki-laki yang ‘mendatangi’ istrinya, dan wanita itu pun ‘mendatangi’ suaminya, kemudian ia menyebarkan rahasia istrinya”. (HR. Muslim)


6. Berbuat baik (ma’ruf) dan sabar terhadap istri

“Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang ma’ruf”. (Al-Baqarah: 228)

“Kaum mukmin yang paling sempurna keimanannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baiknya kalian ialah yang terbaik kepada istri-istrinya”. (HR. At-Tirmidzi)

“Islam itu mempunyai tanda dan petunjuk jalan,” dan seterusnya…, di antaranya disebutkan, “Engkau memberi salam kepada keluargamu ketika menemui mereka dan engkau memberi salam kepada sautu kaum ketika melewati mereka. Siapa yang meninggalkan sesuatu dari hal itu, maka dia telah meninggalkan satu bagian dari Islam. Dan siapa yang meninggalkan semuanya, maka ia telah berpaling dari Islam”. (HR. At-Tirmidzi)

“Barang siapa -diantara para suami- bersabar atas perilaku buruk dari istrinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub a.s atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang siapa – diantara para istri – bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiyah, istri fir’aun”. (HR. Nasa`i dan Ibnu Majah)


7. Membantu istri untuk taat kepada Allah SWT, menjaganya dari api neraka, dan memberikan pengajaran agama

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu….” (At-Tahrim: 6)

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Penguasa yang memimpin atas manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang mereka dan seorang pria adalah pemimpin atas keluarganya, dan ia akan ditanya tentang mereka”. (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Abu-Dawud, Ahmad)

“Semoga Allah merahmati seorang pria yang bangun malam untuk shalat dan membangunkan isterinya untuk shalat. Jika istrinya menolak, maka ia memercikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam untuk mengerjakan shalat dan embangunkan suaminya untuk shalat. Jika suaminya menolak, maka ia memercikkan air ke wajahnya”. (HR. An-Nasa’i)


8. Suami berhak cemburu dan menjaganya

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan putri-putrimu serta wanita-wanita kaum mukminin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka di atas tubuh mereka. Yang demikian itu lebih pantas bagi mereka untuk dikenali (sebagai wanita merdeka dan wanita baik-baik) hingga mereka tidak diganggu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Penyayang”. (Al-Ahzab: 59)

“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: ‘Hendaklah mereka menundukkan sebagian pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka…” (An-Nur: 31)

“… janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa tampak darinya (tidak mungkin ditutupi). Hendaklah pula mereka menutupkan kerudung mereka di atas leher-leher mereka dan jangan mereka tampakkan perhiasan mereka kecuali di hadapan suami-suami mereka, atau ayah-ayah mereka, atau ayah-ayah suami mereka (ayah mertua), atau di hadapan putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau di hadapan saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka (keponakan laki-laki), atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau di hadapan wanita-wanita mereka..” (An-Nur:31)

Dalam khutbah haji wada’ Rasulullah SAW berpesan kepada umatnya tentang banyak hal. Salah satunya adalah mengenai hidup berumah tangga. Rasulullah SAW berpesan:

“Ingatlah, berilah pesan yang baik terhadap istri kalian. Sesungguhnya mereka memerlukan perlindunganmu. Sedikitpun kamu jangan berbuat kejam kepada mereka. Janganlah berbuat sesuatu yang melampaui batas kepada mereka, kecuali telah nyata bahwa mereka melakukan kejahatan. Jika memang mereka melakukan kejahatan, janganlah kamu menemui mereka di tempat tidur. Jika engkau telah memisahkan mereka dari tempat tidurmu, mereka masih tidak merasa bersalah, maka pukullah mereka dengan pukulan yang ringan yang tidak melukai. Bila mereka taat, janganlah berlaku keras terhadap mereka”.

“Ingatlah, sesungguhnya istrimu mempunyai hak terhadap kalian para suami. Hak kalian terhadap istrinya adalah melarang mereka mengizinkan masuk seseorang yang tidak kamu sukai kedalam kamarmu dan tidak mengizinkan masuk orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumahmu. Hak mereka atas kamu adalah kamu pergauli mereka dengan cara yang baik, tidak memukul mukanya, tidak boleh menjelek-jelekkannya dan memenuhi segala kebutuhan mereka terutama makanan dan pakaian serta tidak boleh mendiamkannya kecuali di dalam rumah”. (HR Abu Daud dan At Tirmidzi)

Dalam kesempatan lain Rasulullah saw bersabda, “Ingatlah, orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya. Orang yang paling baik budi pekertinya adalah yang paling baik perlakuannya terhadap istrinya” (HR At Tirmidzi)

“Janganlah seorang mukmin memarahi istrinya ataupun seorang wanita beriman. Jika tidak suka terhadap salah satu sifatnya, maka pasti ada sifat lainnya yang menyenangkan. Dunia ini adalah suatu kesenangan yang sementara, dan sebaik-baik kesenangan di dunia adalah wanita yang shalehah” (HR Muslim)


Read More
Inilah Nasehat Indah Rasulullah SAW Untuk Para Istri

Inilah Nasehat Indah Rasulullah SAW Untuk Para Istri


Image from pixabay.com

1. Menerima dengan ikhlas kepemimpinan suami dan qanaah kepadanya

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). (An-Nisa: 34)

“…. Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami mempunya kelebihan di atas mereka. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (Al-Baqarah: 228)


2. Keridhaan suami atas sikap istri adalah pintu surga bagi istri

“Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab: “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?” tanya Rasulullah lagi. Ia menjawab: “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah bersabda: “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad dan selainnya)

“Jika wanita mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka dikatakan kepadanya (pada hari Kiamat): ‘Masuklah ke dalam Surga dari pintu manapun yang kamu suka'”. (HR. Ahmad)


3. Mentaati suami, kecuali dalam perkara maksiat

“Hanyalah ketaatan itu dalam perkara yang ma’ruf.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Ahmad)
“Dan para istri yang kalian khawatirkan (kalian ketahui dan yakini) nusyuznya maka hendaklah kalian menasihati mereka, meninggalkan mereka di tempat tidur, dan memukul mereka. Kemudian jika mereka menaati kalian maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka.” (An-Nisa`: 34)

“Rasulullah SAW pernah ditanya tentang isteri yang baik. Beliau menjawab: Apabila diperintah, ia selalu taat, apabila dipandang menyenangkan, dan ia selalu menjaga diri dan harta suami (manakala suaminya tidak ada)” (HR. Nasa`i)

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak ajakan suaminya melainkan yang di langit (penduduk langit) murka pada istri tersebut sampai suaminya ridha kepadanya.” (HR. Muslim)

Tidaklah seorang mukmin mengambil manfaat setelah ketakwaan kepada Allah SWT yang lebih baik daripada istri shalihah: jika ia menyuruhnya, ia mentaatinya; jika ia memandangnya, ia menyenangkan hatinya; jika ia bersumpah kepadanya, ia menunaikan sumpahnya; dan jia ia sedang pergi darinya, ia memelihara kesucian diri dan menjaga harta suaminya.” (HR. Ibnu Majah)


4. Membantu suami dalam menegakkan agama dan memelihara kehormatannya

“Harta yang utama adalah lisan yang senantiasa berdzikir, hati yang senantiasa bersyukur dan istri beriman yang membantu suami dalam menegakkan bangunan imannya”. (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

“Wanita itu pemimpin di rumah suaminya.” (HR. Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi)

“Sebaik-baiknya istri kalian ialah yang penuh kasih dan taat terhadap suaminya jika mereka bertakwa kepada Allah. Dan seburuk-buruk istri kalian ialah yang bersolek dan banyak akal (untuk memperdaya suaminya); mereka adalah munafik, yang tidak akan masuk Surga dari mereka kecuali seperti gagak yang kedua kaki dan paruhnya berwarna merah.” (HR. Abu Nu’aim)

“Wanita manapun yang menanggalkan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah merusak tabir-Nya darinya.” (HR. At-Tirmidzi)


5. Tidak keluar rumah kecuali atas izin suami

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. ….” (Al-Ahzab: 33)

“…..janganlah ia keluar rumah dalam keadaan suaminya tidak ridha.” (HR. Baihaqi dan Hakim)
“Jika istri salah seorang dari kalian meminta izin untuk pergi ke masjid, maka janganlah menghalanginya.” (HR. Bukhari, Muslim, dan yang lainnya)

“Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama dari shalatnya di kamarnya, shalatnya di bilik khususnya lebih utama dari shalatnya di rumahnya.” (HR. Abu-Dawud)


6. Tidak berpuasa sunnah kecuali atas izin suami

“Tidak halal bagi wanita melaksanakan puasa, sedangkan suaminya ada di rumah, kecuali dengan seizinnya.” (HR. Al-Bukhari, dan Muslim)


7. Tidak menyakiti suami serta tidak menuntut kepadanya sesuatu yang tidak dibutuhkan dan melebihi kesanggupannya

“Tidaklah seorang wanita menyakiti hati suaminya di dunia, melainkan istrinya yang berasal dari kalangan bidadari berkata: ‘Jangan sakiti dia, semoga Allah membinasakanmu. Ia hanyalah seorang yang lemah yang nyaris meninggalkanmu (untuk pergi) kepada kami’ ” (HR. At-Tirmidzi)

“Ridhalah dengan apa yang Allah berikan kepadamu, niscaya engkau menjadi manusia paling kaya.” (HR. Al-Bukhari)

“Allah tidak memandang seorang wanita yang tidak berterima kasih kepada suaminya, padahal dia butuh kepadanya.” (HR. An-Nasai)

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?”
Beliau menjawab: “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka pada suatu masa, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata: ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Tidak boleh mengizinkan seseorang masuk ke rumah suami kecuali dengan izin suami
“Ketahuilah, kalian memiliki hak terhadap istri-istri kalian dan mereka pun memiliki hak terhadap kalian. Hak kalian terhadap mereka adalah mereka tidak boleh membiarkan seorang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. Sedangkan hak mereka terhadap kalian adalah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibn Majah)

9. Tidak boleh menginfaqkan sebagian hartanya kecuali atas izin suami
“Seorang istiri tidak boleh menginfakkan sebagian harta suami kecuali dengan izinnya” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Hasan)

Semoga bermanfaat. \


(Sumber dari sahabat Islami)


Read More
Berikut Adalah Tanda Gagal Meraih Keutamaan Di bulan Ramadhan

Berikut Adalah Tanda Gagal Meraih Keutamaan Di bulan Ramadhan

image from pixabay.com

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka lebar-lebar. Namun banyak orang gagal mendapatkan keutamaan dan kemuliaan dibulan suci ini. Di bawah ini adalah Tanda kegagalan meraih keutamaan Ramadhan Dan kiat-kiat menghindari gagalnya mendapatkan keutamaan dibulan Ramadhan.

1.  Memutuskan tali silaturrahim.
Hendaknya Dibulan suci ini kita memperkuat silaturahmi. Ketika menyambut datangnya Ramadhan Rasulullah Saw berkhotbah kepada para Sahabat, dengan bersabda : “Barangsiapa menyambung tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya”. Puasa mendidik pribadi-pribadi untuk menumbuhkan jiwa kasih saying dan tali cinta.

2. Malas membaca Al-Qur’an.
Ramadhan juga disebut Syahrul Qur’an, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. Orang-orang shalih di masa lalu menghabiskan waktunya baik siang maupun malam Ramadhan untuk membaca Al-Qur’an. Ibadah ummatku yang paling utama adalahpembacaan Al-Quran (HR Baihaqi).
Ramadhan adalah saat yang tepat untuk menimba dan menggali sebanyak mungkin kemuliaan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Kebiasaan baik ini harus nampak berlanjut setelah Ramadhan pergi, sebagai tanda keberhasilan latihan di bulan suci.

3. Mudah mengumbar amarah.
Ramadhan adalah bulan kekuatan. Nabi Saw bersabda : “Orang kuat bukanlah orang yang selalu menang ketika berkelahi. Tapi orang yang kuat adalah orang yang bisamenguasai diri ketika marah.”
Dalam hadits lain beliau bersabda : “Puasa itu perisai diri, apabila salah seorang dari kamu berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan jangan membodohkan diri. Jika ada seseorang memerangimu atau mengumpatmu, maka katakanlah sesesungguhnya saya sedang berpuasa” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

4. Gemar bicara sia-sia dan dusta.
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta perbuatan Az-Zur, maka Allah tidak membutuhkan perbuatan orang yang tidak bersopan santun, maka tiada hajat bagi Allah padahal dia meninggalkan makan dan minumnya” (HR Bukhari dari Abu Hurairah).
Kesempatan Ramadhan adalah peluang bagi kita untuk mengatur dan melatih lidah supaya senantiasa berkata yang baik-baik . Umar ibn Khattab Ra berkata : Puasa ini bukanlah hanya menahan diri dari makan dan minum saja, akan tetapi juga dari dusta, dari perbuatan yang salah dan tutur kata yang sia-sia (Al Muhalla VI: 178).
Ciri orang gagal memetik buah Ramadhan kerap berkata di belakang hatinya. Kalimat-kalimatnya tidak ditimbang secara masak : Bicara dulu baru berpikir, bukan sebaliknya, berpikir dulu, disaring, baru diucapkan.


5. Labil dalam menjalani hidup.
Labil alias perasaan gamang, khawatir, risau, serta gelisah dalam menjalani hidup juga tanda gagal Ramadhan. Pesan Rasulullah SAW : ‘Sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan yang penuh berkah. Allah telah memfardhukan atas kamu berpuasa di dalamnya. Dibuka semua pintu surga, dikunci semua pintu neraka dan dibelenggu segala syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tiada diberikan kebajikan malam itu, maka sungguh tidak diberikan kebajikan atasnya’ (HR Ahmad, Nasa’i, Baihaqi dari Abu Hurairah)
Bila seseorang meraih berkah bulan suci ini, jiwanya mantap, hatinya tenteram, perasaannya tenang dalam menghadapi keadaan apapun.

6. Tidak bersemangat mensyiarkan Islam.
Salah satu ciri utama alumnus Ramadhan yang berhasil ialah tingkat taqwa yang meroket. Dan setiap orang yang ketaqwaannya semakin kuat ialah semangat mensyiarkan Islam. Berbagai kegiatan amar ma’ruf nahiy munkar dilakukannya, karena ia ingin sebanyak mungkin orang merasakan kelezatan iman sebagaimana dirinya. Jika semangat ini tak ada, gagal lah Ramadhan seseorang.

Read More
Nama Surat Al-Qur'an Lengkap Dengan Arti Dan Jumlah Ayat

Nama Surat Al-Qur'an Lengkap Dengan Arti Dan Jumlah Ayat

image from pixabay.com
Berikut dibawah ini adalah daftar nama- nama Surat dalam Al-quran dan jumlah ayatnya.

1 AL-FATIHAH PEMBUKAAN 7
2 AL-BAQARAH SAPI BETINA 286 
3 ALI IMRAN KELUARGA IMRAN 200
4 ANNISA WANITA 176
5 AL-MA`IDAH HIDANGAN 120 
6 AL-AN’AM BINATANG TERNAK 165
7 AL-A’RAF TEMPAT TERTINGGI 206 
8 AL-ANFAL RAMPASAN PERANG 75
9 ATTAUBAH PENGAMPUNAN 129 
10 YUNUS NABI YUNUS 109
11 HUD NABI HUD 123 
12 YUSUF NABI YUSUF 111 
13 ARRA’DU GURUH 43 
14 IBRAHIM NABI IBRAHIM 52
15 AL-HIJRU DAERAH HIJIR 99 
16 AN-NAHL LEBAH 128
17 AL-ISRA PERJALANAN DI MALAM HARI 111
18 AL-KAHFI GUA 110
19 MARYAM SITI MARYAM 98
20 THAA HAA 135
21 AL-ANBIYA NABI-NABI 112
22 AL-HAJJ HAJI 78
23 AL-MU`MINUN ORANG-ORANG YANG BERIMAN 118
24 AN-NUR CAHAYA 64
25 AL-FURQAN PEMBEDA 77
26 ASY-SYU’ARA PENYAIR-PENYAIR 227
27 ANNAMLU SEMUT 93
28 AL-QASHASH KISAH-KISAH 88
29 AL-‘ANKABUT LABA-LABA 69
30 ARRUM BANGSA RUM 60
31 LUQMAN LUQMAN 34
32 ASSAJDAH SUJUD 30
33 AL-AHZAB GOLONGAN YANG BERSEKUTU 73
34 SABA` NEGERI SABA 54
35 FATHIR PENCIPTA 45
36 YASIN YASIN 83
37 ASH-SHAFFAT YANG BERBARIS 182
38 SHAD SHAD 88
39 AZZUMAR ROMBONGAN-ROMBONGAN 75
40 AL-MU`MIN ORANG BERIMAN 85
41 FUSHSHILAT YANG DIJELASKAN 54
42 ASY-SYURA MUSYAWARAH 53
43 AZZUKHRUF PERHIASAN 89
44 ADDUKHAN KABUT 59
45 AL-JATSIYAH YANG BERLUTUT 37
46 AL-AHQAF BUKIT-BUKIT PASIR 35
47 MUHAMMAD NABI MUHAMMAD 38
48 AL-FATHU KEMENANGAN 29
49 AL-HUJURAT KAMAR-KAMAR 18
50 QAF QAF 45
51 ADZ-DZARIYAT ANGIN YANG MENERBANGKAN 60
52 ATH-THUR BUKIT THUR 49
53 AN-NAJM BINTANG 62
54 AL-QAMAR BULAN 55
55 ARRAHMAN MAHA PEMURAH 78
56 AL-WAQI’AH HARI KIAMAT 96
57 AL-HADID BESI 29
58 AL-MUJADILAH WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN 22
59 AL-HASYR PENGUSIRAN 24
60 AL-MUMTAHANAH PEREMPUAN YANG DIUJI 13
61 ASH-SHAF BARISAN 14
62 AL-JUMU’AH HARI JUM’AT 11
63 AL-MUNAFIQUN ORANG-ORANG MUNAFIK 11
64 ATTAGHABUN HARI DITAMPAKKAN 18
65 ATH-THALAQ TALAQ 12
66 ATTAHRIM MENGAHARAMKAN 12
67 AL-MULK KERAJAAN 30
68 AL-QALAM QOLAM 52
69 AL-HAQQAH HARI KIAMAT 52
70 AL-MA’ARIJ TEMPAT-TEMPAT NAIK 44
71 NUH NABI NUH 28
72 AL-JINN JIN 28
73 AL-MUZAMMIL ORANG-ORANG BERSELIMUT 20
74 AL-MUDDATS-TSIR ORANG YANG BERKEMUL 56
75 AL-QIYAMAH HARI KIAMAT 40
76 AL-INSAN MANUSIA 31
77 AL-MURSALAT MALAIKAT YANG DIUTUS 50
78 ANNABA` BERITA 40
79 ANNAZI’AT MALAIKAT YANG MENCABUT 46
80 ‘ABASA BERMUKA MASAM 42
81 ATTAKWIR MENGGULUNG 29
82 AL-INFITHAR TERBELAH 19
83 AL-MUTHAFFIFIIN KECURANGAN 36
84 AL-INSYIQAQ TERBELAH 25
85 AL-BURUJ GUGUSAN BINTANG 22
86 ATH-THARIQ YANG DATANG DI MALAM HARI 17
87 AL-A’LA YANG PALING TINGGI 19
88 AL-GHASYIYAH HARI PEMBALASAN 26
89 AL-FAJR FAJAR 30
90 AL-BALAD NEGERI 20
91 ASY-SYAMSU MATAHARI 15
92 AL-LAIL MALAM 21
93 ADH-DHUHA WAKTU DUHA 11
94 AL-INSYIRAH KELAPANGAN 8
95 ATTIN BUAH TIN 8
96 AL-‘ALAQ SEGUMPAL DARAH 19
97 AL-QADAR KEMULIAAN 5
98 AL-BAYYINAH BUKTI 8
99 A-ZALZALAH KEGONCANGAN 8
100 AL-‘ADIYAT KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG 11
101 AL-QARI’AH HARI KIAMAT 11
102 ATTAKATSUR BERMEGAH-MEGAHAN 8
103 AL-‘ASHR WAKTU 3
104 AL-HUMAZAH PENGUMPAT 9
105 AL-FIL GAJAH 5
106 QURAISY SUKU QURAISY 4
107 AL-MA’UN BARANG-BARANG YANG BERGUNA 7
108 AL-KAUTSAR NIKMAT YANG BESAR 3
109 AL-KAFIRUN ORANG-ORANG KAFIR 6
110 ANNASHRU PERTOLONGAN 3
111 ALLAHAB GEJOLAK API 5
112 AL-IKHLASH PEMURNIAN KEESAAN ALLAH 4
113 AL-FALAQ WAKTU SHUBUH 5
114 ANNAS MANUSIA 6

STATISTIK JUMLAH TOTAL AYAT 6236

Read More
Inilah Hukuman Dan Siksa Bagi Orang Yang Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan.

Inilah Hukuman Dan Siksa Bagi Orang Yang Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan.

image from pixabay.com

Perlu kita ketahui puasa Ramadhan adalah diwajibkan bagi setiap orang muslim selama ia sudah baligh (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat, dan dalam keadaan mukim (tidak melakukan safar/ perjalanan jauh)

Sebagaimana berdasarkan  dalil Al Qur’an Allah Ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah : 183)

“Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

berdasarkan Dalil dari As Sunnah sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; menegakkan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji; dan berpuasa di bulan Ramadhan.”

“Barangsiapa berbuka di siang hari bulan Ramadhan tanpa ada udzur (alasan) dan bukan pula karena sakit, maka perbuatan semacam ini tidak bisa digantikan dengan puasa setahun penuh jika dia memang mampu melakukannya”; adalah hadits yang dho’if sebagaimana disebutkan oleh mayoritas ulama.


Apakah Hukuman atau Balasan bagi orang yang tidak berpuasa dibulan Ramadhan ?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditunjukkan oleh Allah melalui malaikatNya, bagaimana siksa neraka untuk orang-orang yang tidak berpuasa.

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, Rasulullah bersabda tentang satu kondisi penghuni neraka yang dilihatkan kepada beliau:

”Aku melihat orang-orang yang tergantung di tumit-tumit mereka, tulang rahang mereka pecah dan meneteskan darah. Aku bertanya, ‘Siapa mereka?’ Dia menjawab, ‘Orang-orang yang berbuka sebelum halal bagi mereka untuk berbuka’” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Dari Abu Umamah Al-Bahiliy Radhiallohu ‘anhu berkata, saya mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda,

“Ketika aku sedang tidur, dua orang laki-laki medatangiku dan memegang kedua lenganku, membawaku ke sebuah gunung yang tidak rata, kemudian keduanya berkata, “naiklah”, aku katakan. “aku tidak mampu”, keduanya berkata, kami akan memudahkanmu”. Kemudian aku naik sehingga ketika sampai dipuncak gunung tiba-tiba terdengar suara yang keras. Aku bertanya, “suara apa ini?”, mereka berkata, “ini adalah teriakan penduduk neraka”. Kemudian keduanya membawaku, ketika itu aku mendapati orang-orang digantung dengan kaki diatas, rahang-rahang mereka robek dan mengalir darah darinya. Aku bertanya, “siapa mereka?”, keduanya menjawab, “mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka (belum terbenam matahari)” [HR. An-Nasa’I dalam Sunan Al-Kubra, Tuhfatul Asyraf 4/166, Ibnu Hibban no. 1800 dan Al-Hakim I/430, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullahu di dalam Shahihut Targhib wat Tarhib]

Lihatlah siksaan bagi orang yang membatalkan puasa dengan sengaja dalam hadits ini, maka bagaimana lagi siksaan dengan orang yang enggan atau tidak berpuasa sama sekali sejak awal Ramadhan ? Duhai sahabat betapa pedih siksanya Allah kelak,

Perlu diketahui pula bahwa meninggalkan puasa Ramadhan termasuk dosa yang amat besar karena puasa Ramadhan adalah puasa wajib dan merupakan salah satu rukun Islam. Para ulama pun mengatakan bahwa dosa meninggalkan salah satu rukun Islam lebih besar dari dosa besar lainnya.

Adz Dzahabi sampai-sampai mengatakan, “Siapa saja yang sengaja tidak berpuasa Ramadhan, bukan karena sakit (atau udzur lainnya, -pen), maka dosa yang dilakukan lebih jelek dari dosa berzina, lebih jelek dari dosa menegak minuman keras, bahkan orang seperti ini diragukan keislamannya dan disangka sebagai orang-orang munafik dan sempalan.”

Adapun hadits,

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ ، مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ وَلاَ مَرَضٍ لَمْ يَقْضِهِ صِيَامُ الدَّهْرِ ، وَإِنْ صَامَهُ

“Barangsiapa berbuka di siang hari bulan Ramadhan tanpa ada udzur (alasan) dan bukan pula karena sakit, maka perbuatan semacam ini tidak bisa digantikan dengan puasa setahun penuh jika dia memang mampu melakukannya”; adalah hadits yang dho’if sebagaimana disebutkan oleh mayoritas ulama.

Read More
Terjemahan Al-Quran Surah Al Munaafiquun lengkap

Terjemahan Al-Quran Surah Al Munaafiquun lengkap


image from pixabay.com

Surah Al Munaafiquun (Orang-Orang Munafik)
Jumlah 11 Ayat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. (63:1)

Read More
Kumpulan Kisah Inspirasi kehidupan Terbaru 2017

Kumpulan Kisah Inspirasi kehidupan Terbaru 2017


Image from: pixabay.com

Kumpulan kisah inspirasi kehidupan dan cerita inspiratif bijak tentang motivasi  adalah kisah-kisah nyata kehidupan seseorang yang bisa memberikan nasehat dan motivasi pada orang yang membacanya  serta dapat Memberikan kita sentuhan semangat hidup untuk meraih kesuksesan didunia dan kebaikan di akhirat.

Berikut dibawah ini adalah daftar beberapa cerita dan kisah inspirasi terbaik yang kami kumpulkan dari beberapa sumber untuk disajikan kepada pembaca baik itu inspirasi cinta, Nasehat, Kisah teladan, kisah inspirasi Islami, hingga kisah inspiratif tentang sukses yang penuh hikmah yang dapat kita ambil pelajarannya.  Selamat membaca dan mudahan bermanfaat.
(klik judul untuk membaca)

1.    Kisah inspirasi 7 keajaiban dunia

2.    Kisah inspirasi jendela kereta api

3.    Waktu yang hilang

4.    Manisnya permen masih terasa di lidah

5.    Keikhlasan dibalas keindahan

6.    Kisah Inspirasi jamu prabayar

7.    Cerita mengharukan seorang siswi

8.    Kisah inspirasi tempe setengah jadi 

9.    Meja kayu buat Ayah

10.  Kisah inspirasi jendela rumah sakit

11.  Kisah inspirasi prasangka buruk

12.  Sebuah cerita yang menyayat hati

13.  Kisah inspirasi dua buah apel

14.  Kisah inspirasi, kaya dan miskin

15.  Kisah seorang nenek pemungut daun

16.  Kisah tauladan Sahabat Nabi Zahid ra yang mengharukan

17.  Kisah tauladan situkang batu yang dicium Rasulullah SAW

18.  Belajar dari kepompong kupu-kupu

19.  Kisah inspirasi taubat seorang ibu ditangan putrinya

20.  Tukang sepatu yang ingin berhaji

21.  Anak kecil dalam kereta

22.  Ketika Allah ditertawakan

23.  Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan

24.  Kisah inspirasi santri dan tukang cukur

25.  Menyembunyikan kebaikan sama halnya dengan menyembunyikan keburukan

26.  Umar Bin Khathab ra menangis

27.  Kisah inspirasi berbakti kepada Orang Tua

28.  Kisah inspirasi jangan batalkan niat baik

29.  Kisah peristiwa dimalam pengantin

30.  Kisah Inspirasi, suamiku milik Ibunya

31.  Kisah inspirasi Polisi yang menilang sahabatnya

32.  Kisah inspirasi pilih aku atau Ibumu

33.  Setiap langkah adalah anugerah

34.  Kisah inspirasi bila Allah menghendaki

35.  Mengajarkan ilmu sabar

36.  Kisah inspirasi dua orang saudara

37.  Penyebab ibadah menjadi sia-sia

38.  Buta tapi bisa melihat

39.  Kisah inspirasi menulis diatas pasir

40.  Rejeki banyak bentuknya

41.  Seorang kakek penghafal Al-Quran

42.  The Blind Spot

43.  Antara iman dan hukum fisika

44.  Mengapa suami bosan pada isterinya?

45.  Kisah inspirasi bersyukurlah

46.  Ketika kematian datang menjemput

47.  Antara rezeki yang berkah dan tidak berkah

48.  Perjalanan Umar ra ke Baitul Maqdis

49.  Kisah seorang pemuda yang menemukan apel

50.  Kisah inspirasi mencari kesempurnaan

51.  Kisah inspirasi bosan hidup

52.  Kebahagiaan yang menular


Read More
Download mp3 lantunan ayat suci Al-Quran lengkap dengan terjemahannya

Download mp3 lantunan ayat suci Al-Quran lengkap dengan terjemahannya


MP3 Al-Quran dan terjemahannya ini kami sajikan bagi sobat muslim yang ingin mendengarkan lantunan lembut murottal ayat suci Al-quran dengan dilengkapi terjemahan bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami dan diresapi maknannya, setiap ayat-ayat yang dibaca oleh qori’ akan langsung diterjemahkan dalam bahasa Indonesia secara teratur dan urut dari awal sampai akhir yang InsaaAllah tanpa ada yang tertinggal satu ayatpun. hal itu akan memudahkan kita untuk belajar mengetahiu dan memahami ayat demi ayat dalam Al-Quran.

Image from pixabay.com

Read More
Download mp3 lantunan ayat suci Al-Quran lengkap 30 juzz oleh Syaikh Misyari Rasyid Alafasy

Download mp3 lantunan ayat suci Al-Quran lengkap 30 juzz oleh Syaikh Misyari Rasyid Alafasy

Murottal Sheikh Mishary bin Rashid Al-Afasy Mishary Rashid Ghareeb atau Mohammed Rashed Al-Afasy adalah Qari Kuwait internasional , ia dilahirkan di Kuwait , beliau belajar Quran di College of the Holly Quran dan Studi Islam di Universitas Islam Madinah (Kerajaan Arab Saudi), dalam spesialisasi 'sepuluh bacaan dan terjemahan Al-Qur'an ". Suara beliau memiliki ciri khas tersendiri yaitu mempunyai suara yang sangat jernih, bacaan yang panjang, tenang dan sangat merdu didengar yang membuat sangat populer dan disukai oleh banyak orang di seluruh dunia, sehingga banyak orang yang menyukai dan menyebarkan lantunan kalamullah yang dibawakan oleh beliau. Beliau sering tampil di televisi-telivisi dan radio serta Banyak bacaan nya dapat kita temui di YouTube atau MukminTV.
Image from Google.com

Read More
Download dan Streaming Ayat Suci Al Quran Lengkap 30 Juzz Oleh Syaikh Salah Bukhatir

Download dan Streaming Ayat Suci Al Quran Lengkap 30 Juzz Oleh Syaikh Salah Bukhatir

Salah Bukhatir, beliau adalah seorang imam besar Saudi dan Syaikh. Beliau  diahirkan  di Arab Saudi dan ketenaran serta  popularitasnya telah dikenal di seluruh dunia Muslim Arab, ia adalah dikenal dengan qari’ Al-Qur’an yang mempunyai suara  yang sangat merdu dan lembut. Beliau sempat menjadi imam dimasjid Syaikh Sa’ud al Qassimi dan juga di Masjid Nabawi.

Image from pondokislami.com

Read More
Pengertian Hakikat Rezeki Yang Berkah Menurut Islam.

Pengertian Hakikat Rezeki Yang Berkah Menurut Islam.


Image from Pixabay.com

Dalam konsep mencari rezeki kadang kita melupakan harta yang kita cari dan diusahakan apakah mempunyai keberkahan atau tidak.   Bahkan banyak diantara umat muslim yang tidak memperdulikan apakah harta yang didapat berasal dari harta halal atau haram lantaran kita tidak memahami konsep keberkahan rezeki dalam Islam.
Arti barokah bukan saja banyaknya harta yang didapat tapi barokah adalah rezeki yang mendatangkan manfaat yang dapat membuat bertambahnya ketaatan kita kepada Allah SWT dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya.

Sebenarnya apakah dari arti hakiki rejeki yang barokah itu ?

Rezeki Sehat.
Hidup yang barokah bukan hanya sehat saja, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub AS sakitnya malah semakin menambah taatnya kepada  Allah SWT. Banyak orang yang selalu diberi kesehatan badan tapi hanya digunakan untuk hal yang sia- sia atau tidak bermanfaat dalam agama, bukankah kesehatannya sia-sia belaka.

Rezeki Umur.
Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat ketaatannya seperti layaknya Musab ibn Umair. Banyak orang yang selalu diberi umur panjang tapi hidupnya hanya dihabiskan dengan hal maksiat, bukankah hal tersebut sia-sia dengan bertambahnya umur malah menambahkan catatan dosa kita.

Rezeki Makanan
Makanan barokah itu bukan yang komposisi yang serba mewah dan enak, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan dan mencukupi dalam hal gizi. Banyak dari makanan yang awalnya terasa mewah dan mahal harganya dan pada akhirnya mendatang penyakit kronis, seperti Kolestrol, gula darah, dll.

Rezeki harta
Penghasilan barokah juga bukan gaji yang besar dan selalu bertambah, tapi sejauh mana ia bisa mencari rezeki yang halal untuk menghidupi keluargannya yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut. Banyak orang yang mempunyai harta yang berlimpah tapi tidak mampu untuk bersedekah barang sedikit, bukankah pada hakikatnya mereka adalah miskin karena selalu merasa kurang.

Rezeki keturunan.
Anak-anak yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar dan mempunyai pekerjaan dan jabatan hebat dan selalu dibangga-banggakan. , tapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih dan tak henti-hentinya mendo'akan kedua Orang tuanya kelak. Bukankah banyak anak- anak yang bersekolah tinggi tapi pada akhirnya ia menelantarkan kedua orang tuanya?

Rezeki Tanah yang subur.
Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah saja, karena tanah yang tandus dan gersang seperti Makkah Al- Mukarramah punya keutamaan di hadapan Allah SWT tiada yang dapat menandinginya dan bahkan warga disana tidak pernah kekurangan pangan dan air, subhanallah.

Dalam hal Ilmu
Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat gelar dan catatan kakinya, tapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan manfaat bagi orang lain dan dengan ilmunya hingga orang-orang banyak terbantu yang memnjadikan amal jariyah baginya. Banyak orang-orang yang mempunyai ilmu dengan bersekolah tinggi kemudian menduduki jabatan tinggi yang membuat dia terlibat korupsi dengan memanipulasi hak – hak orang lain yang akan menjadi bencana baginya didunia dan akhirat kelak.
 
Semoga segala aktifitas kita didunia ini selalu mendapatkan hasil yang  barokah, Rezeki bukan hal banyak atau tidaknya materi tapi manfaat dibaliknya..

(Sumber dari sahabat Islami)

Read More
Ayat Alquran Menjawab Tentang Kesabaran Dalam Menghadapi Cobaan Hidup.

Ayat Alquran Menjawab Tentang Kesabaran Dalam Menghadapi Cobaan Hidup.


Image from google.com

Kita selalu bertanya dan Al Quran sudah menjawabnya:


1. KITA BERTANYA: MENGAPA AKU DIUJI?


QUR’AN MENJAWAB:

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,”Kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

[Surah Al-Ankabut ayat 2-3].

2. KITA BERTANYA: MENGAPA UJIAN SEBERAT INI?

QUR’AN MENJAWAB:

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” [Surah Al-Baqarah ayat 286].

3. KITA BERTANYA: MENGAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

QUR’AN MENJAWAB:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

[Surah Al-Baqarah ayat 216].



4. KITA BERTANYA: MENGAPA AKU MERASA FRUSTRASI?

QUR’AN MENJAWAB:

“Janganlah kamu bersikap lemah. dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.”

[Surah Al-Imran ayat 139].



5. KITA BERTANYA: BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?

QUR’AN MENJAWAB:

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan shalat; dan sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyu” [Surah Al-Baqarah ayat 45].



6. KITA BERTANYA: APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?

QUR’AN MENJAWAB:

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.” [Surah At-Taubat ayat 111].



7. KITA BERTANYA: KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ?

QUR’AN MENJAWAB:

‘Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal.” [Surah At-Taubat ayat 129].



8. KITA BERKATA: AKU TAK TAHAN!!!!!!

QUR’AN MENJAWAB:

 “……dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” [Surah Yusuf ayat 12] .



9. KITA BERTANYA: MENGAPA HATI INI TIDAK TENANG ?

QUR’AN MENJAWAB:

 (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. [QS. Ar Ra’d ayat 28].

Baca juga disini: KEUTAMAAN LUAR BIASA DARI MEMBACA ALQURAN

Oleh karena itu ketika kita menghadapi sebuah masalah hendaklah kita membuka dan membaca Kitab suci Al-quran, tentunya dengan membaca Al-quran hati kita akan menjadi tenang.


Read More
Inilah Siksa Akibat Dari Memakan Riba Atau Makanan Yang Haram

Inilah Siksa Akibat Dari Memakan Riba Atau Makanan Yang Haram

Image from Pixabay.com

Akibat Dari Memakan Riba Atau Makanan Yang Haram, Hendaknya kita sebagai muslim memperhatikan apa yang kita makan, apakah itu halal atau hasil yang didapat dari sesuatu yang diharamkan, karena Allah Swt sangat membenci manusia yang tidak memelihara perutnya, sebagaimana firmannya dalam surah Al Baqarah “Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah:168)

Sudah dapat dipastikan manusia yang memakan makanan dari hal- hal yang haram akan menjadi penghuni Neraka, sebagaimana Sabda rasulullah “Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram kecuali neraka lebih utama untuknya" (HR. At Tirmidzi)

Berikut dampak buruk akibat memakan harta yang haram yg penulis ambil dari berbagai sumber :


1. Tidak terkabulnya doa-doa

Rasulullah bersabda, “Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh rambutnya kusut, mukanya berdebu menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, “Wahai Rabbku! Wahai Rabbku! Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram maka bagaimanakah akan diterimanya doa itu?" (HR Muslim)


2. Tidak diterimanya amal ibadah oleh Allah SWT


Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “ Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah”. Apa jawaban Rasulullah, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak untuknya" (HR. At-Thabrani)

Rasulullah saw bersabda, "Ketahuilah bahwa suapan haram jika masuk ke dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari." (HR At-Thabrani).

Dalam kitab Sya'bul Imam disebutkan, " Barangsiapa yang membeli pakaian dengan harga sepuluh dirham di antaranya uang haram, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama pakaian itu dikenakan." (HR Ahmad)


3. Mencampakkan pelakunya ke neraka,


Kaum Muslim yang mengonsumsi makanan/minuman haram, sudah jelas akan disediakan tempat baginya di neraka kelak. Rasulullah bersabda, “Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram kecuali neraka lebih utama untuknya" (HR. At Tirmidzi)


4. Mengikis keimanan pelakunya,


Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin" (HR Bukhari dan Muslim)


5. Mengeraskan hati,

Apabila seseorang begitu sulit menerima kebenaran bisa jadi yang bersangakutan adalah pelanggan makanan atau minuman haram.

Imam Ahmad ra pernah ditanya, apa yang harus dilakukan agar hati mudah menerima kesabaran, maka beliau menjawab, “Dengan memakan makanan halal.” (Thabaqat Al Hanabilah : 1/219).

At Tustari, seorang mufassir juga mengatakan, “Barangsiapa ingin disingkapkan tanda-tanda orang yang jujur (shiddiqun), hendaknya tidak makan, kecuali yang halal dan mengamalkan sunnah,” (Ar Risalah Al Mustarsyidin : hal 216).


6.  Haji dari Harta Haram Tertolak,

Rasulullah saw bersabda, "Jika seorang keluar untuk melakukan haji dengan nafaqah haram, kemudian ia mengendarai tunggangan dan mengatakan, "Labbaik, Allahumma labbaik!" Maka yang berada di langit menyeru, "Tidak labbaik dan kau tidak memperoleh kebahagiaan! Bekalmu haram, kendaraanmu haram dan hajimu mendatangkan dosa dan tidak diterima." (HR At Thabrani)


7.  Sedekahnya Ditolak,

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa mengumpulkan harta haram, kemudian menyedekahkannya, maka tidak ada pahala, dan dosa untuknya." (HR Ibnu Huzaimah)


8.  Silaturrahim-nya Sia-sia,


Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa mendapatkan harta dari dosa, lalu ia dengannya bersilaturahim (menyambung persaudaraan) atau bersedekah, atau membelanjakan (infaq) di jalan Allah, maka Allah menghimpun seluruhnya itu, kemudian Dia melemparkannya ke dalam neraka. Lalu Rasulullah saw bersabda, " Sebaik-baiknya agamamu adalah al-wara' (berhati-hati)." (HR Abu Daud).

Demikianlah Dampak dan Akibat Dari Memakan Riba Atau Makanan Yang Haram, maka ibadah dan amalan kita akan menjadi sia- sia. Subhanallah, semoga Allah SWT  selalu memberikan taufiqnya kepada kita untuk menjaga kehalalan makanan yang kita makan dan dikumpulkan disurganya kelak. Amin ya rabbal alamin.


Read More
Gambaran Keindahan Surga Berdasarkan Al Quran Dan Hadits

Gambaran Keindahan Surga Berdasarkan Al Quran Dan Hadits


Gambaran Keindahan Surga Menurut Islam, Al Quran Dan Hadist - Sebagai umat muslim tentunya menginginkan untuk memasuki Surga. Ya Surga adalah tempat yang disediakan dan dijanjikan Allah SWT bagi orang- orang yang beriman dan taat kepada Allah dan Rasulnya. Tentunya bagi orang yang mempunyai timbangan berat amal kebajikan dan kebaikannya ketika hidup didunia.

Ilustrasi gambar dari Google.com
Para ulama bersepakat surga itu terletak di atas dari langit yang ketujuh. Sebagaimana dalam surah An-Majm ayat 13-15 Allah berfirman: "Sesungguhnya ia (Muhammad) telah melihat Jibril sekali lagi, itu di Sidratul Muntaha, dan di dekatnya ada surga tempat kembali."

Ketika Rasulullah dalam perjalanan Mi’raj, Baginda telah berhenti di Sidratul Muntaha. Menurut baginda, Sidratul Muntaha itu berada jauh di luar alam langit (di luar ruang angkasa). Di situlah Baginda dapati terletaknya surga.

Kemudian dikatakan Surga itu luasnya seluas langit dan bumi sebagaimana difirmankan Allah dalam surah Ali Imran ayat 133:

"Kejarlah oleh kamu ampunan Tuhan kamu dan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi disediakan bagi orang-orang yang bertakwa."

Di Surga juga udaranya nyaman tidak panas membakar dan tidak pula sejuk mengigit. Allah berfirman:

"Mereka beristirahat didalam Surga dengan bertelekan di atas pelamin-pelamin (yang berhias), mereka tidak nampak di situ adanya matahari (usahkan hawa panasnya), dan tidak juga merasai suasana yang bersangatan sejuknya." (Al-Insan: 13)

Abu Hurairah berkata bahawa Rasulullah bersabda: "Bahawa dinding-dinding Surga itu batu-bata dari perak dan emas. Tanahnya pohon kimkuma (Za'faran) dan buminya kasturi." (Hadis riwayat Al-Bazzar).

Dalam sebuah hadis lain diceritakan bahawa Rasulullah bersabda yang bermaksud: "Tanah Surga itu licin putih, kasturi murni." (Hadis riwayat Muslim).

Harumnya bau Surga ini dapat dicium dari jarak perjalanan 100 tahun. Subhanallah...


SURGA YANG BERTINGKAT-TINGKAT

Surga itu bertingkat-tingkat dan setiap tingkat berbda beda pula. Jarak antara satu tingkat dengan tingkat yang lain ialah seperti jarak antara bumi dan langit. Adapun tingkatan Surga yang paling tinggi derajatnya dinamakan "Al-Firdaus". Di atas Al-Firdaus inilah terletak "Arsy Rahman (Mahligai Tuhan).

Selain itu, keistimewaan Surga Al-Firdaus ialah para penghuninya akan dapat melihat wajah Allah dua kali dalam sehari yaitu pada waktu pagi dan petang. Sedangkan nikmat yang tertinggi di dalam Surga ialah apabila manusia dapat menatap wajah Allah.

Adapun cara melihat Allah bukanlah seperti halnya kita melihat dengan mata biasa seperti yang lazim berlaku, tetapi caranya ialah dengan penglihatan mata yang telah ditentukan Allah buat para penduduk Surga.

Segala yang ada di Surga itu indah-indah belaka jauh lebih indah dari apa yang ada di atas muka bumi ini. Tetapi yang terindah di Surga ialah pandangan terhadap Allah, tidak sesuatu kenikmatan lain yang dapat melebihi keistimewaannya.

Cuba kita bayangkan di dunia ini saja, kalaulah kita diberikan kesempatan bertemu dan bersenda gurau dengan salah seorang pemimpin negara, tentu kita akan sangat gembira dan bahagia dengan pengalaman tersebut. Inikan pula akan bertemu dengan Allah yang menciptakan dunia ini.

Firman Allah dalam surah Al-Qiyamah ayat 22-23 yang bermaksud:

"Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat"

Rasulullah pernah bertanya kepada Jibril: "Hai Jibril pernahkah kau melihat Allah?" jawab Jibril pernahkah kau melihat Allah?" jawab Jibril: "Bahawa di antara saya dan Tuhan ada 79 hijab yang terdiri dari lapisan-lapisan cahaya. Bila terbuka hijab yang paling luar, maka akan terbakarlah aku memandangNya. Sedangkan antara engkau dan Tuhan ada 71 lapisan hijab dari cahaya. Bila terbuka hijab yang paling luar, engkau akan terbakar pula memandangnya."

Dalam hal ini pernah Nabi Musa a.s. meminta kepada Allah untuk melihatNya. Tetapi baru sahaja Allah menunjukkan diri kepada gunung, gunung itu bergegar dan hancur sehingga Musa jatuh pengsan. Ini membuktikan gunung yang bagaimana juga kokohnya akan hancur bila Tuhan menunjukkan diriNya, inikan pula manusia yang lemah. 


Kemudian dalam satu riwayat lain digambarkan Surga itu sebagai berikut :

= Tingkatan Surga pertama yang dibuat dari bahan perak baik kampung,rumah, pintu dan kuncinya.

= Tingkatan Surga kedua yang dibuat dari bahan emas baik kampung,rumah, pintu dan kuncinya.

= Tingkatan Surga ketiga yang kampung, rumah, pintu dan kuncinya dibuat dari bahan yakut dan lukluk (mutiara).


TAMAN-TAMAN DISURGA

Allah menciptakan perkara-perkara yang luar biasa indah dan nikmatnya kepada orang-orang yang bertakwa sehingga menurut Nabi Muhammad s.a.w. di Surga itu terdapat apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga serta tidak pernah pula terlintas di hati manusia.

Kalau di dunia ini kita selalu melihat macam-macam taman yang dihiasi indah dengan aneka macam tumbuhan dan bermacam-macam bunga, di situ kita boleh menghabiskan masa berjam-jam sambil menikmati keindahannya juga mencari ketenangan. Maka begitu juga di Surga, Allah menciptakan taman-taman bagi penghuninya.

Ada dua bentuk taman di Surga: (1) Dua taman yang dicipta Allah dari perak dengan segala apa yang ada padanya. (2) Dua taman yang dicipta Allah dari emas dengan segala apa yang ada padanya. (Riwayat Bukhari Muslim).

Pada taman-taman ini terdapat bermacam-macam buah-buahan sama ada kurma ataupun delima,  mata air dan sungai yang terus-menerus mengalir airnya dengan tenang.

At-Tabrani meriwayatkan bahawa di taman-taman tersebut ada pohon-pohon yang rindang, besar, tinggi dan luas. Bila bidadari-bidadari bernyanyi di bawahnya, daun-daun dan ranting-ranting pohon-pohon itu bergerak-gerak sambil mengeluarkan bunyi-bunyian yang amat merdu pula.

Apabila angin berhembus lalu menyentuh daun dan ranting, maka akan terdengar desiran yang amat merdu pula. Sehingga tidak dapat dibanding manakah yang lebih merdu antara suara bidadari-bidadari atau bunyi desiran pohon-pohon tersebut.

Baca juga : Kecantikan Dan Keindahan Bidadari Surga


SUNGAI-SUNGAI DI SURGA

Sungai-sungai Surga pula memancar dari bawah-bawah bukit. Di dalam al-Quran, Allah banyak menyebut tentang macam-macam sungai di Surga ini antara lain firmanNya dalam Surah Muhammad ayat 15 yang bermaksud:

"Sifat Surga yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa (ialah seperti berikut): Ada padanya beberapa sungai dari air yang tidak berubah (rasa dan baunya), dan beberapa sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, serta beberapa sungai dari arak yang lazat bagi orang-orang yang meminumnya, dan juga beberapa sungai dari madu yang suci bersih. Dan ada pula untuk mereka di sana segala jenis buah-buahan, serta keredhaan yang tinggal kekal di dalam Surga yang sedemikian itu keadaannya) sama seperti orang-orang yang tinggal kekal di dalam neraka dan diberi minum dan air yang menggeledak sehingga menjadikan isi perut mereka hancur?" (sudah tentu tidak sama!).


Ayat di atas memberi pengertian bahawa sungai-sungai di Surga bukanlah mengandungi air-air biasa seperti di dunia ini, sebaliknya ada sungai yang berair susu, ada yang berair anggur (arak) yang tidak memabukkan, ada yang dari madu dan sebagainya. Sungai-sungai ini semuanya mengalir dengan tenang melalui rumah-rumah di Surga, di kebun-kebun dan di celah-celah pokok. Bahkan terdapat juga mata-mata air yang mengalir.

Jadi Allah telah menjanjikan bagi orang yang bertakwa itu sungai yang airnya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

= Airnya tidak berubah rasa dan baunya.

= Air susu yang tidak berubah rasa dan warnanya

= Air anggur (arak) yang lazat dan tidak memabukkan bagi peminumnya.

= Madu yang disaring

Sewaktu Israk dan Mikraj, Rasulullah s.a.w. pernah melihat sungai yang dinamakan Al-Kausar. Sungai ini dilingkari oleh bukit-bukit yang terdiri dari permata-permata dan tanahnya dari wewangian yang paling wangi. Tepian sungai ini terdiri dari emas sedangkan anak-anak batunya dari mutiara.

Barangsiapa meminum air dari Al-Kausar ini walau hanya satu kali saja, dia tidak merasa haus untuk selama-lamanya.

Tentang nama-nama sungai di Surga, tidak ada disebut dengan jelas di dalam al-Quran. Tetapi dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda:

"Bahwasanya di Surga terdapat suatu sungai yang disebut sungai rajab, airnya lebih putih daripada air susu dan rasanya lebih manis daripada madu. Sesiapa yang puasa satu hari dari bulan Rajab, maka Allah memberikan minuman dari sungai itu."

Yang jelas sungai yang bernama Rajab dengan sifat-sifatnya yang luar biasa ini belum pernah dilihat dan dirasakan airnya oleh manusia di dunia ini. Walau bagaimanapun di dalam keterangan-keterangan lain disebutkan bahwa di Surga ada sungai-sungai seperti Al-Kausar dan Al-Firdaus.

Tentang Al-Kausar, Anas r.a. ada bercerita bahawa Rasulullah s.a.w. tidur di atas tikar jerami, tiba-tiba sambil mengangkat kepalanya Baginda tersenyum. Anas bertanya: "Mengapa engkau tertawa ya Rasulullah?" Baginda menjawab: "Ayat yang diturunkan kepadaku tadi (yang bermaksud):

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak (Al-Kausar), maka dirikanlah solat kerana Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus." (Al-Kausar: 1-2-3).

Kemudian Baginda bertanya: "Adakah engkau tahu apa itu Al-Kausar?" Anas menjawab: "Allah dan RasulNya yang lebih tahu." Lalu Rasul menerangkan: "Al-Kausar itu satu sungai yang dijanjikan kepadaku oleh Allah, pada sungai itu banyak kebajikan. Di atasnya sebuah kolam (Al-Haudi) yang akan datang umatku kepadanya. Bejananya banyak sebanyak bintang-bintang di langit." (Riwayat Muslim).

Seterusnya Imam At-Termizi meriwayatkan, Nabi bersabda: "Bahawa masing-masing nabi itu mempunyai kolam. Mereka ini bangga membanggakan manakah yang lebih banyak orang datang. Dan aku mengharap, bahwa adalah aku yang terbanyak orang datang."

Mendengar tentang banyaknya kenikmatan yang terdapat pada Al-Kausar ini, tentu banyak di antara kita yang berharap untuk dapat menjadi golongan orang-orang yang dapat datang ke tempat tersebut. Agar harapan ini menjadi nyata, hendaklah kita berusaha mencari keredhaan Allah dalam kehidupan ini dari segala segi.

Baca juga : Keindahan Sungai Di Taman- Taman Surga


PINTU-PINTU SURGA

Sebelum masuk ke Surga, penghuni-penghuninya akan melalui pintu-pintu Surga terlebih dahulu. Pintu-pintu ini ada bermacam-macam pula jenisnya. Hal ini disebutkan di dalam al-Quran Surah Shaad ayat 49-50 yang bermaksud:

"Ini adalah kehormatan bagi mereka dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (iaitu) Surga dan yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka."

Kemudian Abu Hurairah ada meriwayatkan sebuah Hadis Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Dan bagi Surga itu delapan pintu. Maka siapa yang termasuk dari orang yang menegakkan ibadah sembahyang, dia akan dipanggil dari pintu sembahyang. Bagi orang berpuasa ia akan dipanggil dari pintu puasa. Orang yang brsedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. Dan yang berjihad akan dipanggil dari pintu jihad." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Oleh kerana itu kalau seorang semasa hidupnya benar-benar melaksanakan segala hal yang disebut tadi, maka ia akan dipanggil untuk masuk melalui ke semua pintu-pintu tersebut.

Adapun pintu Surga bagi orang yang melakukan ibadah puasa dinamakan Ar-Rayyan. Sedangkan setiap Muslim yang pernah kematian tiga orang anak-anaknya yang masih kecil diberi kebebasan untuk masuk ke Surga melalui pintu mana saja yang disukainya.

Penghuni-penghuni Surga setiap orang mempunyai pintu-pintu tersendiri. Satu pintu untuk tempat masuknya sendiri. Satu untuk isterinya. Satu untuk tamu-tamu (malaikat dan kawan-kawannya). Satu menuju ke neraka untuk rasa nikmat Allah atas dirinya, dan satu pintu ke Arsy (Mahligai Allah untuk melihat wajah Allah).

Dalam buku "Ahli Surga dan kenikmatannya" diterangkan, selain yang tersebut di atas ada lagi pintu-pintu yang diberi nama :

= Pintu para rasul dan nabi

= Pintu zakat

= Pintu haji

= Pintu syahadat dan selawat

= Pintu syuhada

= Pintu salihin

= Pintu siddiqin

= Pintu ilmu dan iman

= Pintu rahmat

= Pintu taubat

Dalam hadis riwayat Bukhari-Muslim, Rasulullah bersabda:

"Demi Allah, demi antara dua ambang pintu Surga itu bagaikan jarak antara Makkah dan Basrah."

Jelaslah pada kita betapa luasnya pintu-pintu yang terdapat di dalam Surga.


RUMAH DAN ISTANA DISURGA

Untuk lebih menyenangkan lagi, maka pada penghuni-penghuni Surga diberikan bilik-bilik khas, rumah dan istana yang dibuat dari permata-permata yang tembus dipandang mata seperti kaca. Di dalamnya penuh dengan kenikmatan dan kelazatan yang tidak pernah dilihat mata serta didengar telinga.

Pernah pada suatu hari para sahabat bertanya kepada Rasulullah: "Untuk siapakah Allah menyediakan bilik-bilik seperti itu ya Rasulullah?"

Rasulullah menjawab: "Bagi mereka yang menyebarkan salam, menyumbangkan makanan, terus berpuasa dan berjaga malam mengerjakan sembahyang sedangkan orang lain tidur nyenyak."

Lalu sahabat-sahabat bertanya lagi : "Siapakah yang tahan dan sanggup berbuat demikian ya Rasulullah?"

Jawab Baginda lagi: "Umatku! Dengarlah ...sesiapa yang bertemu sesama Muslim lalu ia memberi salam, itu bererti telah menyebarkan salam. Barang siapa yang memberi makan anak-anak dan isterinya sampai kenyang, bererti ia telah menyumbangkan makanan. Sesiapa yang berpuasa pada bulan Ramadan dan ditambah dengan tiga hari pada setiap bulan, itu bererti ia terus menerus berpuasa. Dan sesiapa yang menunaikan sembahyang Isyak terakhir dengan berjemaah, bererti dia telah bersembahyang malam sedang manusia tidur." (Riwayat Abu Naim dari Jabir).

Bagi penghuni Surga ini, disediakan bilik-bilik sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam Surah Az-Zumar ayat 20:

"Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janjinya."

Kemudian di dalam firmanNya Surah Muhammad ayat 6 yang bermaksud:

"Dan memasukkan mereka ke dalam Surga yang telah diperkenankanNya kepada mereka."

Selain menerangkan keadaan bilik-bilik di Surga, ayat di atas juga menerangkan bahawa setiap orang yang masuk ke Surga itu mengetahui tempat mereka masing-masing tanpa perlu ditunjuk seolah-olah (bilik rumah dan istana-istana itu) sudah lama dikenalinya.

Kemudian dalam surah Al-Furqan ayat 10, Allah berfirman:

"Maha suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikanNya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) Surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikanNya (pula) untukmu istana-istana."

Ayat ini mengisyaratkan bahawa di dalam Surga terdapat istana tetapi tidak dijelaskan bagaimana bentuk rupa istana tersebut, sama ada bertingkat-tingkat menjulang tinggi atau sebaliknya. Di samping bilik dan istana dan pula rumah-rumah. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:

Sesiapa yang membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 10 kali, maka Allah berkenan membangunkan baginya rumah di Surga. (Riwayat Muslim).

Baca juga : Membangun Rumah Disurga


POHON-POHON DAN SEGALA MACAM BUAH-BUAHAN DISURGA

Keindahan alam dengan pohon-pohon yang rimbun menghijau serta aneka macam jenis bunga-bunga yang menawan dapat memberikan kedamaian jiwa bagi siapa yang memandangnya.

Bayangkanlah kalau kita berada di tengah-tengah kebun bunga yang seperti itu ditambah pula dengan pohon-pohon yang mengeluarkan bermacam-macam jenis buah-buahan, tentu kita akan asyik dan enggan pergi atau meninggalkan tempat tersebut.

Di Surga, Allah memberikan kepada penghuni-penghuninya lebih dari itu sebagaimana firmanNya yang bermaksud:

"Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu, berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya dan naungan yang terbentang luas; dan air yang tercurah; dan buah-buahan yang banyak tidak berhenti (buah-buahan yang banyak tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya." (Al-Waqiah: 27-33).

Kedua Surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. (Ar-Rahman: 48).

Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. (Ar-Rahman: 68)

Dan naungan (pohon-pohon Surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. (Al-Insan: 14).

Di Surga juga ada sejenis pohon yang dinamakan tuba. Abu Hurairah berkata:

Sesungguhnya di dalam Surga itu terdapat sebatang pohon yang dipanggil "tuba" dan Allah berfirman kepadanya: "Keluarkanlah untuk hambaKu apa-apa yang mereka kehendaki." Maka keluarlah kuda dengan kekang serta pelana dan apa-apa keperluan yang dikehendaki dan dikeluarkan pula untuknya kenderaan dengan tempat duduk serta pengikatnya, apa-apa keperluan yang dikehendaki dan juga pakaian-pakaian. (Riwayat Ibnu Abid Dunya).

Ibnu Hibban meriwayatkan Hadis daripada Abu Said yang menceritakan seorang lelaki datang kepada Rasulullah dan bertanya:

"Wahai Rasulullah, apakah tuba itu?" Baginda menjawab: "Ialah sebatang pohon yang sangat rindang. Rindangnya sejauh 100 tahun perjalanan, (manakala) pakaian-pakaian penghuni Surga adalah daripada kelopak-kelopaknya."

Keistimewaan pohon-pohon di Surga ini semua umbi-umbinya diciptakan Allah daripada emas. Adapun pohon bidara di Surga itu bercabang-cabang. Setiap cabangnya mengeluarkan sebiji buah, kemudian dari buah ini keluar pula 72 jenis makanan yang berlainan.

Sedangkan pohon-pohon kurma pula diciptakan Allah s.w.t. dalam bentuk yang sangat luar biasa sebagaimana Abdullah bin Al-Mubarak, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Abid Dunya dan Al-Hakaim meriwayatkan perkataan Ibnu Abbas r.a.:

"Pokok kurma Surga itu batangnya daripada permata Zamrud yang hijau, pangkal-pangkal pelepahnya daripada emas yang merah dan setiap satu pelepahnya menjadi pakaian penghuni Surga, daripadanyalah pakaian dan perhiasan-perhiasan mereka dipotong dan dijahit. Manakala buahnya seperti tempayan, lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu dan lebih lembut daripada buih dan tiada mempunyai benih."

Baca juga : Gambaran Kedahsyatan Siksa Neraka Jahannam Menurut Alquran Dan Hadits

Itulah Gambaran Keindahan Surga Menurut Al-Quran Dan Hadist, Wallahu a’lam bish-shawab  (Hanya Allah yang Maha tahu kebenarannya/ kesesuaiannya).

Semoga kita dimasukkan kedalam surganya, Amin !

Read More