Kisah Inspirasi Doa Seorang Pemburu Yang Mustajab

Kisah Inspirasi Doa Seorang Pemburu Yang Mustajab

Kisah Inspirasi - Satu pagi, seseorang lelaki pergi akan berburu mencari rejeki yang halal. Akan tetapi, sampai hampir malam, ia belumlah memperoleh satu juga binatang buruan. la lantas berdoa sepenuh hati, "Ya Allah, anak-anakku menanti kelaparan didalam rumah, berilah saya seekor binatang buruan." 

Image : Dream.co.id
Tidak lama sesudah doanya tuntas ia panjatkan, Allah memberinya rejeki: jala yang dibawa pemburu itu mendapatkn seekor ikan yang besar sekali. la juga bersukur pada Allah serta pulang ke rumah dengan penuh bahagia. 

Di dalam perjalanan pulang, ia berjumpa dengan grup raja yang akan berburu juga. Raja heran serta kagum  demikian lihat ikan sebegitu besar yang dibawa pemburu itu. Lantas, ia memerintah pengawal untuk ambil ikan itu dengan paksa dari tangan sang Pemburu. 

Dibawa ikan itu pulang dengan bahagia. Saat sampai di istana, ia mengeluarkan ikan itu serta bolak-balik sekalian ketawa ria, tidak diduga, ikan itu mengigit jarinya serta menyebabkan badannya menjadi panas dingin hingga malam itu Raja tidak bisa tidur. 

Dihadirkanlah semua dokter untuk menyembuhkan sakitnya. Semua dokter merekomendasikan supaya jarinya itu dipotong untuk rnenghindari tersebarnya toksin ke anggota tubuh yang lain. Raja juga menyepakati nasehat mereka. Akan tetapi, sesudah jarinya dipotong, ia masih tidak bisa istirahat sebab nyatanya toksin itu sudah menebar ke anggota badan yang lain. 

Beberapa dokter juga merekomendasikan supaya pergelangan tangan raja dipotong serta Raja juga menyetujuinya. Akan tetapi, sesudah pergelangan tangannya dipotong, tetap harus Raja tidak bisa pejamkan matanya, bahkan juga perasaan sakitnya semakin bertambah. la berteriak serta meringis dengan keras sebab toksin itu sudah merasuk serta menebar ke anggota badan yang lain. 

Semua dokter pada akhirnya merekomendasikan supaya tangan Raja sampai siku dipotong, Raja juga menyetujuinya. Sesudah lengannya dipotong, sakit jasmaninya sekarang sudah hilang, tapi diri serta jiwanya masih belumlah tenang. Semua dokter pada akhirnya merekomendasikan, supaya Raja dibawa ke seseorang dokter jiwa (pakar hikmah). 

Dibawalah sang Raja menjumpai seseorang dokter jiwa serta dikisahkan semua peristiwa sekitar ikan yang ia rebut dari pemburu itu. 

Sang pakar hikmah berkata, "Jiwa Tuan masih akan tidak tenang selama-lamanya sampai pemburu itu memaafkan dosa serta kekeliruan yang sudah Tuan lakukan." 
Dicarinya pemburu itu serta sesudah didapat, Raja bercerita peristiwa yang dirasakannya serta ia meminta supaya si Pemburu itu memaafkan semua kesalahannya. Si Pemburu pun memaafkannya serta kedua-duanya sama-sama berjabat tangan. 

Sang Raja ingin tahu apakah yang dikatakan si Pemburu saat ketika Raja ambil paksa ikannya. la menanyakan, "Wahai pemburu, apakah yang kaukatakan saat prajuritku merebut ikanmu itu?" 

Pemburu itu menjawab, "Tidak ada terkecuali saya cuma menyampaikan, 'Ya Allah, sebenarnya dia sudah memperlihatkan kekuatannya kepadaku, perlihatkanlah kekuatan-Mu padanya!"' 

Benar-benar, doa orang teraniaya begitu mustajab jadi hati-hatilah dalam lakukan tindakan. 


Read More
Seorang Ibu Dengan Satu Mata

Seorang Ibu Dengan Satu Mata

Ibuku cuma mempunyai satu mata. Saat saya tumbuh dewasa saya membencinya sebab hal tersebut. Saya merasa risih dan tidak suka ketika teman-temanku disekolah melihat Ibuku yang hanya mempunyai satu mata itu. Saya tidak suka bagaimana anak-anak lainnya menatapnya serta memalingkan muka dengan jijik. Ibuku bekerja dengan dua pekerjaan untuk menafkahi keluarga, tapi saya malah malu dengan keadaannya serta tidak mau tampak berdekatan dengannya. 

Sumber : Pixabay.com

Setiap kali ibu saya hadir untuk berkunjung ke sekolah Saya, rasa-rasanya saya ingin dia menghilang. Saya rasakan gelombang kedengkian pada wanita yang membuat saya jadi bahan tertawaan sekolah. Dalam satu waktu, saat saya ingin meluapkan kemarahan tersebut, saya bahkan juga sempat menyampaikan pada ibu saya jika saya ingin dia mati saja. Saya betul-betul tidak perduli mengenai perasaannya. 

Sesudah saya tumbuh dewasa, saya lakukan apa pun sekuat tenaga untuk menghindari diri dari ibuku. Saya belajar dengan keras serta mendapatkan pekerjaan keluar negeri, yang kemudian saya  tidak akan berjumpa dengannya lagi. Saya menikah serta mulai membesarkan keluargaku sendiri. Saya merasa letih berjuang dengan pekerjaan serta keluarga, untuk menyiapkan kehidupan yang nyaman untuk anak-anakku terkasih. Saya bahkan juga tidak pikirkan ibuku lagi. 

Akan tetapi tidak diduga, suatu hari ibuku hadir untuk berkunjung ke rumahku . Muka bermata satunya membuat anak-anak saya takut, serta mereka mulai menangis. Saya geram pada ibuku sebab muncul mendadak tidak memberitahukan saya sebelumnya, dan saya melarang dia masuk. Lalu saya berkata : “Jangan pernah kembali ke rumah saya dengan kehidupan keluarga baru saya..!”. Saya berteriak, tetapi ibu saya cuma diam serta mohon maaf, lantas pergi tiada dapat berbicara lagi. 

Dalam satu saat, satu undangan untuk reuni sekolah  membawa saya pulang kembali pada kampung halaman sesudah beberapa puluh tahun lamanya. Saya tidak dapat menghindari untuk berkendara melalui rumah waktu kecilku serta singgah ke gubuk tua itu. Tetangga saya menyampaikan kepadaku jika ibuku telah wafat serta tinggalkan surat untukku. 

Beginilah isi surat ibu : 

“Anakku sayang : 

Pertama- tama Ibu mesti mengawali surat ini dengan mohon maaf sebab sudah berkunjung ke rumahmu tiada pemberitahuan serta menakuti anak-anakmu yang cantik. Ibu sangat menyesal sebab ibu ini wanita yang bikin malu kamu serta mengakibatkan sumber penghinaan bagimu, saat kamu masih kecil sampai tumbuh dewasa. 

Ibu sudah tahu jika kamu tentu akan tiba kembali pada kota ini untuk reuni sekolah. Ibu mungkin sudah tidak akan ada ditempat ini saat kelak kamu hadir, serta ibu fikir itu adalah waktu yang tepat untuk memberitahumu sebuah  insiden yang berlangsung saat kamu masih  kecil. 

Tahukah kamu, anakku sayang? Ketika kamu masih kecil Kamu telah mengalami sebuah kecelakaan serta kehilangan satu mata. Ibu begitu terpukul sebab selalu pikirkan bagaimana nasib anakku jika anak ibu terkasih tumbuh hanya dengan satu mata. Ibu ingin kamu bisa lihat dunia yang indah ini dengan penglihatan yang sempurna, Oleh karena itulah ibu memberi kepadamu mata sebelah ibu. 

Anakku sayang, ibu tetap memilikimu serta akan tetap mencintaimu dari lubuk hati ibu yang terdalam. Ibu belum pernah menyesali ketetapan ibu untuk memberi mata ibu. Serta ibu terasa tenang saat ibu dapat memberi kamu potensi untuk nikmati hidup ini dengan sempurna.

Dari : Ibumu tersayang.” 

Setelah membaca surat dari ibu, air mataku menetes. Saya begitu menyesal dan mempersalahkan diriku sendiri, kenapa dahulu saya belum pernah sedikitpun berlaku baik pada ibu. Saya bahkan juga tega meninggalkan dia dari kehidupanku, walau sebenarnya ibu tetap ada untuk menyayangi dan membantuku. 

PESAN YANG BISA DIAMBIL DARI KISAH INI :
Jangan sampai anda menyakiti perasaan orangtua. Sebab anda tidak tahu apa yang sudah dikerjakan oleh orangtua anda hingga anda dapat tumbuh dan mejadi seperti saat sekarang ini. Serta anda tidak pernah tahu kapan orang yang anda cintai akan tinggalkan anda untuk selamanya. Semoga kisah ini bermanfaat buat kita semua....

Sumber :
https://successbefore30.co.id/


Read More
Tuhan Berikan Kita Kesempatan Yang Kedua

Tuhan Berikan Kita Kesempatan Yang Kedua

Kisah Nasehat Indah - Pada suatu malam, terlihat seseorang pemuda yang berwajah tampan tengah meningkatkan laju kendaraannya. Sebab kantuk serta capek yang menimpa, tidak diduga ia kehilangan kesadarannya serta guubraaak.. Mobil yang dikendarainya menyerempet trotoar serta akhirnya menabrak satu pohon besar. 


Sebab bentrokan yang keras di kepala, si pemuda sempat koma serta dirawat didalam rumah sakit. Waktu kesadarannya mulai kembali, terdengar erangan perlahan-lahan. “Aduuh…kepalaku sakit sekali. Mengapa badanku tidak dapat digerakkan. Oh..ada dimana ini?”. dalam setengah sadarnya, terlihat bayangan bundanya tengah menangis, memegangi tangan serta memanggil-manggil namanya. 

Melalui beberapa waktu, sesudah kesadarannya sembuh kembali, ia pun baru mengetahui jika mobil yang dikendarainya ringsek dan hancur tidak karuan  ,  dilihat dari kondisi mobilnya tentunya si pengemudi pasti akan meninggal dunia.

Ajaibnya, dia masih tetap hidup (meskipun alami gegar otak cukup kronis, tulang paha yang patah , serta memar di sana-sini; hal seperti ini membuatnya mesti melakukan operasi serta proses therapy pengobatan yang lama serta menyakitkan). 

Waktu pamannya hadir menjenguk, si pemuda menggerutu tidak senang pada kehidupannya, “Dunia benar-benar tidak adil! Sejak dari kecil saya telah ditinggal oleh ayahku. Meskipun saya belum pernah hidup berkekurangan tapi teman-temanku  lebih enak hidupnya. Dikarenakan Bunda membelikan mobil bekas, oleh karena itu saya menjadi celaka bahkan juga sekarang muka ini menjadi cacat. Oh…sungguh sial hidupku..” 

Pamannya yang kenal si pemuda sejak dari kecil menegur keras atas keluhannya itu, “Anak muda. Wajahmu rupawan, tapi jiwamu nyatanya tidak. Bundamu berusaha keras sampai kini dan sampai hidupmu berkecukupan. Lihatlah sekelilingmu, demikian banyak orang yang tidak seberuntung kamu. Tak perlu mempersalahkan orang  lain. Kecelakaan ini sebab kesalahanmu sendiri! Pernahkan kamu pikirkan, kalau kecelakaan itu merenggut nyawamu, bekal amal apakah yang akan kamu bawa untuk bertanggung jawab semua perbuatanmu di depan Sang Pencipta? Tuhan demikianlah Maha baik, memberikan peluang dan kesempatan kedua padamu untuk hidup lebih lama. Itu berarti, kamu mesti hidup lebih baik! Apa kamu memahami?” 

Si pemuda terpana sekejap serta lirih menjawab, “Terima kasih paman. Saya akan mengingat nasehat paman. Biarkanlah luka di muka ini menjadi pengingat saya dan supaya saya tahu diri serta dapat untuk bersyukur”. 

Perlu kita ketahui ... Sehari-hari di tiap-tiap tarikan napas kita yang diberikan Tuhan sebenarnya ialah “kesempatan kedua” didalam kehidupan kita. Kesempatan untuk mengingat kebaikan yang sudah kita terima serta memperingatkan kita selalu untuk melakukan perbuatan baik pada sesama. 

Mari, gunakan tiap-tiap peluang yang ada dengan menjalankan ibadah serta amanah.


Read More