Banyak Orang Mengaku Sayang Ibu Bapak, Tapi Sebenarnya Tak Sayang


Kekeliruan besar anak-anak terhadap arwah ibu bapak yang sudah meninggal dunia antaranya adalah :

1.Ada yang hanya memasang gambar ibu bapak di dinding2 rumah atau disimpan dalam dompet.

2. Ada yang suka simpan barang yang ditinggalkan oleh ibu bapak, dijaga dengan baik atau diwariskan.

3. Ada yang sering pergi ke kubur hanya untuk bersihkan kuburan dan dicabut rumput.

4. Ada yang menangis dan bersedih sepanjang masa teringatkan arwah... dan lain-lain.

Sebenarnya bukan itu yang arwah ibu bapak kita maukan, diharapkan dan diperlukan.
Semasa mereka berada di alam barzakh sana, ada yang lebih utama dari itu.

Sebagai anak kita wajib meneruskan bakti kita kepada arwah ibu bapak kita.
Di sana mereka sangat menantikan doa dan kiriman pahala dari anak-anak mereka.

Yang mereka perlukan, antaranya ialah :

1. Doa ampunan dan rahmat Allah Ta'ala untuk mereka dari anak-anak.

2. Sedekah harta yang diniatkan pahalanya untuk mereka dari anak-anak.

3. Amal soleh yang dilakukan hasil didikan mereka dari anak-anak.

4. Anak-anak sering menyebut atau menceritakan apa saja kebaikan ibu bapak.

5. Sedekahkan Al-Fatihah setiap hari untuk arwah ibu bapak.

Setelah wafatnya seorang ibu atau bapak, segalanya sudah berubah.
Di alam barzakh sana segala nikmat duniawi sudah tidak bermakna lagi...
Hilang sudah senda gurau, gelak tawa, main main, perhiasan indah atau harta dunia.

Yang bernilai di sana hanya pahala yang dibawa atau yang dikirimkan..."

Ingatlah...
Hari ini kita sebagai anak, besok lusa kita mati amalan yang sama kita perlukan pada anak kita.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

“Sesungguhnya ibu dari Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia.
Sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sisinya.
Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal,
sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya.
Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’
Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.”
(HR. Bukhari no. 2756)

Semoga bermanfaat

(Sumber Dari Sahabat Islami)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Banyak Orang Mengaku Sayang Ibu Bapak, Tapi Sebenarnya Tak Sayang"

Post a Comment