Keutamaan Lailatul Qadar Dan Tanda Kedatangannya

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu? Malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr : 1-5)

ilustrasi gambar : nl.freepik.com
Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, yaitu takdir selama setahun. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Ad-Dukhan: 3 – 6)

1. Keutamaan Malam Lailatul Qadar

1. Dia adalah malam diturunkannya al-Qur’an, sebagai mana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
”Sesungguhnya Kami menurunkannya (al-Qur’an) pada malam lailatul Qodar”(QS al-Qodar: 1)

2. Dia adalah malam yang berkah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
”Sesungguhnya Kami menurunkannya (al-Qur’an) pada malam yang penuh berkah”(QS ad-Dukhan: 3)

3.Allah menulis pada malam itu ketetapan-ketetapan dan rizki-rizki selama satu tahun kedepan, sebagaimana firman-Nya:.
”Pada malam itu dijelaskan segala perkara yang penuh hikmah.”(QS ad-Dukhan: 4)

4.Kelebihan ibadah pada malam itu melebihi ibadah pada malam-malam selainnya, sebagaimana firman-Nya:
”Malam lailatul Qodar itu lebih baik dari seribu bulan.”(QS al-Qodar: 3)

5.Malaikat pada malam itu turun ke dunia dengan membawa kebaikan, berkah, rahmat dan pengampunan, sebagaimana firman-Nya:
”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan.”(QS al-Qodar: 4)

6.Malam itu terbebas dari kejahatan, dan melimpah di dalamnya ketaatan, amal kebaikan dan kebajikan dan di dalamnya banyak terdapat kesejahteraan dan keselamatan, sebagaimana firman-Nya:
”Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”(QS al-Qodar: 5)

7. Pada malam itu ada pengampunan dosa bagi yang menghidupkan malam itu dan dia mengharap pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:
”Siapa saja yang mengidupkan (shalat malam) pada malam lailatul Qodar dengan dilandasai keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosanya yang telah lalu.”(mutaffaq ‘alaihi)

2. Kapan Waktu kedatangan lailatul Qodar

Diriwayatkan dari Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Ini adalah pendapat yang paling kuat berdasarkan hadits ‘Aisyah -Radhiyallahu ‘anha, beliau berkata bahwa Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir, karena riwayat dari Ibnu Umar, Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika seorang dari kamu merasa lemah atau tidak mampu maka janganlah sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di dalam hadis-hadis diterangkan bahwa Nabi saw. bersabda:
“Maka carilah oleh kalian pada sepuluh (malam) terakhir” (H.r. Muslim dan Abu Daud.)

Maksudnya: cari dari tanggal 21 sampai 29/30 Ramadhan. Hadis ini tidak menginformasikan ketentuan harinya, bisa jadi 21, 22, 23, dan seterusnya.


Dari Aisyah bahwasannya Nabi saw. bersabda, “Carilah lailatul qadar itu pada malam-malam ganjil dari10 terakhir bulan Ramadhan”. (H.r. al-Bukhari)

Pada hadis ini terdapat qayyid (pembatas), yaitu malam-malam ganjil. Maksudnya, carilah pada tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29.

Dari Ibnu Umar, dari Nabi saw. beliau bersabda, “Carilah lailatul qadar itu pada 7 terakhir (bulanRamadhan). H.r. Muslim

Maksudnya:kalau ramadhan 30 hari, carilah dari tanggal 24 hingga 30 = 7 hari. Kalau 29,cari dari 23 hingga 29 = 7 hari

3. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar?

Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Barangsiapa melakukan qiyam (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Disunnahkan untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah -Radhiyallahu ‘anha bahwasanya beliau bertanya: “Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan?” Beliau –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam menjawab” “Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Ya Allah, Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemaaf dan Suka Memaafkan, maka maafkanlah hamba.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad sahih)

Dari ‘Aisyah -Radhiyallahu ‘anha berkata: “Adalah Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam apabila telah masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (banyak beribadah), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Juga dari ‘Aisyah -Radhiyallahu ‘anha, belaiu berkata: “Adalah Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) sepuluh hari terakhir yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya.” (HR. Muslim)

4. Tanda-Tanda Alam ketika datangnya Lailatul Qadar

Dari ‘Ubaiy –Radhiallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR. Muslim)

Dari Ibnu Abbas -Radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya sinar matahari melemah kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thayalisi, Ibnu Khuzaimah dan Al-Bazzar dengan sanad hasan)

Dan Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya tanda lailatul qadaradalah langit bersih, terang bagaikan bulan sedang purnama, tidak dingin, dan tidak pula panas, tidak layak bagi bintang dijatuhkan pada malam itu hingga masuk waktu shubuh,dan tandanya (pula) bahwa matahari cerah keluar secara seimbang, tiada bayangan seperti malam bulan purnama, dan tidak layak setan keluar bersamanya ketika itu. (H.r. Ahmad)

Wallahu a’lam bish-shawab  (Hanya Allah yang Maha tahu kebenarannya/ kesesuaiannya).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keutamaan Lailatul Qadar Dan Tanda Kedatangannya"

Post a Comment