Seperti Gajah Yang Terikat Dengan Tali Kecil

Seperti Gajah Yang Terikat Dengan Tali Kecil

Saat seseorang pria berjalan melalui beberapa kumpulan gajah, ia kemudian berhenti. Ia bingung dengan kenyataan jika makhluk-makhluk besar itu tengah diikat cukup dengan satu tali kecil yang terikat pada kaki depan mereka. Tidak ada rantai besar, tidak ada kandang. Jelas sekali jika gajah bisa saja melepaskan diri dari ikatan mereka setiap saat. Tapi kenapa mereka tidak melakukannya untuk melarikan diri. 



Dia lihat seseorang pelatih di dekatnya serta menanyakan pada pelatih itu. “Mengapa hewan-hewan itu cuma berdiri disana serta tidak berupaya untuk melarikan diri?” 

Sang pelatih itupun menjelaskan “Yah, saat para gajah itu masih kecil, kami memakaikan ukuran tali yang sama untuk mengikat mereka sekarang ini. pada usianya ketika itu, tali itu cukup kuat untuk menahan mereka. Waktu mereka tumbuh dewasa, mereka dikondisikan untuk yakin dan percaya jika mereka tidak bisa melepaskan diri. Mereka yakin jika tali itu masih tetap kuat dapat menahan mereka, hingga mereka belum pernah berusaha untuk membebaskan diri. ” Demikian keterangan dari pelatih gajah itu. 

Pria itu takjub. Hewan-hewan ini bisa jadi setiap waktu membebaskan diri dari ikatan tali kecil mereka itu. Tapi karena mereka yakin jika mereka tidak dapat, mereka terjebak tepatnya di mana mereka berada ini. 

Seperti gajah, berapakah banyak dari kita yang melakukan hidup bergantung dalam suatu keyakinan bahwa kita tidak dapat lakukan sesuatu, cuma karena kita pernah gagal  sebelumnya? 

Kegagalan ialah sisi dari evaluasi. Kita tidak boleh menyerah dan teruslah berjuang didalam hidup ini.

Read More
Cara Menutupi Kekurangan Amal Perbuatan

Cara Menutupi Kekurangan Amal Perbuatan

Wahai Sahabat Muslim... Berikut adalah cara untuk menutupi kekurangan amal kita, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW kepada Sahabatnya.

syahida.com
Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :

- Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.

- Bacalah Al-Qur'an

- Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.

- Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.

- Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.

- Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.

- Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.

- Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.

- Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.

- Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.

Niscaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."

Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."

Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"

Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."


Read More
Kisah Tasbih Fatimah R.A

Kisah Tasbih Fatimah R.A

Suatu ketika, Ali bin Abi Thalib r.a bertanya kepada murid-muridnya,”Maukah kalian saya ceritakan tentang Fatimah r.a, orang yang paling dicintai diantara puteri-puteri Rasulullah saw?” Serentak murid-muridnya menjawab,”Tentu, kami ingin sekali.” Kemudian Ali bin Abi Thalib r.a bercerita,”Fatimah selalu menggiling gandum dengan tangannya sendiri, sehingga menimbulkan bintik-bintik hitam yang menebal pada kedua telapak tangannya. Dia sendiri yang mengangkut air ke rumahnya dalam sebuah kantung kulit yang menyebabkan luka-luka di atas dadanya. Kemudian dia membersihkan rumahnya seorang diri, menyebabkan pakaiannya menjadi kotor.”


Pada suatu hari, datanglah beberapa orang hamba sahaya kepada Rasulullah saw., maka saya pun berkata, “Pergilah engkau menghadap Rasulullah saw. Dan mintalah seorang pembantu untuk meringankan pekerjaan rumahmu” kemudian dia pergi menemui Rasulullah saw. tetapi pada saat itu banyak orang yang menghadiri majlis Rasulullah saw. karena malu untuk menyampaikan maksudnya, dia pun kembali ke rumah. Pada hari berikutnya, Rasullullah saw. datang ke rumah kami dan bertanya, “Wahai Fatimah, ada maksud apa engkau datang ke rumahku kemarin?” Fatimah r.a. tidak menjawab karena malu. Saya berkata kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, dia menggiling gandum setiap hari, yang menimbulkan bintik-bintik hitam pada tangannya. Dia mengangkat air setiap hari sehingga menyebabkan luka-luka di atas dadanya, dan setiap hari dia membersihkan rumahnya sehingga pakaiannya menjadi kotor. Kemudian saya menceritakan tentang beberapa orang hamba sahaya yang engkau dapatkan kemarin dan menyuruh Fatimah datang kepada engkau untuk meminta seseorang pembantu.”

Mendengar hal itu Rasulullah saw. bersabda.”Wahai Fatimah, bertakwalah kepada Allah, tetaplah menyempurnakan kewajibanmu kepada Allah dan kerjakanlah pekerjaan rumah tanggamu. Kemudian, apabila engkau akan tidur, ucapkanlah subhaanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, AllaahuAkbar 33 kali, ini lebih baik bagimu daripada seorang pembantu.” Setelah mendengar nasihat itu Fatimah r.a. Berkata,”Saya ridha dengan keputusan Allah dan Rasul-Nya.”

Hikmah Dari Kisah di Atas

Inilah kisah putri Rasulullah sawnabi yang paling mulia diantara para nabi ,Sedangkan kita pada zaman sekarang, jangankan pekerjaan rumah tangga, pekerjaan pribadipun harus dibantu oleh orang lain, misalnya menyapu, mengepel, membersihkan WC dan lain-lain.

Menurut hadist ini, sebelum tidur hendaklah membaca dzikir-dzikir tersebut diatas.Dalam hadist lain disebutkan bahwa Rasulullah saw menasehati Fatimah agar setiap selesai shalat membaca subhaanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, AllaahuAkbar 33 kali. (Sumber Buku Himpunan Kitab Fadhail Amal Hal : 708)


Read More
Tagihan Biaya Perawatan

Tagihan Biaya Perawatan

Seorang anak yang kaya  lagi sukses menjenguk ibunya yang terbaring di rumah sakit bergelut dengan penyakit yang nyaris merenggut nyawanya.


Alhamdulillah, kemudian sang ibu telah diijinkan pulang oleh dokter.

Dengan segera, si anak menjemput dan mengantar ibunya kembali ke rumah. Ketika di rumah, si anak mengeluarkan lembaran lembaran kertas untuk diberikan kepada ibunya. Isinya adalah tagihan selama perawatan di rumah sakit.

1. Obat: Rp. 12.500.000

2. Kamar rumah sakit:       Rp. 8.000.000

3. Uang Lelah menjenguk: Rp. 4.000.000

4. Uang Jaga malam di rumah sakit: Rp. 3.000.000

5. Uang untuk Merawat ibu selama sebulan :Rp. 5.000.000

6. Kerugian karena harus meninggalkan meeting: Rp 4.500.000

4. Bensin untuk perjalanan: Rp1.000.000

5. Lain lain: Rp10.000.000

tak lupa, dipojok kiri bawah tertulis "Bisa dilunasi kontan atau dicicil" 

Sang ibu tersenyum kepada anak kesayangannya tersebut. Beliau masuk ke kamar menulis di secarik kertas sambil meneteskan air mata..bbrp saat selesai..lalu mengambil sebuah map dan memasukkan tulisannya tadi, kmd menyerahkan kepada anaknya.
Si anak menerima dan meninggalkan rumah ibunya tanpa melihat isi map. 
Beberapa jam setelah itu, seorang kerabatnya mengabarkan kalau
penyakit ibunya kambuh. Si anak terdiam tidak perduli dan mengutamakan jadwal kerjanya dikantor. 
Kemudian, dia teringat untuk membuka dan mengetahui isi dari sebuah map yang diberikan oleh ibunya. Ternyata berisi sertifikat rumah, tanah, dan lain lain milik ibunya.
Belum sempat selesai dia membaca, kerabatnya memberitahukan bahwa sang ibu telah meninggal dunia.
Si anak masih terdiam dan dia melihat  secarik kertas kecil yang jatuh diantara beberapa surat yang digenggamnya...

Sebuah surat terakhir dari ibunya yang berisi...
" Terimakasih atas semua yang telah kamu berikan pada ibu, anakku sayang. Kamu punya rincian, ibupun akan demikian. Namun ibu merasa kurang bisa mengisi berapa harga yang pas untuk rincian ini.

Untuk pembelian nutrisi selama kamu di dalam kandungan: "gratis"

Untuk sembilan bulan ibu mengandungmu: "gratis"

Untuk biaya bersalin ditambah biaya kesakitan melahirkanmu : "gratis"

Untuk setiap malam ibu menemani kamu: "gratis"

Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu : "Gratis"

Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendo'akanmu: "gratis"

Untuk setiap tetes Air susu ibu: "gratis"

Untuk biaya sekolah, makan, tempat tinggal untukmu: "gratis"

Untuk biaya mendidikmu hingga kamu dewasa dan sukses : "gratis"

Untuk Mengasihimu selama 30 tahun: "gratis"

Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya
​Akan kamu dapati bahwa harga Kasih sayang ibu adalah "GRATIS...!!"​

​Ibu cuma bercanda anakku...Ibu serahkan semua ini sebagai warisan untukmu, sebagai pengganti biaya pengobatan ibu.​

Maaf ibu tidak bisa memberimu lebih banyak. Maafkan ibu."

Tangis penyesalanpun akhirnya memenuhi ruangan itu...

Cintai orang tua kita yang masih ada........  semoga Artikel ini berguna untuk anak anak kita..

(Postingan Dari Sebuah Medsos)


Read More
Mutiara Yang Dibuang

Mutiara Yang Dibuang


SUAMI isteri yang kaya raya........saat masuk rumah dan mereka melihat ruang makan yang kotor.....dan tercium bau aroma tidak sedap.... "pesing".

Sementara di sudut meja makan terlihat....nampak seorang ibu tua sedang berusaha keras untuk bisa menyapu.

Istri :
DIA bersuara keras membentak ibu tua itu !!!
Ini pasti ulah ibu, kan......?
Ibu ngompol di lantai kan........?
Lihat tuh, meja kotor..... makanan tercecer dimana-mana..... lantai juga Waduuuuuh (marah dan geram)..... ibu...ibu !!
Ini rumah bukan gudang.......ibu !!!!!

Suami :
Sudahlah mama.... jangan bentak ibu seperti itu, kasian.....ibu kan sudah tua

Istri:
Tidak bisa begini terus- menerus....Kalau tiba² ada tamu yg datang.... apa jadinya ???? Sebaiknya besok kita bawa ibu ke panti jompo.....Saya akan bawa !

Suami :
Jangan ma....! Itu kan ibumu....masa' dibawa ke panti jompo ??
...................

Setelah ibu tua itu dibawa ke panti jompo si istri benahi merapikan kamar ibunya........
Dibawah kasur ditemukan sebuah buku lusuh dengan kertas yang agak kuning kusam.

Dia tertarik karena....koq ada foto dirinya sejak kecil dan remaja, di halaman depan bertuliskan judul buku :

"PUTRIKU buah HATIKU"

istri :
Terduduk lesu setelah membaca tulisan ibunya itu.

Diawali hari dan tanggal lahir dia. "Aku melahirkan putriku....biar terasa sakit dan mandi darah....aku bangga bisa punya anak"
Ya.....aku bangga bisa berjuang tanpa suami yang telah mendahuluiku.

Aku rawat dengan cinta....aku besarkan dengan kasih....aku sekolahkan dengan airmata....aku hidupi dia dengan cucuran keringat.

Kuingat.....ketika kubawa ke klinik untuk imunisasi.....diatas angkot....dia nangis lalu kubuka kancing blus dan susui dia....aku tak merasa malu....bahkan tiba-tiba dia kencingi aku.....tapi biarlah.

Tiba² dia batuk kecil.... muntah....dan basahi rokku.

Hari itu terasa indah bagiku....biarpun aku basah oleh kencing dan muntahannya....aku tetap tersenyum..... bangga sekali.

Kejadian itu berulang-ulang beberapa kali.

Aku tak peduli apa kata orang diatas angkot.... asalkan putriku bisa tumbuh sehat....Itu yang utama bagiku.

Istri :
Sambil baca..... airmatanya mulai meleleh turun....hati terasa perih....dada sesak.
Tiba² dia berteriak keras....meraung-raung sejadi-jadinya "Ibuuuuuuu.......ibuuuuu.."!! Sambil berdiri setengah berlari ke garasi.

Suami :
Suaminya kaget lihat ulah istrinya dan bertanya : "Keeeenapa ma, ada apa ?????"
Terisak dia jawab : "Aku harus bawa kembali ibuku".

Tiba-tiba telpon berdering....diterima suaminya lalu........
"Mohon bapak dan ibu segera datang ke panti sekarang......cepat !!!"

Mereka buru-buru ke panti....saat masuk, nampak tubuh ibu tua sudah lemah, sedang diperiksa dokter.

Istri :
si istri berteriak histeris sambil menangis menahan air mata "Ibuuuuu........"!! Ibunya lemah tanpa bersuara dan berusaha memeluk kepala anaknya seraya berbisik pelan dan bercucur air mata..... "Anakku...ibu bangga punya kamu....seluruh cinta kasih hanya buat kamu nak... Maafkan ibu. iiiii...ibu saaayyyaaaang padamu (sambil memejamkan mata)"
Sang ibupun menghembuskan nafas... meninggal dengan damai

Anaknya meraung-raung keras sekali....menangis dan menyesal !!!!! "Ibuu....ibuu.... aku minta ampun buu...... aku durhaka sama ibuu.. ampun...ampuni aku bu. iiibuu...jangan tinggalkan aku bu.

"Anak macam apa aku ini....anak macam apa.......ampun buu....ampuni aku ibuu"

SUADARAKU.....SAHABATKU....masih KAH ada ibu dan ayah disisimu ?

KALAU orang tua masih ada rawatlah dengan sepenuh hati.....kalau telah mendahului kita do'a kan.

Nilai apa yg terbersit dari kisah ini ?

Ingatlah Saudaraku :

* kegeraman mengantar kita "memeluk dosa"

* tindakan bodoh, membuat kita "merangkul durhaka"

* sikap ego, mendorong kita "mendekap nista"

* sesal yang terlambat, menarik kita "bergelimang keperihan dan dosa"

Berpikirlah arif, bertindak dengan bijak, berucaplah yang patut....berikan kasih sayang dgn jiwa.....dan hiduplah penuh dengan KASIH.

Semoga hati kita menjadi lembut dalam memberikan bakti pd org tua....

Pelajaran yg harus kita ubah,tingkah laku kita,tehadap org tua, terimalah dia apa adanya, krn dia satu2nya yg bisa memberikan kehidupan kita di dunia ini

(Sumber dari seorang sahabat Medsos, Semoga menjadi Nasehat bagi kita semua)


Read More
Kisah Inspirasi Dari Sekantong Paku

Kisah Inspirasi Dari Sekantong Paku

Ada seorang bocah yang bernama Ahmad, Dia merupakan bocah yang susah diatur… sifatnya yang mudah geram serta keras kepala, membuatnya seringkali berkelahi serta berkata kasar pada teman- temannya.


Satu saat, ayahnya memanggilnya lantas memberi sekantong paku padanya ; “Nak, setiap kali kau berkelahi atau berkata kasar pada siapa pun, tancapkan sebatang paku ini di pagar itu” kata ayahnya. 

Pada hari pertama, Ahmad sudah menancapkan sekitar 32 batang paku di pagar… serta sesudah satu minggu berlalu, ia sangat terkejut karena melihat paku-paku yang sudah demikian banyak tertancap di pagar. kemudian Ia memutuskan untuk lebih mengatur berkata kasar untuk mengurangi jumlah paku yang dia tancapkan setiap hari. 

Nyatanya benar, ia telah berhasil kurangi jumlah paku yang perlu ditancapkannya  dipagar itu setiap hari… serta waktu itu ia mulai sadar bagaimanakah cara mengatur diri. Baginya, hal itu lebih gampang daripada mesti menancapkan paku di pagar setiap harinya. 

Si Ahmad lewati hari-hari berikutnya lebih baik… sampai satu hari di mana ia tidak menancapkan sebatang paku pun di pagar itu! Saat itu Ahmad melapor pada Ayahnya, serta menyampaikan jika ia tak perlu lagi menancapkan sebatang paku pun… 

Sang Bapak pun berkata padanya : “Hmmm… baiklah, sekarang cabutlah sebatang paku tiap harinya, ketika kamu berhasil melalui hari itu tanpa berkata kasar atau berkelahi dengan siapa pun…” 

Hari demi hari berlalu lumayan lama sampai pada akhirnya Ahmad sukses mencabut semua paku itu. Ia pun kemudian melapor pada ayahnya jika semua paku di pagar sudah dicabutnya kembali. Karena itu Sang bapak mengajaknya ke pagar sambil berkata : “Hmmm, bagus bagus… tugasmu cukup baik… tetapi, coba lihat lubang-lubang sisa paku yang kau tancapkan di pagar itu, ia takkan kembali seperti yang dulu! Wahai Anakku… saat kamu berkelahi serta geram dengan seseorang, kamu akan keluarkan beberapa kata yang kasar dan tidak baik… kamu tinggalkan mereka dengan luka yang dalam seperti lubang-lubang paku yang kau lihat ini… benar, kau mungkin menikam seorang lantas mencabut pisau barusan dari perutnya ; namun, kau juga bakal tinggalkan sisa luka yang dalam! Karena itu, sia-sia saja kamu menyesali perbuatanmu itu berulang-kali, karena toh sisa lukanya masih ada, serta ingatlah jika luka karena lisanmu lebih menyakitkan daripada tikaman”. 

Al Mutanabbi mengatakan : 

"Luka karena senjata bisa pulih kembali, Akan tetapi takkan bisa pulih jika lisan yang melukai"

Mudah-mudahan cerita diatas dapat menjadi Inspirasi kita.. Amin.


Read More