Bisikan Hati Orang Tua Yang Renta

Saat aku telah tua, bukanlah lagi aku seperti dulu kala. Mengertilah, bersabarlah sedikit pada ku Nak.. Saat bajuku terciprat sup, saat aku lupa bagaimanakah mengikat sepatu, cobalah mengingat bagaimanakah dulu aku membimbing dan mengajarmu..

Image : urbanoir. net
Saat aku berkali-kali berbicara perihal suatu hal yang sudah jemu dan bosan kau dengar, bersabarlah Nak.. tolong dengarkan, janganlah memutus perbincanganku. Saat kau kecil, aku senantiasa mengulang-ulang narasi yang sudah beribu-ribu kali kuceritakan supaya kau bisa tertidur lelap.

Saat aku memerlukanmu untuk memandikanku, janganlah geram dan marah padaku Nak... Ingatkah pada saat kau kecil aku mesti menggunakan semua cara untuk merayu dan membujukmu untuk mau mandi?

Saat aku tidak memahami sedikitpun perihal teknologi serta beberapa hal baru, janganlah menghinaku Nak... Fikirkan bagaimanakah dulu aku demikian sabar menjawab tiap-tiap pertanyaan “mengapa” darimu.

Saat aku tidak bisa jalan, ulurkan tanganmu yang kuat untuk memapahku. Seperti aku dulu tak pernah lelah memapahmu waktu kau belajar jalan waktu masih kecil.

Saat aku  melupakan sesaat perbincangan kita, berilah aku waktu untuk mengingatnya Nak... Sebetulnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah terlalu  penting, asalkan kau selalu disamping untuk mendengarkan , aku sudah sangatlah senang.

Saat kau melihat aku yang mulai menua, janganlah sampai berduka Nak... Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu saat kamu mulai belajar memulai kehidupan. Saat itu aku berikan petunjuk bagaimanakah menjalani kehidupan ini, saat ini temani aku menjalani sisa hidupku Nak.. Berikan aku cintamu serta kesabaran, aku akan memberi senyum penuh rasa sukur.

Karena dalam senyum itu ada cintaku yang tidak terhingga untukmu.

sumber :
https :// www. urbanoir. net/kisah-inspiratif-ketika-aku-tua/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bisikan Hati Orang Tua Yang Renta"

Post a Comment