Kecepatan Buroq Kendaraan Nabi Muhammad SAW Ketika Isra Mi raj



Buroq Kendaraan Nabi Muhammad SAW Ketika Isra Mi raj - Kita Sering Mendengar tentang Cerita tentang Buroq (kilat) yaitu kendaraan Nabi Muhammad yang disediakan Allah SWT ketika isro mi’roz untuk  naik ke langit ketujuh. yg menjadi pertanyaan kita bagaimana bentuk sebenarnya Buroq itu? Apakah benar kebanyakan orang menceritakan wujud Buroq seperti Kuda yang bersayap yang mempunyai kecepatan tinggi hingga sekali langkahnya dapat meleset dengan kecepatan kilat?

Bagaimanakah Kecepatan Buraq itu?

Ada beberapa Hadist yang menceritakan tentang Buraq, diantaranya adalah

Ada sebuah  hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim disebutkan,”…kemudian aku diberikan seekor binatang yang bukan begal (peranakan kuda dengan keledai, pen) namun melebihi keledai putih.” Al Jaruud mengatakan kepadanya,”Itu adalah buraq wahai Abu Hamzah.” Anas mengatakan,”Betul. Dia (binatang) itu meletakkan langkahnya sejauh pandangan mata…”

Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa “bukan begal dan melebihi keledai putih” demikianlah disebutkan dikarenakan ia adalah binatang tunggangan atau dengan melihat lafazh “buraq”. Hikmah pensifatan itu adalah sebagai isyarat bahwa orang yang menungganginya adalah dalam keadaan nyaman bukan dalam keadaan perang atau ketakutan. Atau pula untuk menampakkan mu’jizat yang terjadi karena kecepatannya yang sangat cepat dengan menunggangi seekor binatang yang tidak pernah disifatkan dengan sifat seperti itu jika menurut keadaan normal.

Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Hudzaifah bin al Yaman mengatakan bahwa Rasulullah saw telah diberikan seekor binatang yang punggungnya panjang dan langkahnya adalah sepanjang mata memandang. Mereka berdua (Rasulullah saw dan Jibril as, pen) tidaklah terpisahkan diatas punggung buraq sehingga mereka meyaksikan surga dan neraka … kemudian mereka berdua kembali pulang ke tempat semula (ketika berangkat)…” (Abu Isa mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih)

Imam Nawawi menyebutkan bahwa para ahli bahasa mengatakan,”Buraq adalah nama binatang yang ditunggangi Rasulullah saw di malam isro.” Az Zubaidiy didalam “al Mukhtashar al ‘Ain” dan pemilik kitab “at Tahrir” mengatakan,”Buraq adalah binatang yang ditunggangi oleh para Nabi as.” Yang dikatakan oleh kedua orang itu dengan menyertakan semua nabi didalam hal ini membutuhkan dalil yang shahih.

Ibnu Duraid mengatakan bahwa “buraq” berasal dari kata al barqi (kilat) insya Allah ta’ala karena kecepatannya. Ada yang mengatakan,”Dinamakan buraq dikarenakan terlalu bersih, mengkilat dan sangat cepatnya.” Ada yang mengatakan,”Karena warna putihnya.” Al Qodhi mengatakan,”Kemungkinan dinamakan buraq karena dia memiliki dua warna, dikatakan ‘syaatun barqoo’ (kambing kilat) apabila disela-sela bulunya yang berwarna putih terdapat bercak-bercak hitam” Dia berkata,”didalam hadits itu disifatkan bahwa buraq itu berwarna putih. Bisa jadi ia dari jenis kambing kilat dan dia terbatasi dengan warna putih.” (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi al israa bi rosulillah …)

Dengan demikian bagaimana hakekat dari bintang buraq itu? seperti apakah dia? Apakah dia memiliki sayap? Berapakah kecepatannya sekali dia melangkah? Bagaimana mungkin mereka bisa selamat melintasi atmosfer bumi? Maka itu semua adalah termasuk didalam perkara-perkara ghaib yang kita tidak bisa mengatakannya melebihi dari nash-nash shahih yang telah menceritakan tentang hal itu. Kita tidak dituntut untuk mena’wilkannya namun dituntut untuk mengimaninya saja. Dan apabila hal-hal itu ada manfaatnya bagi kehidupan manusia pastilah Rasulullah saw menjelaskannya kepada kita.

Al Bashor (penglihatan) adalah alat secara fisik bukan ruh. Begitu juga bahwa beliau menunggang buraq, binatang putih bersinar dan mengkilat, sesungguhnya hal itu untuk badan bukan untuk ruh…. Wallahu A’lam

Sementara yang lain berpendapat bahwa Rasulullah saw diisrokan dengan ruhnya saja tidak dengan jasadnya. Muhammad bin ishaq bin Yasar didalam “Siroh” nya mengatakan,”Ya’qub bin Utaibah bin al Mughiroh telah bercerita kepadaku bahwa Muawiyah bin Abi Sofyan pernah ditanya tentang isronya Rasulullah saw?’ dia menjawab,”mimpi dari Allah itu benar.”

Sebagian dari keluaga Abu Bakar bercerita kepadaku bahwa Aisyah berkata,”Jasadnya Rasul tidaklah menyertai akan tetapi beliau saw diisrokan dengan ruhnya.”

Rasulullah saw bersabda,”Kedua mataku tidur sedangkan hatiku terjaga.” Allah Maha Mengetahui apa yang terjadi. Jika Allah ingin memperlihatkan dengan mata maka Dia akan perlihatkannya dengan mata dalam keadaan apa pun baik tidur maupun terjaga, semua itu benar, demikianlah perkataan Ibnu Ishaq. (Tafsir al Qur’an al Azhim juz V hal 43 – 44)

Wallahu a’lam bish-shawab  (Hanya Allah yang Maha tahu kebenarannya/ kesesuaiannya).

(Sumber dari sahabat)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kecepatan Buroq Kendaraan Nabi Muhammad SAW Ketika Isra Mi raj"

Post a Comment