Syaitan Ajarkan Kalimat Kepada Abu Hurairah Ra

Syaitan Ajarkan Kalimat Kepada Abu Hurairah Ra

Abu Hurairah r. a. sempat ditugaskan oleh Rasulullah S. A. W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tidak diduga ada seorang pencuri datang, lantas mengambil segenggam makanan. Akan tetapi kepintaran Hurairah memang pantas dipuji, lalu pencuri itu lalu sukses ditangkapnya. 


" Akan saya adukan kamu pada Rasulullah S. A. W, " gertak Abu Hurairah. 

Bukan main takutnya pencuri itu dengar ancaman Abu Hurairah, sampai akhirnya ia  merengek-rengek : " Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sesaat saya begitu membutuhkan makanan. " 

Kemudian pencuri itu dilepaskan. Tidakkah zakat itu juga seharusnya akan dikasihkan pada fakir miskin? Cuma saja cara mencuri itu adalah salah.

Esok harinya, Abu Hurairah memberikan laporan pada Rasulullah S. A. W. Maka bertanyalah beliau : " Apakah yang dikerjakan pada tawananmu tadi malam, ya Abu Hurairah? " 

Ia merintih, " Ya Rasulullah, jika ia orang miskin, keluarganya banyak serta begitu membutuhkan makanan, " jawab Abu Hurairah. Lantas diterangkan juga olehnya, jika ia kasihan pada pencuri itu,, lantas dilepaskannya. 

" Pencuri itu Bohong , " kata Nabi : " sebenarnya kelak malam ia akan datang lagi. " 

Kerana Rasulullah S. A. W berkata demikian, maka penjagaannya diperketat, serta kewaspadaan juga ditingkatkan. Serta, benar juga, pencuri itu balik lagi, lantas ambil makanan seperti tempo hari. Pada kesempatan ini ia juga tertangkap. 

" Akan saya adukan kamu pada Rasulullah S. A. W, " ancam Abu Hurairah, sama dengan tempo hari. kemudian pencuri itu juga lagi memohon ampun : " Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji besok akan tidak balik lagi. " 

Kasihan juga rupanya Abu Hurairah dengar aduan orang itu, serta kesempatan itu  juga ia kembali dilepaskan. Pada paginya, peristiwa itu dilaporkan pada Rasulullah S. A. W, serta beliau juga menanyakan seperti tempo hari. Serta sesudah mendapatkan jawapan yang sama, lagi Rasulullah menyatakan : " Pencuri itu bohong, dan kelak malam ia akan balik lagi. " 

Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan tinggi. Mata, telinga serta perhatiannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan cermat tiap-tiap gerak-gerik di sekitarnya telah 2x ia dibohongi oleh pencuri. Bila pencuri itu betul-betul hadir seperti diperkatakan oleh Rasulullah serta ia sukses menangkapnya, ia sudah berniat akan tidak melepaskannya lagi. Hatinya tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia jengkel. Mengapa pencuri tempo hari itu dilepaskan demikian saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S. A. W?  Mengapa mau saja ia ditipu olehnya? " Awas kalo ketangkap lagi! " tuturnya dalam hati. " Kesempatan ini akan tidak kuberikan ampun. " 

Malam makin larut, jalanan telah sepi, saat tidak diduga muncul sesosok bayangan yang hadir mendekati gudang makanan yang dia jaga. " Nah, benar juga, ia datang lagi kemari, " tuturnya dalam hati. Serta selang beberapa saat pencuri itu sudah bertekuk lutut di hadapannya dengan muka ketakutan. Diperhatikannya betul-betul muka pencuri itu. Ada seperti kepura-puraan pada gerak-gerinya. 

" Pada kali ini kau tentunya kuadukan pada Rasulullah. Telah 2x kau berjanji akan tidak datang mencuri lagi ke mari, tetapi nyatanya kau kembali juga. 

Bebaskan saya, " pencuri itu meminta. Tetapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat bisa difahami, jika kesempatan ini ia akan tidak dilepaskan lagi. Jadi dengan perasaan putus harapan ahirnya pencuri itu berkata : " Bebaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang begitu bermanfaat. " 

" Kalimat apakah itu? " Bertanya Abu Hurairah dengan perasaan ingin tahu. " Jika tuan akan tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan tetap dijaga oleh Allah, serta akan tidak ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi. " 

Setelah mendengar itu pencuri itu kemudian dilepaskan oleh Abu Hurairah. Nampaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.

Serta esok harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S. A. W untuk memberikan laporan pengalamannya yang mengagumkan semalam. Ada seseorang pencuri yang mengajarinya manfaat ayat Kursi. 

" Apakah yang dilakukan oleh tawananmu tadi malam? " bertanya Rasul sebelum Abu Hurairah sebelum sempat bercerita semuanya. 

" Ia mengajariku beberapa kalimat yang kalimatnya begitu bermanfaat, lantas ia saya bebaskan, " jawab Abu Hurairah. 

" Kalimat apakah itu? " bertanya Nabi. 

Tuturnya : " Ketika kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Serta ia jelaskan juga : " Bila engkau membaca itu, maka engkau akan tetap dijaga oleh Allah, serta akan tidak didekati syaitan sampai pagi hari. " 

Menyikapi cerita Abu Hurairah, Nabi S. A. W berkata, " Pencuri itu sudah berkata benar, walaupun sebetulnya ia masih pendusta. " Lalu Nabi S. A. W menanyakan juga : " Tahukah kamu, siapa sebetulnya pencuri yang berjumpa denganmu setiap malam itu? " 

" Entahlah. " Jawab Abu Hurairah. 

" Itu adalah syaitan. "


Read More
Menjadi Ibu Yang Cantik

Menjadi Ibu Yang Cantik



Pada Suatu pagi, seorang anak gadis bertanya pada ibunya : 
"Ma.. mama selalu terlihat cantik.. Aku ingin seperti Mama, tolong beritahu aku caranya, Ma.."*

Dengan tatapan lembut dan senyum haru, sang Ibu menjawab :

- Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik..

- Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapa pun..

- Untuk mata yang indah menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain..

- Untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan untuk fakir miskin..

- Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuat orang kepadamu..

- Untuk wajah putih bercahaya, bersihkanlah kekotoran tubuh dan bathin atas perbuatanmu

Anakku..

Janganlah sombong akan kecantikan fisik, karena itu akan pudar oleh waktu.. Dan ingatlah bahwa kecantikan perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian..

Dan biasakanlah untuk mengucapkan empat kata kepada siapapun dengan santun : terima kasih, maaf, tolong dan permisi..

- Jika kamu benar, maka kamu tidak perlu marah..

- Jika kamu salah, maka kamu wajib minta maaf..

- Kesabaran dengan keluarga adalah kasih..

- Kesabaran dengan orang lain adalah hormat..

- Kesabaran dengan diri sendiri adalah keyakinan...

- Kesabaran dengan Tuhan adalah  Iman..

- Janganlah terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa air mata..

- Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena hal itu akan membawa ketakutan..

- Jalankan saat ini dengan senyuman, karena hal itu akan membawa keceriaan...

- Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat kamu pedih atau lebih baik..

- Setiap masalah yang timbul bisa menghancurkan atau menguatkanmu..

- Pilihan ada padamu, apakah kamu akan memilih menjadi korban atau pemenang..

- Carilah hati yang indah dan bukan wajah yang cantik..

- Hal-hal yang indah tidak selalu baik, tapi hal-hal yang baik akan selalu indah.."

Ini adalah Nasehat...untuk ku, untuk kamu dan untuk kita semua. Semoga bermanfaat..


Read More
Tegarlah Dan Jangan Mengeluh

Tegarlah Dan Jangan Mengeluh



Apakah pantas kita mengeluh? Walau sebenarnya kita sudah dikaruniai sepasang lengan yang kuat untuk merubah dunia. 

Layakkah kita berkeluh kesah? Walau sebenarnya kita sudah dianugerahi kecerdasan yang sangat mungkin kita untuk mengatur segala sesuatunya. 

Apa kita punya maksud untuk menyia-nyiakan semua itu? lalu singkirkan beban serta tanggung jawab kita? 

Jangan sampai kemampuan yang ada di diri kita, terjungkal karena kita berkeluh kesah. Mari tegarkan hati kita. Tegakkanlah pundak. Janganlah dibiarkan semangat hilang cuma karena kita tidak paham jawaban dari permasalahan kita itu. 

Janganlah dibiarkan kecapekan menghujamkan kemampuan dan kelebihan kita. Ambillah nafas dalam-dalam. Tenangkan semuan alam raya yang ada pada benak kita. Lantas dapatkan lagi secercah sinar di balik awan mendung. Serta awalilah dan ambillah langkah baru. 

Sebenarnya, ada orang yang lebih memiliki hak mengeluh di banding kita. Sayangnya nada mereka terlalu parau hingga tidak terdengar, karena mereka tidak sempat lagi untuk mengeluh. 

Beban kehidupan yang berat lebih senang mereka lakoni dibanding mereka sesali. 

Oleh karenanya masihkan kita lebih senang mengeluh dibanding menjalani tantangan hidup ini?

Sumber referensi : iphincow.com


Read More
Berikut Adalah Adab Hutang Piutang Dalam Islam

Berikut Adalah Adab Hutang Piutang Dalam Islam

Wahai sobat Muslim.. Janganlah pernah meremehkan persoalan hutang piutang . Bila Anda sudah punya kemampuan janganlah pernah  menunda- nunda lagi untuk membayarnya. Memang didalam Islam berhutang diperbolehkan, namun tentunya ada adab- adabnya nya.

Image : Hidayatullah.com
Berikut adalah 11 Adab dalam hutang piutang didalam Islam :

1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ... سورة البقرة 282

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya." (QS Al-Baqarah: 282)


2. Jangan pernah berniat untuk tidak melunasi utang.

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏‏أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا . رواه ابن ماجة 2410

"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI." (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)


3. Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ "‏ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ ‏"‏ ‏.‏ رواه مسلم 1886

"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang". (HR Muslim)


4. Janganlah merasa tenang kalau masih punya utang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ ‏"‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة 2414

"Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR Ibnu Majah ~ shahih)


5. Jangan pernah menunda membayar utang.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ "‏ مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ ‏"‏‏.‏ رواه البخاري 2287 ، مسلم 1564 ، النسائي 4688 ، ابو داود 3345 ، الترمذي 1308

"Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman." (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)


6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang.

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ أَعْطُوهُ فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً ‏"‏‏.‏ رواه البخاري 2392 ، مسلم 1600 ، النسائي 4617 ، ابو داود 3346 ، الترمذي 1318

"Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang. (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)


7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "‏ أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلاً كَانَ سَهْلاً مُشْتَرِيًا وَبَائِعًا وَقَاضِيًا وَمُقْتَضِيًا الْجَنَّةَ ‏"‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة 2202 ، النسائي 4696

"Allah 'Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang." (HR An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)


8. Jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ‏ "‏ نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ ‏"‏. رواه الترمذي 1078 ، ابن ماجة 2506

"Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan." (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)


9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang.

قَالَ ‏"‏ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ ‏"‏‏.‏ البخاري 2397 ، 833 ، مسلم 589 ، ابو داود 880 ، النسائي 5472 ، 5454

"Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar." (HR Bukhari dan Muslim)


10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.

...وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا... سورة الإسراء 34

"... Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban .." (QS Al-Israa': 34)


11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi utang.

وَمَنْ آتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَعْلَمُوا أَنْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ ‏"‏ ‏.‏ رواه النسائي 2567 ، ابو داود 5109

"Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu.

Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya." (HR An-Nasa'i dan Abu Dawud)

Semoga bermanfaat. Amin YRA ...

(Sumber Sahabat Islami)

Read More
Bisikan Hati Orang Tua Yang Renta

Bisikan Hati Orang Tua Yang Renta

Saat aku telah tua, bukanlah lagi aku seperti dulu kala. Mengertilah, bersabarlah sedikit pada ku Nak.. Saat bajuku terciprat sup, saat aku lupa bagaimanakah mengikat sepatu, cobalah mengingat bagaimanakah dulu aku membimbing dan mengajarmu..

Image : urbanoir. net
Saat aku berkali-kali berbicara perihal suatu hal yang sudah jemu dan bosan kau dengar, bersabarlah Nak.. tolong dengarkan, janganlah memutus perbincanganku. Saat kau kecil, aku senantiasa mengulang-ulang narasi yang sudah beribu-ribu kali kuceritakan supaya kau bisa tertidur lelap.

Saat aku memerlukanmu untuk memandikanku, janganlah geram dan marah padaku Nak... Ingatkah pada saat kau kecil aku mesti menggunakan semua cara untuk merayu dan membujukmu untuk mau mandi?

Saat aku tidak memahami sedikitpun perihal teknologi serta beberapa hal baru, janganlah menghinaku Nak... Fikirkan bagaimanakah dulu aku demikian sabar menjawab tiap-tiap pertanyaan “mengapa” darimu.

Saat aku tidak bisa jalan, ulurkan tanganmu yang kuat untuk memapahku. Seperti aku dulu tak pernah lelah memapahmu waktu kau belajar jalan waktu masih kecil.

Saat aku  melupakan sesaat perbincangan kita, berilah aku waktu untuk mengingatnya Nak... Sebetulnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah terlalu  penting, asalkan kau selalu disamping untuk mendengarkan , aku sudah sangatlah senang.

Saat kau melihat aku yang mulai menua, janganlah sampai berduka Nak... Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu saat kamu mulai belajar memulai kehidupan. Saat itu aku berikan petunjuk bagaimanakah menjalani kehidupan ini, saat ini temani aku menjalani sisa hidupku Nak.. Berikan aku cintamu serta kesabaran, aku akan memberi senyum penuh rasa sukur.

Karena dalam senyum itu ada cintaku yang tidak terhingga untukmu.

sumber :
https :// www. urbanoir. net/kisah-inspiratif-ketika-aku-tua/

Read More
10 Golongan Orang Islam Yang Tidak Memasuki Surga

10 Golongan Orang Islam Yang Tidak Memasuki Surga

Surga adalah tempat yang penuh  dengan kenikmatan yang disediakan untuk-orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya.  Surga selalu terbuka bagi siapa pun dari orang Islam yang menginginkannya, maka dipersilahkan memasukinya Tentu saja ada persyaratannya. 

Ilustrasi gambar : Youtube.com

Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Setiap ummatku pasti akan masuk surga, kecuali yang tidak mau." Sahabat bertanya, "Ya Rasulallah, siapa yang tidak mau?" Beliau menjawab, "Mereka yang mentaatiku akan masuk surga dan yang menetangku maka dia telah enggan masuk surga." (HR. Bukhar) 

Sebaliknya, bagi orang mengingkari Allah Swt dan Rasulnya sudah dipastikan masuk neraka. Meski punya banyak perbuatan yang terbilang baik di mata manusia. Tapi sayang di mata Allah Swt justru dia merupakan penentang utama. 

Allah Swt mengutus Nabi dan Rasul, dia malah mengingkarinya. Allah menurunkan kitab suci, dia malah membuangnya. Adapun golongan orang Islam yang tidak masuk surga adalah, 

Ibnu Abas ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, "Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertaubat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-‘utul, az-zanim, dan al-‘aq li walidaih." Selanjutnya Rasulullah ditanya siapakah mereka itu. Lalu rasulullah Saw menjawab dan menjelaskan satu persatu. 

1. Al-Qalla’ adalah orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu. 

2. Al-Jayyuf adalah orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.

3. Al-Qattat adalah orang yang suka mengadu domba dan senang dengan permusuhan. 

4. Ad-Daibub adalah germo atau orang yang menjadi pengelola dan perantara antara para pelacur dengan pelanggan atau pemakainya. 

5. Ad-Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.

6. Shahibul Arthabah adalah penabuh gendang besar yang sengaja untuk meramaikan kegiatan yang beraroma dosa. 

7. Shahibul Qubah adalah penabuh gendang kecil yang sengaja untuk memeriahkan kegiatan yang berbau maksiat. 

8. Al-’Utul adalah orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain. 

9. Az-Zanim adalah orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di pinggir jalan guna menggunjing orang lain. 

10. Al-’Aq li Walidaih adalah anak atau orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya. 

Demikianlah sahabat bacaan Islami penjelasan tentang 10 golongan umat Islam yang tidak masuk surga. Dari kesepuluh golongan tersebut sudah terlihat bahwa orang-orang tersebut adalah orang-orang yang tidak taat kepada Allah Swt dan Rasulnya. Mudah-mudahan kita tidak masuk diantara golongan orang-orang tersebut. Aamiin.

Sumber  : http://www.bacaanmadani.com/2017/04/10-golongan-orang-islam-tidak-akan.html


Read More
Kisah Safinah Ra Ditolong Seekor Harimau

Kisah Safinah Ra Ditolong Seekor Harimau


Safinah Ra. yaitu seorang pembantu di rumah Rasulullah Saw. Satu hari ia melakukan perjalanan yang cukup lumayan jauh, karena untuk ketempat ini selain dari memakai kendaraan unta, Safinah juga mesti memakai kapal laut. Sesudah ia tiba dipelabuhan kapal, Safinah segera naik kapal yang bakal membawanya ketempat tujuannya. Selang beberapa saat kapalpun pergi meninggalkan pelabuhan. 

Ilustrasi gambar : pixabay.com

Sesudah ada dikapal lumayan lama, waktu itu cuaca sangatlah bersahabat, dengan dihiasi panorama yang indah serta tiupan angin sepoi-sepoi. Suatu perjalanan yang benar-benar mengasyikkan Safinah saat itu. Selang beberapa saat dengan cara mendadak Safinah terbangun dari tidurnya lantaran mendengas nada gaduh yang mengusik tidurnya. Nyatanya beberapa orang yang ada didalam kapal tengah cemas, lantaran kapal sudah diterjang ombak yang tingginya setinggi bukit, langit jadi gelap serta angin bertiup dengan sangatlah kencang yang dibarengi hujan yang lebat dengan disertai nada petir yang menggelegar. Tak diduga cuaca yang semula bersahabat beralih jadi garang serta mengerikan. Dengan Kondisi tersebut beberapa orang yang ada di dalam kapal berteriak ketakutan lantaran cemas. 

Pelayan Rasulullah inipun tidak tahu mesti bagaimana serta bingung apa yang hrus ia lakukan lantaran kapal terombang-ambing diterjang badai ombak yang sangat besar. Kapal juga mulai alami kebocoran di sana-sini. Safinah lalu pasrah atas kehendak Allah Swt. apa yang bakal berlangsung setelah itu. Ia berdoa memohon pertolongan Allah Swt. atas bencana ini. 

Kejadian yg tidak diinginkan pun terjadi, kapal yang ditumpangi Safinah inipun pecah diterjang ombak yang besar serta kuat. Kapal itu terbelah. Safinah lalu terbenam, lalu berenang kepermukanan air laut ia temukan papan kapal yang pecah dan digunakannya untuk berpegangan. Safinah juga tenggelam ikuti derasnya arus air yang bergelombang. Pastinya situsai semacam itu membuat ia kesusahan, lantaran tangannya yang terluka yang pastinya perih serta sakit karena kadang-kadang dihempas oleh ombak, namun ia selalu berupaya berpegangan dengan papan itu dengan keinginan supaya selamat serta sampat ketepi pantai. 

Hingga pada akhirnya Safinah terdampar disebuah pulau yang berhutan sangatlah lebat. Ia juga bersukur di beri keselamatan oleh Allah Swt. serta memperoleh keberuntungan waktu kapal pecah disebabkan terjangan ombak yang besar. Dia pun berjalan dipulau itu dan berhasil menemukan air tawar di suatu sungai, ia menyelusuri air sungai untuk mencari perkampungan. Tetapi ditengah perjalanan ada ada seekor Harimau menghalanginya, ia tampak tengah lapar yang seakan-akan siap menerkam Safinah. Safinah mencoba untuk bersikap tenang, karena jika terlihat gegabah dan ketakutan bakal mengakibatkan hewan yang buas ini semakin lebih ganas serta beringas. 

Lalu Safinah berkata pada Harimau ini : 

" Wahai harimau, saya adalah pelayan Rasulullah Saw., " 

Pengucapan ini meluncur dari mulutnya tanpa dia sadari. Safinah seperti memperoleh ilham dari Allah Swt. Tanpa diduga harimau ini lalu mengangguk-anggukkan kepalanya, seolah harimau ini tahu dengan apa yang sudah disampaikan Safinah padanya. Harimau ini mendekai Safinah, harimau ini lalu menunduk turunkan punggungnya mengisyaratkan supaya Safinah menaikinya. 

Safinah meyakini kalau binatang itu akan tidak membahayakannya, lalu ia memberanikan diri dan membulatkan tekad untuk menaiki punggung harimau ini. Nyatanya apa yang diyakininya benar kalau binatang ini bersahabat. harimau ini lalu jalan perlahan membawa kesebuat tempat yang umumnya dilewati orang. Setelah tiba harimau ini lalu pergi meninggalkan Safinah dengan dibarengi nada auman,  harimau ini sepertinya mengatakan selamat jalan pada Safinah serta dijawab olehnya dengan perkataan terimah kasih serta doa keselamatan dari Allah Swt. 


Hikmah Dari Kisah Ini Yang Bisa Kita Petik Hikmahnya,

Cerita safinah ini yaitu suatu cerita dari beberapa hamba Allah yang beriman serta bertakwa pada Allah Swt. Menyerahkan semuanya hidupnya atas kehendak Allah Swt. Sabar dalam hadapi masalah, selalu bertawakal disertai dengan usaha serta doa, jadi sesulit apa pun kondisi yang kita hadapi akan terasa mudah kita kerjakan, lantaran meyakini Allah Swt yaitu Tuhan kita serta meyakini sepenuh hati Kalau Dia akan menolong kita. 

Mudah-mudahan cerita itu bisa jadikan suatu pelajaran yang baik untuk kita semuanya. 

Sumber : https://seribusatukisahislami.blogspot.com


Read More