Kecantikan Dan Keindahan Bidadari Surga

Ilustrasi gambar : Masshar2000.com

Kecantikan Dan Keindahan Bidadari Surga - Bidadari adalah makhluk Allah yang diciptakan dengan keindahan dan ditempatkan disurga yang tentunya sebagai pendamping untuk orang-orang yang masuk surga yaitu orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Surga merupakan tempat yang di idam-idamkan manusia, itulah tempat kesudahan yang penuh dengan keindahan dan kenikmatan yang tiada tara.

Para bidadari itu adalah pelengkap kenikmatan surga yang Allah berikan dan sediakan kepada orang-orang shalih yang bertaqwa, dan sebagai balasan kebaikan disisi Allah SWT.


Bagaimana Sifat Bidadari Surga ?

Bidadari yang bermata jeli, mereka digambarkan selalu perawan, dengan umur sebaya yang diciptakan langsung tanpa proses kelahiran dan langsung dibentuk sempurna, dan digambarkan fisik mereka seperti gadis remaja.

Memiliki kulit putih, bening, bersih dan lembut yang sempurna, diibaratkan seperti telur yang tersimpan dengan baik, dan ibaratkan pula para bidadari itu seperti permata yakut dan mutiara. Dijelaskan pula bahwa para bidadari itu sangat sopan, selalu menundukkan pandangannya, mereka tidak pernah disentuh oleh bangsa manusia atau jin.

Beberapa Hadist Rasullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menggambarkan akan keindahan bidadari surga ini, sebagaimana dalam sabdanya yang artinya,

“Kalau seandainya seorang wanita surga muncul di dunia, maka dia akan menyinari antara bumi dan langit, dan akan memenuhi bau yang semerbak antara bumi dan langit, dan sungguh kerudungnya lebih baik daripada dunia dan seisinya. (H.R Bukhari).

Subhanallah Sungguh, akal kita tak mampu menggambarkan keindahan bidadari yang dilukiskan Rasulullah, bagaimana kita dapat bayangkan hanya kerudungnya saja sudah menandingi dan melebihi keindahan apapun yang ada didunia ini, bagaimana dengan wajahnya?

Dalam syair-syair Ibnul Qayyim dikatakan, “Sang bidadari membatasi pandangannya kepada kekasihnya karena ketampanan, lirikan mata yang tertunduk adalah lirikan mata para bidadari, ataukah sang bidadari membatasi pandangan sang kekasih kerena cantiknya sang bidadari, dalam hal lirikan mata yang tunduk adalah lirikan mata sang kekasih”.

Dan didalam Al-Quran pun Allah memuji akan kecantikan ciptaannya ini, Sebagaimana Firman Allah SWT,

Bidadari diciptakan tanpa celah. Tiada bandingannya jika bersanding dengan wanita-wanita dunia, karena bidadari surga tak memiliki masa yang memudarkan kecantikannya. Ia senantiasa berada pada usia belia. Teriring dengan paras-paras yang cantik jelita, bidadari pun berperangai baik sebagaimana firman Allah yang artinya, “Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.” (QS. Ar-Rahman : 70)

Para penguni surga itu senantiasa menjaga pandangannya dari hal-hal yang diharamkan, sehingga raganya tak pernah tersentuh oleh apapun hingga dinobatkan bak permata yang terindah. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala yang artinya,“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya. (QS. Ar-Rahman : 56).


Bagaimana Allah Menciptakan Bidadari?

Dalam hal ini dalam sebuah hadits telah diriwayat dari Ibnu Abbas ra. Sesungguhnya Nabi Saw. bersabda,

“Sesungguhnya didalam surga itu ada bidadari yang dinamakan, “Aina” diciptakan dari empat unsur, yaitu, dari misik, kafur, anbar dan za’faran.”
Dalam hadits yang lain diceritakan, “Bahwa Allah menciptakan bidadari dari empat warna, yaitu, putih, hijau, kuning dan merah. Diciptakan Allah tubuhnya dari za’faran, misik, anbar dan kafur, sedangkan rambutnya dari sutera.”

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra yang sanadnya bersambung, Rasulullah Saw bersabda:

“Sekiranya bidadari surga meludah di tujuh lautan bumi, pasti air nya akan berubah menjadi tawar, karena saking tawarnya mulut bidadari surga tersebut. Bidadari bermata jeli diciptakan dari Za’Faran”

Za’faran : Adalah sejenis bunga berwarna ungu yang cantik, yang tumbuh di zajirah Arab, tumbuhan ini memiliki wangi yang sangat harum, serta banyak mempunyai khasiat yg berasal dari putiknya,sehingga bunga ini di juluki bunga termahal di dunia.

Manusia diciptakan Allah dari bahan baku Tanah, dan manusia adalah mahluk paling sempurna di muka bumi, dan memiliki paras dan rupa paling bagus di muka bumi. Sekarang bayangkanlah seorang bidadari yang diciptakan dari Za’faran, seperti apa sempurna dan cantiknya. Wallahua’lam.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra, yang sanadnya bersambung, Rasulullah Saw bersabda:

“Cahaya memancar di surga kemudian penghuni surga mengangkat kepalanya, Ternyata cahaya tersebut berasal dari cahaya gigi bidadari surga yang bermata jelita yang sedang tertawa dihadapan suaminya”.

Diriwayatkan dari Laits bin Sa’ad dari Yazid bin Abu Habib dari Walid bin Abdah, Rasulullah Saw berkata kepada Jibril:

“Wahai Jibril hentikan aku di bidadari yang bermata jelita, lalu jibril menghentikannya di hadapan bidadari-bidadari bermata jelita. Rasulullah berkata : “Kalian dari Mana ?”, mereka menjawab : “Kami adalah Istri-istri kaum mulia yang bertempat tinggal di surga dan tidak pindah daripadanya untuk selama-lamanya.” Mereka tetap muda dan tidak akan tua selama-lamanya, mereka selalu bersih dan tidak kotor selama-lamanya.”

Ibnu Mubarak berkata kepada Kami, dari Yahya bin Ayub dari Abdullah bin Zukhar, dari Khalid bin Imran dari Ibnu Abbas RA:

“Pada suatu hari kami sedang mengobrol dengan Ka’ab, Beliau berkata : ‘Jika tangan Bidadari Surga yg bermata Jelita di turunkan dari langit menuju bumi, maka akan menerangi penghuni bumi sebagaimana matahari menerangi penghuni dunia’. Ibnu Abbas berkata : “Tadi engkau berkata tangannya, bagaimana kalau wajahnya, warna kulitnya yang putih dan pesona dan kecantikannya?”

Diriwayatkan dari Hadist Hasan bin Athiyah dari Ibnu Mas’ud ra, berkata :

“Di surga terdapat bidadari yang bermata jelita yang bernama Lu’bah, semua bidadari surga kagum kepadanya. Mereka menepuk bahu Lu’bah dan berkata : “Betapa bahagianya engkau wahai Lu’bah, sesungguhnya apabila pemburu surga mengetahui keberadaanmu, pasti mereka akan serius mengerjakan amal Shaleh. Diantara kedua matanya tertulis : “Barangsiapa ingin mendapatkan istri di surga seperti aku, maka hendaklah ia berbuat untuk mencari ke-ridhaan Rabb ku.”

Dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, saya pernah mendengar Ibnu Abbas berkata,

“Sekiranya Bidadari Surga mengeluarkan telapak tangannya di bumi, maka akan membuat penduduk dunia kagum karena saking bagus dan indahnya. Jika ia mengeluarkan tutup kepalanya, maka matahari pada saat bersinar terang akan berubah menjadi lampu yang kecil yg tidak lagi terlihat cahayanya, jika ia mengeluarkan wajah nya yg cantik, maka kecantikan wajahnya akan menyinari langit dan bumi.”

Ibnu Mubarak berkata dari Auza’i dari Yahya bin Abu Katsir yang berkata : “Sesungguhnya bidadari yang bermata jelita, menunggu masing-masing di pintu surga, Mereka berkata : “Duhai lama sekali kami menunggu kedatangan kalian”. Kami selalu riang dan tidak cemberut selama-lamanya, kami tetap tinggal bersamamu dan tidak akan berpisah selama-lamanya, kami tetap kekal dan tidak akan mati selama lamanya”, Bidadari tersebut berkata dengan suara paling merdu yang belum pernah didengar oleh telinga. Kemudian ia berkata : “Engkau adalah kekasihku dan Aku adalah kekasihmu.”


Apakah Bidadari Sama Cantiknya Dari Wanita Sholehah Yang Masuk Surga?

Banyak hadits menerangkan bahwa istri kita di surga tetap lebih baik dari hurul ‘iin (bidadari surga). Beberapa ulama menerangkan bahwa istri kita lebih utama dari bidadari di surga.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin pernah ditanya, apakah istri shalihah di dunia akan menjadi bidadari di surga?

Beliau rahimahullah menjawab,

Istri kita di dunia ketika masuk surga akan lebih baik dari bidadari surga, bahkan istri kita sendiri yang paling disenangi dan paling disukai suaminya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa rombongan yang pertama kali masuk surga berbentuk semisal bulan di malam purnama.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ditanya pula, apakah kecantikan bidadari surga sama dengan istri kita sebagaimana disebut dalam Al-Quran?

Jawab Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, yang nampak, istri kita lebih baik daripada bidadari surga dilihat dari kecantikannya. Demikian disebut dalam Fatawa Nur ‘ala Ad-Darb 2/4 sebagaimana penomoran Asy-Syamilah

Ingatlah sabda Rasulullah yang artinya “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita Shalehah” (H.R Muslim). Wanita shalehah memiliki hati yang senantiasa terpaut akan asma-asma Allah, bukanlah seorang wanita yang ilmu tentang fesyennya melebihi ilmu tentang al-Qur'an’an dan hadits, bukan pula pemilik senyuman manis yang ditebar ke banyak lelaki bukan mahramnya. Namun yang lisannya senantisa melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an dan mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Bukan pula yang khianat tatkala suami di luar rumah, melainkan yang setia dalam suka dan duka untuk menjaga nafkah suami dengan sebaik-baiknya.

Islam pun sangat memuliakan wanita sholehah, sehingga surga berada di bawah telapak kakinya, bahkan Allah pun memberikan nama surah dengan sebutan perempuan yakni surah an-Nisa.

Subhanallah, Hiduplah dengan petunjuk Al-Qur'an dan hadits, hingga kelak kita diantar menuju SurgaNya. Amin.

Wallahu a’lam bish-shawab  (Hanya Allah yang Maha tahu kebenarannya/ kesesuaiannya).

(Dari sumber Islami)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kecantikan Dan Keindahan Bidadari Surga"

Post a Comment