Kisah Mualaf - Wanita Bule Amerika Ini Akhirnya Mendapat Hidayah


Saya baru jadi mualaf . Katolik adalah agama yang diikuti oleh nenek moyang saya. Pada usia 14 tahun, saya menolak konsep Trinitas yang saya lihat sebagai sebuah kisah yang rumit dari 'tiga dalam satu' ke 'dua dalam satu' dan mulai masuk Gereja Baptis.

Bingung Dogma Gereja tentang Ketuhanan
Sepanjang hidup saya, saya sudah berusaha mencari pemahaman, tapi saya benar-benar bingung tentang mengapa Tuhan akan datang sebagai manusia dan akan memungkinkan dirinya untuk mati menebus dosa-dosa manusia, lalu manusia hanya cukup percaya dalam penyaliban agar selamat.
Saya menerima penjelasan ini begitu rumit, dan menanyakan keraguan saya dengan pendeta yang memberikan setiap usaha untuk meyakinkan dogma Kristen. Saya bertanya pada diri sendiri: "Mengapa agama saya harus begitu rumit?"

Ketika saya mencapai kedewasaan, saya berpikir sangat sederhana. Hanya ada satu, pencipta kita dan itu saja. Pasti ada penjelasan lain yang rasional dan masuk akal. Saya mulai melihat Islam sebagai agama yang datang untuk memperjelas kesalahan manusia yang mengubah Firman asli Tuhan untuk menyesuaikan dengan kepentingan mereka.

Agama Islam sederhana: Allah adalah Allah. Allah menciptakan kita dan kita menyembah Allah, hanya Allah saja. Allah mengutus Musa, Yesus dan Muhammad (alaihissalam) untuk menyampaikan pesan-Nya untuk membimbing semua orang.

Al Quran adalah kitab Perjanjian Terakhir yang tak pernah diubah agar sesuai dengan perubahan kepentingan orang-orang sepanjang sejarah.

Islam menegaskan bahwa Anda tidak mendapat surga hanya karena Anda mengatakan Anda Muslim. Dan Anda tidak dapat langsung ke surga hanya karena Anda percaya bahwa Tuhan monoteistik. Anda pergi ke surga berdasarkan niat serta melaksanakan ibadah yang diajarkan oleh nabi.
Surga bukanlah sebuah klub eksklusif bagi mereka yang hanya mengikuti leluhur mereka. Sebaliknya itu adalah tanggung jawab Anda, terutama sebagai seorang Muslim, terus menerus mencari kebenaran, pemahaman, membaca dan berpikir.

Setelah tamat membaca setiap bab dalam Quran sebanyak dua kali dan membuat catatan rinci, saya percaya bahwa karya ini hanya bisa berasal dari Pencipta. Tanpa diragukan lagi penulis kitab ini tahu lebih banyak tentang saya dari pada saya tahu tentang diri saya sendiri.
Bukanlah rahasia bahwa Islam disalahpahami dan tak disukai oleh banyak orang di sini di Tanah Airku, Amerika Serikat. Jadi mualaf dan pindah ke agama "kontroversial" ini membuat keluarga dan teman-teman saya heran.

Setelah menemukan hidayah dalam Islam, saya mampu mengikuti ajaran-ajaran dalam Al-Quran dan hadits. Saya bisa mengatakan bahwa jika Allah tidak memberi hidayah Islam ke dalam jiwa saya, saya tak akan pernah menemukan Angela.

Hari ini, di sini saya: Angela, seorang Muslim Amerika: jiwa yang terus-menerus mencari Pencipta dan telah menemukan Pencipta dari segala yang ada di alam semesta dan seterusnya, dalam Islam.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Mualaf - Wanita Bule Amerika Ini Akhirnya Mendapat Hidayah"

Post a Comment