Hidayah Datang Ketika Melihat Hanya Musholla Yang Tidak Hancur Karena Longsor

Gambar : www.jawapos.com

Kisah Mualaf - Hidayah Allah datang pada siapapun serta cara apa saja sesuai kehendak Allah SWT . Seperti yang dialami Ishia Rijal (23) wanita cantik ini yang mengambil keputusan jadi mualaf pada 2012 pada waktu usianya memijak 18 th..

Jeje, sapaan akrab Ishia, lahir jadi penganut agama nasrani. Ayahnya adalah seseorang pendeta muda. Sesudah ayahnya wafat, dia menjalani hidup sebagai umat kristiani yang patuh melaksanakan ibadah didampingi sang Ibu bersama kaka serta adiknya.

Sebelumnya jadi mualaf, Jeje adalah aktivis gereja serta jadi guru sekolah minggu, dan aktif di unit aktivitas mahasiswa Kristen Ouikimene Kampus Pakuan.

“Saat itu saya bertugas mendidik, menjalani kesibukan yang bisa dikerjakan untuk tiap-tiap anak di kelompok kelasnya serta mempersiapkan alat peraga untuk menjelaskan firman Tuhan, ” tutur wanita yang akrab disapa Jeje ini.

Hidayah diperoleh Jeje waktu tergabung dalam aktivitas mahasiswa di Unpak yakni Korps Suka-rela (KSR) yang ada dibawah naungan PMI. Waktu itu berlangsung bencana longsor di Ciwaringin. Jeje memperoleh tugas untuk datang ke tempat bencana.

Begitu sedih serta terharu saat lihat nyaris semua tempat tinggal tertimpa longsoran tanah, tetapi ada satu bangunan yang masih tetap tegak berdiri serta jadi tempat beberapa korban mengungsi. Bangunan itu adalah mushalla.

“Saya lihat mushalla itu seperti kokoh melindungi beberapa korban, berikan keamanan serta kenyamanan walau banyak lumpur di sekelilingnya, dari situ saya terasa takjub, ” katanya.

Pengalaman beda yang membuatnya percaya untuk jadi mualaf adalah saat di tempat bencana seseorang ayah berbaju koko putih mengajaknya untuk shalat serta berkata apa pun keadaannya jangan sampai tinggalkan shalat. Waktu ayah itu mengumandangkan adzan juga suaranya demikian indah didengar melebihi dari nyanyian Jazz yang digemarinya.

“Tiba-tiba hati saya tergugah serta tanpa sadar saya meneteskan air mata, ” paparnya.

Sesudah segalanya yang dirasakannya, terbukalah hati serta fikirannya untuk masuk Islam. Semuanya pertanyaan itu muncul serta terjawab saat ini sesudah saya pelajari Islam serta mengambil keputusan jadi muslim.

“Dari situ saya makin percaya untuk meninggalkan agama saya, banyak keindahan didalam agama Islam yang buat saya mengagumi serta takjub akan ajaran itu semuanya, ” tuturnya.

Pembacaan dua kalimat syahadat Jeje dibantu serta diarahkan kakak angkat yang disebut rekan kuliah satu universitas. Dia memperkenalkan Jeje dengan satu diantara pemuka agama di sekitaran tempat tinggalnya dan kemudian diislamkan disana. 

" Pertama kalinya saya mengucapkan dua kalimat syahadat di kamar serta terlebih dulu saya mengucap Astagfirullah sembari menangis. Pada akhirnya saya memberitahukan rekan saya kalau saya menginginkan jadi muslim, ” papar karyawati salah satu diantara perusahaan swasta itu.

Awal melakukan aktivitas jadi muslim pasti tidak demikian gampang, dari mulai shalat lima waktu sehari semalam, berpuasa di bln ramadan sampai beberapa hal harus dilakukan serta sunnah yang lain. Tapi seiring waktu berjalan, semuanya dapat Jeje lakoni dengan ikhlas serta suka hati.

“Menjadi muslim adalah pengalaman indah buat saya dan bisa pelajari ini semuanya, ” akunya.

Dia juga mengakui bila hubungan dengan keluarga begitu baik. “Ibu saya terlahir jadi muslim tetapi beralih agama jadi nasrani saat menikah dengan bapak saya, ” katanya.

Sang kakek adalah seseorang muslim yang mempunyai pesantren dan masjid yg tidak demikian besar di Surabaya. “Beberapa th. sebelumnya saya jadi mualaf, Ibu saya telah kembali memeluk Islam begitu juga dengan kakak serta adik saya, ” tuturnya.

Jeje mengakui sedih sampai sekarang ini melihat fenomena perbedaan yang demikian gampang buat pertikaian, pertumpahan darah, perang saudara serta memusuhi keluarga yang lain agama.


" Semuanya agama tidak lah mengajarkan yang salah, semua mengajarkan kebaikan bergantung pada manusianya ingin seperti apa mengamalkan kebaikan yang telah Tuhan sampaikan, dengan cara yang tidak sama, ” ujarnya.

Sumber Referensi : https://www.jawapos.com


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hidayah Datang Ketika Melihat Hanya Musholla Yang Tidak Hancur Karena Longsor"

Post a Comment